Tak Pernah Siap

Tetiba suasana hati berubah sedemikian rupa saat mendapat kabar jika ibunda seorang kawan terdekat berpulang subuh tadi.

Dan iya, kabarnya baru masuk jam 9 malam tadi.

Jadi lebih sedih karena tidak mendapat kabar ini lebih cepat, meski sang kawan sendiri yg mengabarkan.

Ah, tak mungkin pula aku bisa hadir saat pemakaman. Ya, mungkin itu salah satu alasannya menunda.

Terakhir bertemu beliau lebaran lalu, sembari berbaring di tempat tidurnya, beliau malah meminta maaf karena tidak bisa menyediakan masakan untuk kami seperti biasanya.

Dan saat itu aku bilang, seusai meminta maaf, menjadi sehat lebih penting daripada sekedar masakan sembari terus mengajak beliau terus berdoa dan berusaha.

Tak pernah ada kata siap untuk kehilangan. Kehilangan apapun itu.

Dan aku pun tak siap dan tak pernah menyiapkan diri untuk menerima kabar seperti ini.

Meski memang setiap manusia pasti berpulang, hanya tak tahu kapan gilirannya datang.

Selamat jalan …

Published by

Alit Mahendra Bramantya

A half time blogger, a ‘part’ time coder, and (not) a full time father (yet). Complicatedly simple and not another internet presence enthusiast. Currently working as web application developer and analytics analyst.