Sampai jumpa lagi IndosatM2, meski entah kapan

saya ini penganut sabar itu tidak boleh ada batasnya, tapi kadang kala, saya harus tau kapan harus berhenti berharap.

truff-all

saya ini terbiasa loyal pada satu brand, atas dasar pengalaman tentunya, tapi kadang kala, saya harus tau kapan harus berpindah ketika yang digunakan tidak lagi optimal.

kisah cerita dimulai ketika saya mulai berpindah ke Jakarta, mulai mobile, dan mulai membutuhkan koneksi internet yang bisa diandalkan, dan pilihan pun jatuh ke IndosatM2 Truff Mobile. ada yang belum pernah dengar? ini adalah cabang dari IndosatM2 yang menggunakan jaringan CDMA dan bekerja sama dengan Mobile 8 sebagai penyedia jaringan.

kenapa memilih si Truff? alasan pertamanya sebetulnya sederhana, di rumah ada modem cdma 1x 3G nganggur yang sudah nggak dipakai sama bapak karena bapak sudah dapat jatah modem 3g hsdpa dari kantor, hehehe. beb hemat beb.. (ga perlu beli modem)

satu tahun berlalu tanpa pernah ada keluhan berarti, dia sering membantu saya untuk akses internet di tempat-tempat yang kadang provider lain malah nggak stabil sinyalnya. yah, meski Truff Mobile tidak punya koneksi dengan kecepatan dewa (karena hanya up-to 153kbps) tapi saya sangat terbantu dengan stabilitas kecepatannya, —- ya meski mentok di 15KBps sih —

masalah itu mulai datang di awal tahun 2011, truff mobile mulai berulah, saya tidak bisa lagi menggunakannya di tempat saya pertama kali mengaktifkannya (di rumah maksudnya). sinyal penuh, connection established, ip dapet, tapi nggak bisa browsing. awalnya saya berfikir kalau ini mungkin glitch, karena dulu pernah begini tapi nggak lama juga. saya pun tidak menghiraukannya.

tapi ternyata permasalahan ini terus berlanjut sampai bulan-bulan berikutnya, sekian rupiah dibayarkan tapi kuota tidak bisa digunakan. langkah pengaduan pun saya ambil, bulan maret 2011 saya telpon customer service IndosatM2, dapet nomer pengaduan dan seterusnya. saya berfikir positif bahwa masalah saya akan segera terselesaikan.

semua konsultasi dengan Customer Service IndosatM2 sudah saya terapkan, mulai dari coba di lokasi lain, gunakan static dns, sampai log ping ke berbagai website pun saya informasikan. pihak Customer Service pun beberapa kali menelfon saya untuk memastikan kembali mengenai permasalahan browsing ini (ya paling tidak seminggu sekali).

sebulan berlalu sejak pengaduan disampaikan, permasalahan tetap sama tidak ada perubahan bahkan perbaikan –komunikasi dengan Customer Service tetap dijaga–, saya pun mulai mendapatkan jawaban-jawaban yang standar dan tidak menyelesaikan masalah, mulai dari ‘akan kami ekskalasikan lagi tiketnya’, ‘menunggu data dari bts’, ‘koordinasi dengan Mobile 8’, dst. saya pun mulai jengah tapi saya coba bertahan, merunut kalimat di paragraf pertama, saya ndak gitu suka ganti provider.

dua bulan berlalu, dan permasalahan masih tetap tidak kunjung terselesaikan. percakapan dengan pihak Customer Service sekarang tidak hanya via telfon, tapi juga via email, tapi tetap saja belum ada titik terang, bahkan nomor pengaduan saya pun tiba-tiba saya berganti –entah apa alasannya–. satu waktu muncul statemen bahwa tidak ada masalah dengan jaringan. Nah! jika tidak ada masalah dengan jaringan, dan tidak ada masalah dengan hardware dan software yang saya gunakan, lalu masalahnya ada dimana?

masalah di saya tentu selain tidak bisa browsing ya sekian rupiah dibayarkan tapi kuota tidak bisa digunakan (berbulan-bulan pula)

memasuki bulan ketiga, saya mulai memborbardir Customer Service dengan pertanyaan dan permintaaan akan solusi mengenai permasalahan ini. kembali merasa ada titik terang ketika mendapat informasi dari back office bahwa sedang dilakukan koordinasi dengan pihak Mobile 8 untuk memastikan ada apa dengan BTS yang menaungi rumah saya. dan saya pun minta untuk diberitahukan hasilnya dan solusi apa yang ada untuk permasalahan saya.

truff

hampir 2 minggu tidak ada kabar, dan akhirnya kemaren saya mengirim email kembali untuk mempertanyakan progress-nya, sore pun telfon berdering. rangkuman informasi yang diberikan adalah BTSnya traffic-nya tinggi, tidak ada pengaruh besar sinyal dengan traffic, dan disarankan untuk berada ditempat terbuka atau ke galeri IndosatM2 untuk memastikan permasalahannya. Lha!

kalo ndak ada pengaruh sama sinyal, ngapain saya pindah ke tempat terbuka? wong sinyal didalem sudah mentok tok, ngapain juga ke galeri wong permasalahannya sudah pasti kalo saya ndak bisa browsing, toh ke galeri juga saya akan mencoba koneksi saya dengan BTS yang berbeda yang ada dirumah saya, nyoba dilokasi lain maksudnya? sudah pernah dan bisa.

emosi saya pun mulai naik, dan kalimat-kalimat terakhir dari si Customer Service adalah minta agar tiket pengaduan saya ditutup karena sudah diketemukan permasalahannya, dan kalau saya masih mengalami masalah yang sama maka saya bisa menghubungi mereka lagi. lho? tiket itu ditutup karena masalahnya uda ketemu apa masalahnya uda selesai sih? bukanya masalah saya belum terpecahkan ya?

sebetulnya ingin bicara lebih panjang kali lebar kali tinggi lagi, tapi saya rasa percuma dan tidak pada tempatnya, karena pada sebuah sistem, tekanan pada sisi yang tidak tepat, hasilnya juga tidak akan sesuai harapan.

dia juga bilang jika dibuatkan laporan untuk menindak lanjuti masalah yang saya alami, yang intinya kalau ada orang-orang lain di wilayah saya yang mengeluhkan hal yang sama, maka itu bisa dijadikan acuan oleh si provider apakah bisa menambahkan kapasitas di BTS yang menaungi koneksi Truff Mobile saya.

oh gitu, baiklah. sepertinya saya memang harus berhenti berharap, logikanya sesederhana ini sih, ketika banyak orang mengeluhkan jalanan jakarta macet saja, belum ada solusi yang bikin jalanan gak macet, gimana kalau cuma saya yang mengeluhkan ga bisa browsing? pasti tidak cukup data dst lah alasannya.

diakhir pembicaraan dengan si Customer Service kemaren malam pun saya langsung bilang silahkan ditutup tiketnya, terima kasih dan sampai disini saja saya menggunakan jasa IndosatM2 Truff Mobile, karena saya tidak bisa setiap bulan membayar sesuatu yang tidak bisa saya gunakan jasanya.

dear ruim card, terima kasih karena menemani saya bekerja diberbagai tempat tahun lalu, menyelamatkan saya dari deadline dan desakan pekerjaan, tapi untuk saat ini saya harus mengucapkan sampai jumpa lagi. karena atas nama padatnya lalu lintas data lah saya harus membiarkanmu berhenti bekerja sampai disini.

sampai jumpa di kesempatan dan keadaan yang berbeda ;)

Published by

Alit Mahendra Bramantya

A half time blogger, a ‘part’ time coder, and (not) a full time father (yet). Complicatedly simple and not another internet presence enthusiast. Currently working as web application developer and analytics analyst.

4 thoughts on “Sampai jumpa lagi IndosatM2, meski entah kapan”

  1. saya cuman pemakai spidi milik kantor. belum punya pengalaman pake usb modem dengan beraneka operator
    semoga indosat tidak lagi sesat

Comments are closed.