Blog

  • Besar! Pulang! 13!

    Hari ini tampak seperti hari yang biasa saja, mungkin terasa lebih sibuk karena hari ini kami berangkat pulang ke Malang untuk menyambut libur panjang Idul Adha yang berbarengan dengan liburan anak-anak sekolah.

    Idul Adha di akhir Juni! Pas anak-anak mulai libur sekolah! Ayo pulang!

    Perjalanan ke Timur kali ini dimulai lebih siang dari biasanya, dengan semangat tidak menambah kemacetan para pekerja yg keluar dari kota Depok, sekaligus mengantar Ibu Mertua pulanh.

    Tidak ada yang terasa berbeda, cukup mirip dengan waktu mudik lebaran kemaren, Alhamdulillah perjalanan menyusuri Jawa barat ke Jawa tengah via tol trans Jawa berjalan lancar, kali ini dengan beberapa variasi perbaikan jalan tentunya.

    Yang tidak biasa adalah ada acara mampir ke Sbucks di rest area 429, seharusnya tujuan utama ke rest area ini adalah untuk isi bensin dan beli makan malam, plus toilet. Kopi pun sudah beli di perhentian sebelumnya, belum jg habis setengah.

    Terus ngapain? Ide utamanya adalah beli cake, apapun itu, yg kalo misal ga ada cake, beli cookies aja yg di depan kasir. Tentunya pilih potongan cake yg agak besar, jadi kalo anak-anak minta tentu masih bisa dimakan berlima.

    Kok beli cake? Ya! Karena seharusnya hari ini adalah hari yang sungguh spesial!

    Salah satunya baru kali ini aku yang bawa kejutannya! Dan salah duanya ternyata dia lupa ini hari apa! Sungguh tidak disangka =)

    Setelah belasan tahun bersama, urusan tanggal tanggal gini emang kadang kelewat begitu saja, kalo gak lewat ya mungkin ketukar. Ya biasa aja, namanya hidup.

    Alhamdulillah-nya ada keluarga Baka yg “mengingatkan”, karena di tanggal tanggal ini ada yg berdekatan dengan tanggal kami. Ya harus diakui, ingatnya memang nggak ingat karena diri sendiri dan sempat mengingat tanggal yg salah.

    Dan setelah sekian tahun, kayaknya baru kali ini di tanggal ini ada “perayaan”, lupa deh.

    Dan iya, emang gak ada fotonya.

    Selamat tahun ke-13, kamu!

  • Anak mBarep Lagi Nulis

    Anak mBarep kami itu memang dari dulu suka gambar komik, sampai berbuku-buku, kalo gak main game, kegiatannya ya bikin cerita. Pernah mau diikutkan kursus komik tapi nggak mau, sepertinya dia mau memperdalam style-nya sendiri.

    Nah, setelah bertahun-tahun gambarnya ‘gitu2’ aja, kayaknya dia sedikit menyerah untuk bikin komik dengan akhir-akhir ini lebih sering pakai buku untuk bikin logbook.

    Biar kegiatannya nggak berhenti, akhirnya kemaren sepakat buat bikin project liburan semester. Dan dari beberapa project yang di-propose, salah satunya bercerita, tapi nggak pakai bikin komik dan lebih ke bikin cerita pendek, cerita bersambung, atau mungkin bisa jadi ligth novel.

    Awalnya dia mau tulis ulang cerpen yang dulu udah pernah dibikin. Ada sekitar tiga cerita yang sudah pernah dia tulis di salah satu buku sketsa yang biasa dia beli dari Mama-nya. Tapi karena merasa malu dan merasa tulisannya gak bagus, akhirnya dia memutuskan buat bikin cerita baru.

    Baru mulai kemaren, dan hari ini sudah ada 3 Chapter yang siap dirilis. Dan agar tulisannya bisa dibaca banyak orang, akhirnya dibikinin blog khusus.

    Dan Teman-teman bisa membaca tulisan si Anak mBarep di sini :

  • Ternyata

    Setelah sekian lama, akhirnya dibuka lagi Blog ini, dibersihkan dan tentunya di-update ke versi terbaru.

    Sambil lalu, membaca tulisan-tulisan lama dari belasan tahun yang lalu.

    Jadi bertanya-tanya, “ternyata tulisan saya dulu itu banyak yang sok tau dan sok tua ya?”

    Dan…

    “Apa sekarang juga masih begitu ya?”

  • Where Am I?

    Where Am I?

    Sudah beberapa bulan dan ternyata masih kesulitan untuk kembali menulis, mulai dari ketemu ide tapi nggak disimpen terus lupa, ingin riding the moment tapi lupa, terus jadi telat dan sebagainya. Mungkin intinya memang masih malas.

     

    Semoga saja setelah sedikit demi sedikit kembali menulis, kebiasaan rutin menulis itu bisa kembali. Nah, ketimbang bingung mau ngebahas apa, kali ini mau bikin review aja sedikit soal apa yang sudah dan sedang dialami.

    (more…)

  • Mencoba Kembali

    In my backyard

    It’s been a while very long time since my last post.

    Sering kali menjadi sulit untuk memulai kembali sesuatu yang sudah cukup lama tidak dilakukan, tapi seperti salah satu slogan start up yang pernah dikelola oleh kawan baik saya.

    Selalu ada waktu untuk mencoba sesuatu.

    Saya pun tidak tahu apakah saya akan jauh lebih aktif dari sebelumnya atau pada akhirnya kembali hiatus.

    Mari terus mencoba.

    :)

  • Selamat Pagi!

    image

    Kita tidak pernah benar2 tau apa yang menunggu di balik pintu sebelum ia terbuka. Mungkin ada tawa, tangis, atau mungkin hampa. Mungkin…

    Seharusnya, daripada hanya berdiam dan sibuk dengan perkiraan yang meracau entah kemana, kita bisa melihatnya sendiri, seharusnya…

    Akan lebih baik jika maju ke depan, cari gagang pintunya, putar, dorong, dan lihat sendiri apa yang ada setelahnya, akan lebih baik…

    Karena asumsi tidak akan membuat kita lebih mengerti sesuatu ketimbang yang melihat atau mengalaminya sendiri.

    Selamat pagi!

  • Yang Baik Dengan Cara Yang Baik

    brave_new_day

    Kembali mengutip tulisan lama saya di facebook:

    Kalau yg ditulis sama wartawan di media resmi saja belum tentu 100% benar data dan faktanya, apalagi yg ditulis di media umum oleh yg belum tentu wartawan?

    Dan mengutip judul tulisan Om Jim di sini:

    Karena data gak mungkin bohong
    … dan karena bisa diolah sesuai pesanan

    (more…)

  • #PukPukDay 2013

    image

    2013. What a year…

    Harusnya ini jadi #PukPukDay ke 3 gw, tapi ternyata gw nggak ikut edisi perdana (dan gw masih lupa gw kemana).

    (more…)

  • Tak Pernah Siap

    Tetiba suasana hati berubah sedemikian rupa saat mendapat kabar jika ibunda seorang kawan terdekat berpulang subuh tadi.

    Dan iya, kabarnya baru masuk jam 9 malam tadi.

    Jadi lebih sedih karena tidak mendapat kabar ini lebih cepat, meski sang kawan sendiri yg mengabarkan.

    Ah, tak mungkin pula aku bisa hadir saat pemakaman. Ya, mungkin itu salah satu alasannya menunda.

    Terakhir bertemu beliau lebaran lalu, sembari berbaring di tempat tidurnya, beliau malah meminta maaf karena tidak bisa menyediakan masakan untuk kami seperti biasanya.

    Dan saat itu aku bilang, seusai meminta maaf, menjadi sehat lebih penting daripada sekedar masakan sembari terus mengajak beliau terus berdoa dan berusaha.

    Tak pernah ada kata siap untuk kehilangan. Kehilangan apapun itu.

    Dan aku pun tak siap dan tak pernah menyiapkan diri untuk menerima kabar seperti ini.

    Meski memang setiap manusia pasti berpulang, hanya tak tahu kapan gilirannya datang.

    Selamat jalan …

  • Siluet Dalam Sketsa, Dalam Amatan

    Saya belum pernah menulis review tentang buku yang sudah selesai saya baca, tapi mungkin tidak ada salahnya jika belajar memulainya dari sekarang.

    Buku Siluet Dalam Sketsa
    Buku Siluet Dalam Sketsa

    Saya memilih buku berjudul “siluet dalam sketsa” sebagai yang pertama, bukan hanya karena salah satu teman kantor saya ikut menyumbang beberapa cerita di buku ini, tapi juga karena buku ini sangat menarik. Dan mungkin akan berlanjut ke buku-buku yang selesai dibaca berikutnya. *nampak mulai terlalu optimis*

    Apanya yang menarik?

    (more…)