Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
———
Inilah yang mungkin terjadi saat kita kurang berhati-hati. Sesuatu yg dianggap berharga, bisa dengan mudah diambil oleh yang jumawa dengan ilmunya. (more…)
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
———
Inilah yang mungkin terjadi saat kita kurang berhati-hati. Sesuatu yg dianggap berharga, bisa dengan mudah diambil oleh yang jumawa dengan ilmunya. (more…)
Menitikkan detik demi detik yang telah terpolarisasi.
Pada baris demi baris dan kolom demi kolom rezeki.
Di antara halaman demi halaman riuh darulfana.
Ego tak pernah padam kala raga masih digdaya.
…
Aku pun tak segan memupuk harapan.
Tapi apa lah daya bila tak cakap?
Dan di tepi senja kala, tak boleh aku terpaku.
Ini bukan enggan tapi masih tak mampu.
…
Menata hati untuk saat ini.
Mari tetap menari.
Menerima yang diperlukan.
Menuai yang ditanam.
Tidak semua orang suka disamaratakan. /* iya, kalimat ini pun penyamarataan */
Buat saya, makanan itu dihidangkan untuk dinikmati.
Sampai habis tak bersisa.
Atas nama penghormatan terhadap sang penyedia makanan.
Namun kadang, lakuan tidak lalu berjalan mulus.
Mungkin karena yang datang mengingkarai ekspektasi.
Many people love spicy food, but what if I don’t?
Bukanya saya tidak bisa makan masakan pedas, saya hanya tidak suka.
And when I have one of those meals…
Tujuan saya berubah menjadi menghabiskannya. Semampu saya.
Menikmati pun menjadi bagian yang mudah hilang begitu saja.
Dan ketika kau tak lagi menikmati? Apalagi yang kau cari?
Jika sebagian masyarakat itu mafhum saat makanannya bertabur merica atau irisan cabai.
Apakah itu sudah mutlak menjadi sebuah rataan tolok ukur?
…
Ah, yang benar saja …
Dulu, banyak hal yang bisa dilakukan di luar jam sekolah atau kuliah, mulai sekedar omong kosong atau segala sesuatu yang bisa berhubungan dengan olah raga atau minat bakat.
Saat sudah bekerja? Harusnya sih bisa jadi sama saja. ;)
Sudah hampir enam bulan sejak memutuskan untuk menghabiskan malam dan akhir pekan di Kota Depok dan mengisi jejak matahari terbit dengan berarak bersama reriungan kendaraan antar kota antar propinsi. Dan tak terasa sudah waktunya untuk menyelesaikan segala urusan administrasi kependudukan.
Mari … Kita alih kewargakotaan …
Ribuan asap menyelimuti dedaunan pagi.
Menggantikan embun dan aroma hari.
Massa pun berarak menyusuri hamparan abu.
Bersama kicauan nada-nada sumbang kelabu.
Akhirya punya kesempatan untuk membagi cerita ini setelah hampir satu minggu berlalu..
Google Developer Fest atau yang lebih sering disingkat menjadi #devfest adalah salah satu rangakain acara dimana para pengembang aplikasi dapat mengenal lebih dalam mengenai produk-produk baru Google dari sisi pengembangan aplikasi. Dan tahun 2012 adalah tahun ketiga penyelenggaraan Google DevFest di Jakarta dan yang pertama kali diselenggarakan oleh komunitas lokal.
Jika dua event DevFest sebelumya diorganisasi langsung oleh Google dan pengisi materi-nya juga berasal dari para Googler. DevFest tahun ini diselenggarakan oleh Google Developer Group Jakarta dan pengisi materi-nya juga berasal dari komunitas. Dari total tujuh pembicara, cuma satu orang yang impor, sisanya produksi lokal indonesia. hahahaha…

Lalu, apa yang membuat DevFest tahun ini lebih berbeda? Tentunya karena ada saya sebagai salah satu salon-nya. hahahaha…
Akhirnya punya kemauan kesempatan untuk ngisi blog ini lagi…
Sebetulnya ada banyak yang ingin coba ditulis dan ingin dibagi, tapi sebagian besar hanya muter di kepala dan nggak sampai ke tangan untuk bergerak nulis di keyboard dan di-publish. Intinya sih tetep aja males, hahahaha… And here’s the real story…
————————-
Dua bulan terakhir ini ada ‘kesibukan’ baru yang jadi bagian dari hari-hari yang dilalui, yaitu jadi gunpla builder.
#selecta beberapa tahun yang lalu.. cukup 25000 saja.. taman bunga yang mungkin cocok dipakai syuting film india..