Mari bertanggung jawab

penegakan aturan yang tidak tepat sasaran dan bertanggung jawab, sering kali membuat kita menjadi lalai, acuh, dan akhirnya merasa terbiasa. saya tidak akan berbohong bahwa saya tidak pernah melakukannya, tapi selalu ada titik balik untuk berubah menjadi yang lebih baik. sebagai seorang pengendara kendaraan bermotor tentu kita ingin berkendara dengan aman dan nyaman di jalan… Continue reading Mari bertanggung jawab

Nasionalisme itu kosong tanpa makna …

… sampai kita mengisinya dengan gagasan, sikap kritis, inisiatif, pengalaman, dan harapan akan masa depan … itulah yang tertulis di website Aliansi Menjadi Indonesia, sebuah Aliansi strategis dibangun sebagai hubungan kerjasama erat antar organisasi dengan tujuan besar yang satu, Indonesia Jaya.

Perfect, Realis, atau Asal?

sebuah percakapan setelah segala macam tambalan di pekerjaan terburu waktu itu selesai… “how? how? selesai sudah.. satisfied already??” “huh?? satisfied?.. huh.. of course not, not at all” “lha ya? koq gitu??” “hm… terkgandeng sih… mo liat dari sisi yang mana dulu” “maksudnya?” “jadi gini sob… jujur aku ga suka ama pekerjaan yang cuma punya timeline… Continue reading Perfect, Realis, atau Asal?

Maaf… Saya Mengeluh Lagi…

(ditulis jumat, 09 Januari 2009 18.00 WIB, karena inet kantor drop, baru bisa di post sekarang, trus males ngerubah postdate-nya, hehe) ingin hati melalui hari ini dengan tawa, canda, dan bahagia.. tapi entah mengapa di ujung petang hari ini saya ingin sekali berkeluh kesah, mengungkap segala jenuh, lelah, bosan, dan emosi. entah mengapa saya semakin… Continue reading Maaf… Saya Mengeluh Lagi…

Blogger Peduli, kapan giliran saya dan anda?

Gerakan Blogger Peduli¬† merupakan sebuah gerakan bersama yang menaungi komunitas blogger-blogger. Berfokus pada persoalan information update and gathering perihal bencana melalui media blog dan social media lainnya. Blogger peduli murni dibangun atas dasar solidaritas bersama lewat¬† jaringan antar komunitas blogger dengan partner strategis LSM AirPutih. Kepedulian terhadap bencana sengaja menjadi fokus perhatian mengingat Indonesia adalah… Continue reading Blogger Peduli, kapan giliran saya dan anda?

Agar Kita . . .

sering kali lirik lagu menjadi potret tentang pola dan kehidupan kita. lagu ini cukup lama, band-nya pun sudah mulai tak kedengaran album barunya.. hm.. tapi setelah sedikit ribut dengan penggemarnya yang satu ini, playlist diputar kembali ke jaman sekitar tahun 2004, dan beberapa lagu pun mengalun, dan salah satunya membuat saya berfikir tentang pembicaraan pada… Continue reading Agar Kita . . .

Kami Ingin Perubahan

Kami tak akan meminta bebas dari hukuman. Hukum saja kami jika memang
salah. Kami siap menjalaninya. Namun yang adil, yang bijaksana, jangan
karena Anda membawa palu main ketuk seenaknya.

Apa yang sudah kami
lakukan memang bukanlah pembenaran untuk melakukan perubahan. Apa yang
anda harapkan dari Indonesia Super League? Hanyakah kompetisi berebut juara atau ada visi yang jauh lebih mulia lagi. (Ongisnade.net).

kalimat diatas saya cuplik dari Surat Terbuka Untuk Penguasa Sepakbola Indonesia yang diposting di portal Ongisnade.Net. dan seperti yang sudah beredar di berita nasional, untuk sekian kalinya sepakbola kita tercoreng karena kerusuhan suporter, namun kenapa hal ini terus aja terjadi?

surat terbuka tersebut ingin disampaikan kepada penguasa sepakbola indonesia yang merupakan satu-satunya lembaga yang bisa mengambil keputusan tentang kelanjutan sepakbola nasional. aremania mengungkapkan permohonan maafnya dan bersedia untuk dihukum, aremania bersedia untuk menjadi korban perubahan, tapi… perubahan ke arah lebih baik itu harus, dan harus terjadi.

saya Aremania dan walaupun saya tidak berada ditempat kejadian dan hanya mendengarkan pertandingan dari radio, saya bisa merasakan kegundahan hati yang dirasakan oleh saudara-saudara saya aremania lainnya.

kerusuhan di kanjuruhan kemaren memang tidak patut untuk dibenarkan, namun ketika kami mulai berbenah, kenapa pihak yang lain tidak juga mulai berbenah? karena wasit sebagai pengadil haruslah bersikap adil bukan? oke, sekarang stop untuk saling menyalahkan, so? what next?

apakah kejadian2 seperti ini (jadwal pertandingan yang tidak fair, wasit yang kurang adil, dsb) akan terus dilanjutkan? apa akan diubah? kami sebagai suporter tentunya hanya mampu berharap, dan hanya pihak yang paling berwenang tentang liga ini lah yang dapat melakukan perubahan ke lebih baik itu.

saya menunggu vonis apa yang akan dijatuhkan untuk arema dan aremania selanjutnya, dan semoga saja hukuman itu adil, bijaksana, dan tidak merugikan banyak pihak.

salam satu jiwa AREMA

Bulan Itu Datang Lagi

C:>putty alit.localdomain
C:>

……………

login as: ramadhan
ramadhan@alit’s password:

last login: [undefined] from [undefined]
ramadhan@alit:~$

ramadhan@alit:~$ rm -rf DOSA
ramadhan@alit:~$ apt-get update NIAT
ramadhan@alit:~$ apt-get upgrade IMAN
ramadhan@alit:~$ ifconfig SABAR up

ramadhan@alit:~$ ifconfig RAMADHAN 1.4.2.9H
ramadhan@alit:~$ hostname “Selamat Datang Ramadhan”
ramadhan@alit:~$ hostid 1429

ramadhan@alit:~$ ifconfig RAMADHAN up
ramadhan@alit:~$ wget -b AMAL.IBADAH
ramadhan@alit:~$ ping PAHALA
PING PAHALA (IBADAH.PUASA.DAN.LAINNYA) [undefined] bytes of data.
……
……

!!——————————–!!

Selamat Datang Bulan Ramadhan
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

Mohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan selama ini dan semoga kita dapat menjalankan puasa dengan sepenuh hati

I’m Still Learning

i"ve learned that when there"s a start, sooner or later there"s always a stop waiting.

I’ve learned that even though life is beautiful, life is always changing as people come and go, goes on even though it seems it’s going to end.

I’ve learned that doing is better than grieving, and some other things happen with their own reasons.

I’ve learned that no matter how much I care, some people are just going by and never change at all.

I’ve learned that trusting someone is about accepting who they really are, and about letting them go. Because everyone has their own life.

I’ve learned that trusting someone is not about expecting that someone to never hurt you, to always be by your side, to act the way you think they would, because nobody is perfect.

I’ve learned to life, to love, to forget, to face the truth, to live my life, and everything..

And Yes, I’m still learning, what about you?

—————————————–

*diambil dan dimodif dari postingan dirumah yang lama

Keinginan

setiap orang punya keinginan, tujuan, dan cara berfikir yang berbeda-beda, dan tentunya masing-masing orang juga punya caranya tersendiri untuk mengungkapkan dan mengusahakan agar hasil pemikirannya digunakan oleh orang lain. tapi apakah cara yang kita gunakan selalu berhasil? dan untuk cara berbeda, sepertinya hasilnya juga bakal berbeda-beda.

semudah seperti ketika kita menyadari sebuah ketidak benaran yang terjadi disekitar kita, apa sih yang akan kita lakukan? langsung menindak dengan tegas? bertindak perlahan? atau malah diam saja?

saya mencoba mengacu kepada proses yang sedang terjadi dikampus akhir-akhir ini. sebelum probinmaba (semacam ospek gitu lah) dimulai, seperti tahun-tahun belakangan, ada yang namanya sharing lembaga, sharing senior, dan T.O.T, dan setelah sekian kali mengikuti proses-proses pendahulu itu, saya jadi berfikir, sebenarnya kenapa ada senior disana?

bukankah saya dan teman-teman yang belum lulus-lulus juga ini sudah terlalu berbeda dengan teman-teman panitia dan lembaga sekarang, semudah mengikuti perkataan salah satu senior saya sekitar 4 tahun yang lalu, “lek koen ndisik iku sek iso melu jaman metallica jeh, arek saiki bedo, iki wes jamane peterpan, wes gak cocok le”.

apakah memang perubahan jaman sudah sebegitunya? mahasiswa sekarang bukan lagi punya kesan yang keras dan kuat, tapi lebih ke kesan kalem dan cengeng? mungkin masing-masing orang akan punya pendapat dan opini yang berbeda-beda.

dan saya mencoba mencari sebuah jawaban, karena dalam struktur kelembagaan yang ada, tidak ada komponen senior disana, so? jika memang dibutuhkan adanya peran dari senior, senior itu mau disuruh ngapain? dan sayangnya memang pertanyaan ini tidak sempat mendapat jawaban dari teman-teman lembaga.

mungkin akan ada pendapat yang muncul bahwa senior sudah tidak peduli lagi terhadap juniornya, tapi bagi saya itu terlalu dangkal, saya dan teman saya memang memutuskan untuk mulai menarik diri, kenapa? bukan lagi karena perbedaan jaman dan perbedaan gaya pemikiran, kami mencoba untuk menghormati struktural kelembagaan yang ada, karena memang ada yang lebih berhak untuk mengatur dan mengelola lembaga itu.

semakin lama berkeliaran dikampus membuat saya semakin sadar jika memang banyak yang harus mulai dibenahi disini, contoh kecil mungkin struktur hubungan kelembagaan itu, tapi disisi lain ada yang jauh lebih penting dari itu, bagaimana kita bisa mengusahakan generasi yang lebih baik dan bagaimana kita mencoba memperbaiki hubungan persaudaraan yang mungkin sudah mulai tidak harmonis.

ya dari proses inilah kita mulai untuk memperbaiki itu, dan jalan yang ditempuh adalah dengan memperbaiki hubungan struktural kelembagaan. memang bisa dengan jalan lama, dengan senior tetap campur tangan dalam rangkaian kegiatan seperti probinmaba dan urusan lembaga lainnya, tapi jika dipikirkan lebih lanjut, intervensi bisa jadi bukan alternatif terbaik, jika perbaikan dijalankan melalui jalan yg kurang baik, akankah hasilnya menjadi baik?

disisi yang lain lagi, banyak sekali kekurangan, kesalahan, dan keburukan masa lalu dari angkatan sebelumnya ke angkatan dibawahnya yang diulang-ulang hingga sekarang, dan bukankah ini sudah waktunya kita untuk menghentikan itu? toh jika dilanjutkan, kapan lagi kita bisa menghentikan dosa-dosa struktural itu?

banyak keinginan dari teman-teman senior sendiri yang berkaitan dengan apa yang mereka inginkan terhadap generasi yang baru masuk, apa yang ingin mereka berikan, dan apa yang ingin mereka arahkan dan apa yang ingin mereka pahamkan kepada maba. dan bisa jadi sekarang kami sedang mencoba untuk menahan hasrat untuk mempercepat proses perbaikan generasi tersebut. toh kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan.

ah tapi bagaimanapun juga, sekali lagi setiap orang akan selalu memiliki persepsi yang berbeda-beda, dan juga solusi yang berbeda untuk setiap masalah yang ada. saya pribadi tentunya tidak aka semudah itu lepas tangan terhadap apa yang akan terjadi terhadap junior-junior di jurusan “tercinta” itu, tapi mari kita mulai diskusi dengan cara yang lebih baik lagi. dan mencari solusi yang jauh lebih baik.