Jan

11

Mungkin saya memang bodoh..

Posted in : catatan hari ini | 12 Comments |

Sorry mom, i know itz not a best present for your birthday

Mungkin saya memang bodoh, kurang jeli, semaunya sendiri, terlalu keras kepala, atau yang lainnya. tapi bagaimanapun ini adalah tempat yang saya pilih ketika saya memutuskan untuk mengejar cita-cita saya dan menantang kota jakarta, bekerja di sebuah tim kecil, berhenti, dan sekarang menjadi pekerja lepas.

dari awal dulu saat kuliah, saya memang tidak pernah berpikiran untuk bekerja disebuah perusahaan manufaktur konvensional atau mungkin perusahaan negara. dan hingga saat ini, saya masih mencoba teguh dengan pendirian saya.

sesampainya di jakarta, menikmati beberapa hari pertama bekerja di sebuah tim IT kecil di sebuah lingkaran yang baru, bertemu dengan orang2 dan dunia yang benar2 baru, membuat saya sedikit terpana, dunia itu tidak pernah saya masuki atau baca, hm.. memang benar pepatah ‘don’t just a book by its cover’. dan saya mendapatkan banyak bahan pelajaran disana.

tapi lambat laun saya mulai menyadari satu hal, ada yang salah disini, beberapa eksplorasi yang dilakukan dari hari kehari mulai menampakkan hasilnya. ’sesuatu tidak akan berdiri tegak tanpa pondasi yang kuat’, itu kesimpulan saya pada saat itu.

dengan terlalu banyaknya bagian yang masih di-’cacat’-i, selalu ada batas waktu untuk menahan keluh kesah ataupun sekedar komplain, dan saya terlalu pede ketika sang atasan meng-iya-kan masalah tersebut dan berpikir ulang tentang desain kapal yang sedang saya naiki. so? is it my way outta here? jump off the boat? but.. wait a minute…

saya kembali berpikir ulang ketika dia mengeluarkan beberapa opsi mulai dari sekedar pelampung, ataupun kapal yang lebih kokoh, dan menurut saya saat itu, ketika kapal ini tidak punya rangka yang kuat dan kita tidak punya perbekalan yang cukup untuk melanjutkan perjalanan, haruskah kita tambatkan dulu kapal ini dan mulai berlayar dengan kapal yang lainnya?

dan akhirnya, setelah 3 bulan berjalan, kami memutuskan untuk menonaktifkan kapal itu untuk sementara, dan mencoba mencari kapal baru untuk sekedar berteduh.

liburan akhir tahun yang mencengangkan buat orang tua dan saudara2 saya ketika saya bilang ‘bulan depan aku ga kerja lagi’. saya menyadarai kekecewaan mereka karena saya tidak mau menuruti mereka ketika mereka meminta saya bekerja disebuah instansi. karena saya masih berteguh pada konsistensi saya untuk menjaga komitmen saya pada saat itu.

sebuah titik berat juga ketika saya harus menyampaikan sisi pemikiran saya tentang cita-cita membangun bangsa dari sekedar usaha kecil, dan tidak hanya menjadi sekedar zombie di perusahaan penjajah, dan inilah saya sekarang, mencoba menetapkan satu kaki di lingkaran pekerja lepas, dan mencoba mencari pijakan untuk satu kaki yang mungkin dapat menyenangkan hati mereka yang saya cintai.

dengan segala detil yang ada disekeliling, kadang keadaan ini menjadi cukup berat dan menyulitkan, namun bagaimanapun juga ini adalah langkah yang telah saya ambil dengan penuh kesadaran, dan saya masih ingin menunjukkan konsistensi disini, dan bila saatnya nanti saya berubah haluan, saya berharap saya benar-benar menyadarinya dan sama sekali tidak terpaksa.

so.. you may hire me at : alit [at] alitmahendra [dot] com :)

Oct

30

Nasionalisme itu kosong tanpa makna …

Posted in : Inspirasi dan Motivasi, catatan hari ini | 4 Comments |

… sampai kita mengisinya dengan gagasan, sikap kritis, inisiatif, pengalaman, dan harapan akan masa depan …

itulah yang tertulis di website Aliansi Menjadi Indonesia, sebuah Aliansi strategis dibangun sebagai hubungan kerjasama erat antar organisasi dengan tujuan besar yang satu, Indonesia Jaya.

Film pendek “Menjadi Indonesia dengan Hati” ini adalah pesan bahwa ada banyak hal bisa kita lakukan untuk Indonesia. Mulai dari diri sendiri, mulai dari komunitas terdekat, maka kebaikan itu akan membesar dan membesar, menciptakan gelombang perubahan. (diambil dari deskripsi film di youtube)

saya sendiri cukup paham dengan apa yang coba diangkat oleh mereka, ketika Bangsa ini sudah tidak lagi berkecimpung dengan perang dan kemerdekaan, nasionalisme harusnya menjadi wacana yang basi.. tapi masih banyak manusia-manusia yang berfikir bahwa bangsa ini masih butuh suatu pemersatu dengan nama “Nasionalisme”, apakah mungkin pemersatu bangsa itu tidak pernah benar-benar kita miliki?

saya mencintai bangsa ini, sangat ingin melakukan banyak hal untuknya, dan seperti yang saya tulis di tulisan saya sebelumnya.. I’m an onliners.. “Dan saya akan membuat Indonesia bangga dengan apa yang saya buat di dunia Online..”

Dan apa yang akan anda lakukan untuk indonesia?

ada yang memar, kagum banggaku, malu membelenggu
ada yang mekar, serupa benalu, tak mau temanimu

lekas, bangun tidur berkepanjangan
menyatakan mimpimu
cuci muka biar terlihat segar
merapikan wajahmu
masih ada cara menjadi besar

ada yang runtuh, tamah ramahmu.. beda teraniaya
ada yang tumbuh, iri dengkimu.. cinta pergi kemana?

memudakan tuamu.. menjelma dan menjadi indonesia
(efek rumah kaca – menjadi indonesia)

Page 2 of 82«12345»...Last »