Sudah hampir enam bulan sejak memutuskan untuk menghabiskan malam dan akhir pekan di Kota Depok dan mengisi jejak matahari terbit dengan berarak bersama reriungan kendaraan antar kota antar propinsi. Dan tak terasa sudah waktunya untuk menyelesaikan segala urusan administrasi kependudukan.
Akhirya punya kesempatan untuk membagi cerita ini setelah hampir satu minggu berlalu..
Google Developer Fest atau yang lebih sering disingkat menjadi #devfest adalah salah satu rangakain acara dimana para pengembang aplikasi dapat mengenal lebih dalam mengenai produk-produk baru Google dari sisi pengembangan aplikasi. Dan tahun 2012 adalah tahun ketiga penyelenggaraan Google DevFest di Jakarta dan yang pertama kali diselenggarakan oleh komunitas lokal.
Jika dua event DevFest sebelumya diorganisasi langsung oleh Google dan pengisi materi-nya juga berasal dari para Googler. DevFest tahun ini diselenggarakan oleh Google Developer Group Jakarta dan pengisi materi-nya juga berasal dari komunitas. Dari total tujuh pembicara, cuma satu orang yang impor, sisanya produksi lokal indonesia. hahahaha…
gIndonesia 2012
Lalu, apa yang membuat DevFest tahun ini lebih berbeda? Tentunya karena ada saya sebagai salah satu salon-nya. hahahaha…
Akhirnya punya kemauan kesempatan untuk ngisi blog ini lagi…
Sebetulnya ada banyak yang ingin coba ditulis dan ingin dibagi, tapi sebagian besar hanya muter di kepala dan nggak sampai ke tangan untuk bergerak nulis di keyboard dan di-publish. Intinya sih tetep aja males, hahahaha… And here’s the real story…
————————-
Dua bulan terakhir ini ada ‘kesibukan’ baru yang jadi bagian dari hari-hari yang dilalui, yaitu jadi gunpla builder.
Saya sudah pernah dapat preview new look GMail yang ini beberapa waktu yang lalu, tapi gak lama kemudian sudah hilang. dan baru hari ini tadi saya dapati lagi tampilan yang baru ini.
Memang lebih fresh sih, tapi entah mengapa UX-nya agak menyulitkan saya. sederhana sih, karena biasanya saya pakai logo GMail yang di kiri atas untuk balik ke home, dan sekarang si logo itu sudah ndak ada (ganti jadi lebih kecil di bawahnya) dan digantikan dengan logo Google yang ndak bisa di-klik.
Ya sekarang sih memang masih bisa balik ke tampilan yang lama, tapi kalau tampilan yang nantinya sudah dirilis resmi di-bikin jadi default. apa boleh bikin, sepertinya saya butuh waktu agak lama untuk menyesuaikan diri lagi.
somethings always comes with a bunch of reasons, but sometimes.. just can’t ignore it..
mungkin ini tidak lebih dari sekedar makan siang bersama. namun setelah tidak bersua selama beberapa waktu, menghabiskan sedikit waktu dengan teman-teman yang jarang ditemui secara langsung tentu sesuatu yang sangat berharga.
sekitar satu tahun yang lalu, saia dan beberapa member bloggerNgalam cabang jakarta mengadakan kopdar kecil yang kemudian diantaranya dipesanlah sebuah truffle kecil sebagai pengganti kue ulang tahun dalam rangka memperingati 3 tahun berdirinya BloggerNgalam.
keberuntungan adalah ketika mendapatkan tiket gratis dari seorang kawan yang memenangkan kuis linkin park yang entitled 2 tiket untuk 1 pemenang, sangat tidak disangka karena sebelumnya sudah dipastikan gagal mendapatkan tiket gratis yang sudah pernah dijanjikan oleh pihak lain sebelumnya, dan gak mungkin juga sih saya beli tiket konser yang semahal itu.
entah mengapa ketika sudah sampai di stadion utama Gelora Bung Karno itu saya merasa tidak terlalu antusias —perasaan yang berbeda dengan saat nonton lifehouse dulu— mungkin karena over react dengan pemanasan kuping yang berlebihan (yang tidak pernah dilakukan sebelumnya), belum lagi mungkin karena dapatnya tiket tribun dan bukan festival —haha.. uda gratis kok masih nawar—
kecelakaan itu bisa terjadi di waktu dan tempat yang tidak kita perkirakan.
hampir 2 tahun terakhir ini saya mengendarainya hampir setiap hari, dan hampir selalu berhasil menghindarkan diri dari mencederai diri saya sendiri atau bahkan mencederai orang lain. tapi catatan itu akhirnya berubah senin yang lalu.
ceritanya pagi itu saya sangat bersemangat untuk berangkat tes SIM di daan mogot, mengingat si SIM A yang sudah habis masa berlakunya dan harus segera diperbarui. udara pagi itu masih menyenangkan, semilir angin dan cahaya matahari yang sangat bersahabat.
singkat cerita hari ini kebagian jatah untuk presentasi di seminar kecil di depan khalayak sekantor. sempat sedikit kebingungan untuk membawakan tema apa, karena tema yang ditentukan adalah bebas sebebas bebasnya. setelah sekian waktu berfikir, akhirnya mendapat sebuah ide dari hal yang kadang dianggap sebagai sesuatu yang tidak berguna oleh beberapa orang, yang sebetulnya bisa memberikan banyak manfaat.
pada kesempatan kali ini, saya mencoba berbagi tentang multi-player online game yang bisa digunakan sebagai sarana untuk belajar dan menambah ilmu. kenapa multi-player game? sesederhana karena multi-player game mempertemukan banyak sekali pemain, dan tidak jarang game tersebut mengharuskan masing-masing pemain harus berkelompok untuk menyelesaikan permainan.
apa yang kau lihat dari masa lalu mu? atas segala apa yang kau perbuat sebelum saat ini?
refleksi itu tentang menatap masa lalu, atas banyak hal yang sudah terjadi dan bukan tentang apa yang akan atau diinginkan untuk terjadi. lalu haruskah selalu menatap kepada masa lalu? bukankah yang lalu tidak akan bisa kembali untuk dijalani kembali?
have you done enough?
mengurangkan yang cukup, atau mencukupkan yang kurang?
dan wahai aku, sudahkah kau melihat masa lalumu yang kau jalani? ketika apa yang telah terjadi sebelumnya lah yang membentuk apa yang kau miliki saat ini? ini bukan tentang engkau, bukan pula tentang aku, tapi ini tentang kita, tentang cermin di dalam diri kita sendiri.
kadang kala, refleksi itu memiliki nafas yang sama dengan introspeksi. merenungi setiap langkah kaki, gerak tangan, dan deru nafas yang telah diambil, dan mencoba menata kehidupan pada tingkatan yang lebih manusiawi, lebih membumi, dan mengurangkan semua sifat yang mungkin belum waktunya dimiliki manusia.
dan diantara birunya langit dan samudra, ditepi hamparan pasir yang putih. apa yang akan kau lakukan selanjutnya?
— june 2011. remembering Ramya Prajna‘s speech during the #ThinkWeb2Macan.