<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alit Mahendra Bramantya &#187; Web Development</title>
	<atom:link href="http://alitmahendra.com/category/web-development/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alitmahendra.com</link>
	<description>The Works and Thoughts of . . .</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Jun 2010 02:10:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Open Graph Protocol dan Perjalanan Menuju Semantic Web</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2010/05/06/open-graph-protocol-dan-perjalanan-menuju-semantic-web/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2010/05/06/open-graph-protocol-dan-perjalanan-menuju-semantic-web/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 07:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitmahendra.com/?p=534</guid>
		<description><![CDATA[sejak diperdengarkan pada tahun 2001, semantic web yang dicanangkan sebagai web 3.0, mencoba mengedepankan konsep yang bertumpu pada dua hal, tentang sebuah format atau pola umum untuk integrasi dan kombinasi data yang diambil dari berbagai sumber, sehingga sebuah website tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat tukar menukar informasi secara langsung, tapi juga berfungsi untuk merekam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.w3.org/2001/sw/"><img class="  alignleft" title="Semantic Web" src="http://www.w3.org/Icons/SW/sw-horz.png" alt="Semantic Web" width="156" height="48" /></a></p>
<p>sejak diperdengarkan pada tahun 2001, <a title="http://www.w3.org/2001/sw/" href="http://www.w3.org/2001/sw/">semantic web</a> yang dicanangkan sebagai web 3.0, mencoba mengedepankan konsep yang bertumpu pada dua hal, tentang sebuah format atau pola umum untuk integrasi dan kombinasi data yang diambil dari berbagai sumber, sehingga sebuah website tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat tukar menukar informasi secara langsung, tapi juga berfungsi untuk merekam bagaimana data tersebut memiliki relasi dengan objek didunia nyata.</p>
<p>yang pada akhirnya memungkinkan seseorang atau mesin sekalipun, untuk mencari sesuatu pada sebuah database, dan kemudian menemukan kemungkinan untuk memperluas pencariannya ke sejumlah database yang bisa jadi tidak terbatas yang tidak terkoneksikan secara langsung, tapi terkoneksikan karena hal yang sama.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 354px"><a href="http://www.w3.org/Talks/2002/10/16-sw/slide7-0.html"><img class=" " title="all about data relation" src="http://www.w3.org/Talks/2002/10/16-sw/semanticweb.png" alt="all about data relation, source : w3c" width="344" height="323" /></a><p class="wp-caption-text">all about data relation, source : w3c</p></div>
<p>contoh sederhananya seperti ini, <a title="http://www.w3.org/2001/sw/" href="http://www.w3.org/2001/sw/">semantic  web</a> memungkinkan hasil pencarian dari kata kunci &#8220;dokter gigi&#8221;, adalah sejumlah dokter gigi yang praktek di sekitar rumah kita, dokter gigi yang merupakan teman kita, dan dokter gigi yang sedang membuka praktek disaat kita melakukan pencarian.</p>
<p>sudah hampir 4 tahun lalu saya mulai membaca tentang apa itu <a title="http://www.w3.org/2001/sw/" href="http://www.w3.org/2001/sw/">semantic  web</a>, dan hampir 4 tahun itu juga saya tidak menemukan sebuah titik terang akan bergeraknya konsep ini menjadi kenyataan sampai akhirnya <a title="facebook.com" href="http://facebook.com">facebook</a> memperkenalkan <a title="http://www.opengraphprotocol.org/" href="http://www.opengraphprotocol.org/">Open Graph Protocol</a>.</p>
<blockquote><p><a href="http://twitter.com/alitmahendra/status/13423258921">tweet[]</a> : will facebook&#8217;s open graph bring the idea of  semantic web become real?</p></blockquote>
<p><a title="http://developers.facebook.com/docs/opengraph" href="http://developers.facebook.com/docs/opengraph">Open graph protocol</a> memungkinkan user untuk mengintegrasikan halaman web ke social graph. Yang akhirnya memungkinkan sebuah halaman facebook pages menjadi tempat berkumpulnya data maupun informasi yang berhubungan dengan user, mulai dari lokasi, hobi, dan mungkin juga interest.</p>
<p>menurut saya hal ini mirip dengan konsep <a title="http://www.w3.org/2001/sw/" href="http://www.w3.org/2001/sw/">semantic  web</a> atau si web 3.0 tentang bagaimana world wide web menjadi sebuah database yang sangat besar dan bagaimana data dan dokumen dapat diolah, dilihat, dicari, dan dimodifikasi menjadi informasi yang merepresentasikan hubungan antar objek-objek didalam jaringan internet.</p>
<blockquote><p><a href="http://twitter.com/alitmahendra/status/13423607037">tweet[]</a> : about 4 years ago me start reading about semantic  web, and itz gettin&#8217; closer nowadays, do FB&#8217;s open graph using RDF?</p></blockquote>
<p>pada awalnya saya percaya bahwa platform utama yang akan bermain pada level semantic adalah search engine, dan pastinya akan mengarah kepada google (which is according to me, we don&#8217;t have any other choice by then), namun seiring berjalannya waktu, saya mulai ragu dengan bergerak lambannya google menuju era <a title="http://www.w3.org/2001/sw/" href="http://www.w3.org/2001/sw/">semantic  web</a>, dan titik terang itu muncul ketika si empunya facebook memperkenalkan facebook open graph, yang mana didukung dengan ilustrasi yang mirip dengan apa yang diinginkan oleh semantic web.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 597px"><a href="http://developers.facebook.com/docs/opengraph"><img class=" " title="Open Graph protocol" src="http://developers.facebook.com/images/devsite/open-graph.png" alt="Open Graph protocol" width="587" height="157" /></a><p class="wp-caption-text">Open Graph protocol, source: Facebook Developers</p></div>
<p>inisialisasi yang dilakukan oleh facebook sebenarnya akan bertumpu pada berkembangnya tombol &#8220;like&#8221;, sebuah tombol baru yang menggantikan tombol &#8220;become a fan&#8221; dan tombol &#8220;share to FB&#8221;, penggunaan tombol &#8220;like&#8221; yang diikuti dengan penambahan beberapa metadata tertentu yang berbasis pada RDFa, akan memungkinkan data dari sebuah halaman web untuk diterjemahkan kedalam banyak format, karena metadata yang ditambahkam pun dapat mencantumkan banyak sekali atribut, mulai dari informasi kontak, lokasi, hingga jenis dari objek yang diterjemahkan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.w3.org/2001/sw/"><img title="“layercake” diagram" src="http://www.w3.org/2007/03/layerCake-small.png" alt="“layercake” diagram, source: w3c" width="300" height="315" /></a><p class="wp-caption-text">&quot;layercake&quot; diagram, source: w3c</p></div>
<p>dan bagaimana kemudian hal ini bisa mewujudkan &#8220;we semantically connected?&#8221;, saya rasa masih banyak yang harus digali, karena RDFa sendiri masih salah satu item dari dasar terwujudnya semantic web, karena disana masih ada OWL, SPARQL, LOD, dan bagaimana perkembangan AI search engine yang kemudian dapat menggabungkan informasi yang terkait dan memberikan suggestion yang paling tepat pada user.</p>
<blockquote><p><a href="http://twitter.com/alitmahendra/status/13430081538">tweet[]</a> : imho, to implement semantic web, we need a search  engined style platform to connect and learn all the information, will it  be FB or google?</p></blockquote>
<p>itz a nice start, but itz still a long way to go.. can&#8217;t wait to see it coming anyway..</p>
<p>referensi:</p>
<ul>
<li>http://opengraphprotocol.org/</li>
<li>http://developers.facebook.com/docs/opengraph</li>
<li>http://www.w3.org/2001/sw/</li>
<li>http://www.w3.org/Talks/2002/10/16-sw/slide1-0.html</li>
<li>http://www.w3.org/2001/sw/wiki/Main_Page</li>
<li>http://www.w3.org/2009/Talks/0829-Nanjing-IH/Tutorial.pdf</li>
<li>http://www.w3.org/2009/Talks/0830-Nanjing-IH/Talk.pdf</li>
<li>http://en.wikipedia.org/wiki/Semantic_Web</li>
<li>http://en.wikipedia.org/wiki/Web_Ontology_Language</li>
<li>http://en.wikipedia.org/wiki/Resource_Description_Framework</li>
<li>http://en.wikipedia.org/wiki/RDFa</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2010/05/06/open-graph-protocol-dan-perjalanan-menuju-semantic-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bekerja dalam kerangka</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2010/01/20/bekerja-dalam-kerangka/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2010/01/20/bekerja-dalam-kerangka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 13:20:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>
		<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitmahendra.com/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[disclaimer : saya bicara tentang php, bukan bahasa yang lain, segala perspektif yang ada disini bersifat subyektif dan tidak bermaksud untuk menyinggung pihak lain, berbeda pendapat? tentu sangat diperbolehkan. sebuah kerangka, akan saya artikan seperti sebuah batasan-batasan, yang bisa jadi akan membatasi langkah, gerak, imajinasi, dan mungkin pula solusi, membuat kita terkurung dengan bahan-bahan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>disclaimer : saya bicara tentang php, bukan bahasa yang lain, segala perspektif yang ada disini bersifat subyektif dan tidak bermaksud untuk menyinggung pihak lain, berbeda pendapat? tentu sangat diperbolehkan.</p>
<p>sebuah kerangka, akan saya artikan seperti sebuah batasan-batasan, yang bisa jadi akan membatasi langkah, gerak, imajinasi, dan mungkin pula solusi, membuat kita terkurung dengan bahan-bahan yang telah ditentukan.</p>
<p>beberapa pekerjaan terakhir saya mengharuskan saya &#8216;bermain&#8217; atau berurusan dengan framework php, framework sendiri bisa diartikan sebagai kerangka kerja pemrograman, dimana seorang programmer cukup menggunakan library-library yang telah tersedia, untuk mempermudah proses pembuatan program.</p>
<p>sebenarnya dari awal saya mendengar kata framework dan apa gunanya, saya sudah berfikir untuk tidak menggunakan framework, alasan saya saat itu adalah karena &#8216;setiap orang punya cara dan metode pendekatan yang berbeda&#8217; dan yang lebih sederhana adalah alasan &#8216;saya ingin membuat sesuatu dengan cara saya, ngapain ikut cara orang lain?&#8217;</p>
<p>tapi pekerjaan yang akhirnya membuat saya bersentuhan dengan framework, dan saat menggunakannya hingga pekerjaan itu hampir selesai, saya masih saja berfikir &#8216;apa sih gunanya nih framework?&#8217;, karena bagi saya penggunaan framework ini buang-buang tenaga, kenapa?</p>
<p>begini, framework selalu menyertakan banyak library, class, function, method dan lain sebagainya, dan sering kali dari sekian banyak fitur yang ada, tidak semua digunakan, dan mungkin fitur yang ada tidak bisa memnuhi kebutuhan sehingga programmer harus menambahkan plugin atau fungsi baru.</p>
<p>proses ini lah yang akhirnya membuat saya berfikir bahwa ini buang-buang tenaga, dan sebenarnya bukan hanya tenaga saja yang dibuang, tapi juga space hosting yang ada, sesederhana kalo saya hanya butuh space 5MB untuk program saya, kenapa harus menghabiskan 20MB karena pake framework. dan ini bukan hanya soal space, mengingat bagaimana cara menggunakan php dengan Object Oriented Programming, tentu proses loading banyak library akan mempengaruhi loading program utamanya.</p>
<p>belum lagi, perkembangan framework yang digunakan diseluruh dunia dan tidak pernah adanya buatan manusia yang sempurna, maka apabila ada yang bisa menembus pertahanan pusat framework di satu tempat, maka pengguna framework dengan tipe dan versi yang sama, akan memiliki kerentanan terhadap serangan yang sama pula.</p>
<p>ya memang, bisa saja ini hanya terjadi di php, dan bisa jadi framework untuk bahasa pemrograman yang lain bisa lebih efisien. hmm.. teman-teman saya sesama programmer selalu mendengungkan bahwa dengan framework, apa yang kita bikin nantinya bisa di re-use alias dipake lagi dikemudian hari, dan jawaban saya pun sederhana &#8216;selama ini saya selalu pake source saya yang dulu-dulu koq :p&#8217;</p>
<p>ada yang bilang juga kalo framework akan sangat berguna untuk era kolaborasi sekarang ini, dimana sebuah project bisa dikerjakan oleh banyak programmer yang ada dibanyak tempat pada saat yang bersamaan, dan dengan framework, para programmer tersebut tidak perlu susah-susah untuk berargumentasi mengenai apa dan bagaimana rangka awal sebuah fitur dibuat.</p>
<p>tapi itu juga masih bisa dibantah, karena kembali lagi setiap orang memiliki cara pemikiran dan pendekatan yang berbeda tentang apa dan bagaimana sesuatu itu dibuat, dan bisa jadi pada akhirnya titik temu dari pendekatan yang berbeda itu memutuskan untuk tidak lagi menggunakan framework.</p>
<p>saya tidak menyarankan penggunaan framework bagi mereka yang baru atau sedang belajar pemrograman, daripada belajar framework, lebih baik meluangkan waktu lebih banyak untuk mempelajari algoritma, logika, struktur pemrograman,  dan banyak latihan membuat program sendiri. membuat program sendiri? ya.. karena dengan merasakan sulit hingga mudahnya membuat program sendiri, sedikit banyak akan memberikan modal yang lebih sebelum menginjak kepada kolaborasi pemrograman hingga nantinya menggunakan framework.</p>
<p>kalo saya? saya lebih senang menggunakan model tailor made software dari pada framework based software, bukan karena tidak suka atau tidak mau, tetapi lebih karena sebuah aplikasi itu selalu unik, dan akan selalu membutuhkan perlakuan yang unik pula..</p>
<p>hmm.. dan karena suatu saat saya akan membuat framework saya sendiri, dan saya sudah melakukannya dari beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>so.. happy coding <img src='http://alitmahendra.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2010/01/20/bekerja-dalam-kerangka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seberapa Penting XHTML/CSS valid itu?</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2009/10/08/seberapa-penting-xhtmlcss-valid-itu/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2009/10/08/seberapa-penting-xhtmlcss-valid-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 03:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitmahendra.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[saya inget pertanyaan ini pernah ditanyakan ke saya oleh salah seorang kawan yang kala itu sedang belajar HTML dengan table dan ingin mencoba XHTML/CSS tableless. saat itu saya cuman bisa menjawab &#8220;ini soal kredibilitas dan aksesibilitas&#8221;. &#8220;kredibilitas&#8221; dalam artian kemampuan seorang pekerja web untuk membuat web sesuai dengan aturan yang berlaku dan &#8220;aksesibilitas&#8221; dalam maksud [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya inget pertanyaan ini pernah ditanyakan ke saya oleh salah seorang kawan yang kala itu sedang belajar HTML dengan table dan ingin mencoba XHTML/CSS tableless. saat itu saya cuman bisa menjawab &#8220;ini soal kredibilitas dan aksesibilitas&#8221;.</p>
<p>&#8220;kredibilitas&#8221; dalam artian kemampuan seorang pekerja web untuk membuat web sesuai dengan aturan yang berlaku dan &#8220;aksesibilitas&#8221; dalam maksud tampilan yang sama pada browser yang berbeda.</p>
<p>namun akhirnya saya mendapatkan jawaban yang lain untuk soal ini, menurut <a title="http://zam.web.id" href="http://zam.web.id">mas Zam</a> yang bikin even “<a title="http://zam.web.id/2009/10/07/lewat-twitter-zamdesign-membuka-tanya-jawab-xhtmlcss-web-design-usability/" href="http://zam.web.id/2009/10/07/lewat-twitter-zamdesign-membuka-tanya-jawab-xhtmlcss-web-design-usability/">Lewat Twitter @zamdesign Membuka Tanya Jawab (Sharing) XHTML/CSS Web Design &amp; Usability</a>” jawaban dari pertanyaan diatas adalah :</p>
<ol>
<li><a title="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4696894863" href="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4696894863">2a)</a> sangat membantu dalam cross-browser dan cross-platform. XHTML/CSS valid mengurangi jumlah error dan bug</li>
<li><a title="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4697007663" href="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4697007663">2b)</a> bagus untuk SEO. Struktur XHTML/CSS yang valid dan rapi lebih mudah ter-index oleh mesin pencari</li>
<li><a title="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4697108341" href="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4697108341">2c)</a> mempercepat loading halaman dan menghemat space hosting. XHTML/CSS valid meminimalisasi tag-tag yg tdk perlu</li>
<li><a title="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4697411154" href="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4697411154">2d)</a> memudahkan dalam maintain dan redesain. Struktur XHTML/CSS valid dan rapi mudah dipelajari perlu terutama dalam kerja tim</li>
<li><a title="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4697510605" href="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4697510605">2e)</a> lebih profesional dan mampu bersaing. web developer dengan karya web yg valid XHTML/CSS akan memiliki nilai lebih</li>
</ol>
<p>yay *happy*.. inilah jawaban yang saya tunggu, at least sekarang saya punya kata-kata yang tepat dan data yang lebih apabila ada pertanyaan sama datang pada saya di waktu yang lain.</p>
<p>kemudian pada saat yang sama saya jadi ingat pertanyaan berikutnya dari kawan saya itu &#8220;emang XHTML/CSS valid itu harus ya?&#8221; hm.. kalo yang ini belum saya tanyakan sama mas Zam, mungkin lain waktu, hehe.. tapi saat itu saya cuman mengembalikan ke jawaban saya yang &#8220;kredibilitas&#8221;. XHTML/CSS valid adalah standar dokumen web yang digunakan diseluruh dunia, dan dengan segala kemudahan tingkatan validasinya, tentu kembali ke diri kita masing-masing mau mengikuti aturan umum tersebut atau bikin aturan sendiri. hehe..</p>
<p>mungkin validasi atau apapun itu terasa sepele dan remeh, tapi menurut saya sih ini modal awal harus dimiliki seorang pekerja web. CMIIW..</p>
<p>sekali lagi.. terima kasih <a title="http://twitter.com/zamdesign" href="http://twitter.com/zamdesign">mas Zamdesign</a> atas jawabannya <img src='http://alitmahendra.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden;width: 1px;height: 1px">http://twitter.com/zamdesign/statuses/4696894863</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2009/10/08/seberapa-penting-xhtmlcss-valid-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Multi Blog dengan Plugin WP</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2009/10/07/manajemen-multi-blog-dengan-plugin-wp/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2009/10/07/manajemen-multi-blog-dengan-plugin-wp/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>
		<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitmahendra.com/2009/10/07/manajemen-multi-blog-dengan-plugin-wp/</guid>
		<description><![CDATA[posting ini tidak dibuat dari web ini, tapi dari web lain. dengan plugin wordpress &#8220;Kish Multi WP&#8221; kita bisa melakukan manajemen beberapa alamat blog dengan menggunakan wordpress dari satu alamat saja, interface cukup sederhana dan mudah untuk dioperasikan, walaupun memang belum terlalu cantik penataannya. lebih lengkapnya bisa dilihat di : Plugin Directory Plugin Homepage * [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>posting ini tidak dibuat dari web ini, tapi dari web lain. dengan plugin wordpress &#8220;Kish Multi WP&#8221; kita bisa melakukan manajemen beberapa alamat blog dengan menggunakan wordpress dari satu alamat saja, interface cukup sederhana dan mudah untuk dioperasikan, walaupun memang belum terlalu cantik penataannya. lebih lengkapnya bisa dilihat di :</p>
<ul>
<li><a title="plugin kish multi" href="http://wordpress.org/extend/plugins/kish-multi/">Plugin Directory</a></li>
<li><a title="plugin home page" href="http://www.kisaso.com/technology/wordpress-plugin-to-manage-multiple-blogs-initial-version-released/">Plugin Homepage</a></li>
</ul>
<p>* ini sekalian test post (berhasil ga ya?)</p>
<p>** update : ternyata berhasil dan bisa cross posting juga <img src='http://alitmahendra.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>sek.. sek.. ini aku yang baru tau apa gimana ya? a.. entahlah.. hehe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2009/10/07/manajemen-multi-blog-dengan-plugin-wp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Design and Details . . .</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2009/02/06/design-and-details/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2009/02/06/design-and-details/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 22:18:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi dan Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitmahendra.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[Hanya para pembangun web yang beruntunglah yang sesungguhnya membuat website sepanjang hari dan mungkin setiap hari. kebanyakan para pembuat website lain masih bekerja paruh waktu sebagai proofers, manajer proyek, ahli usability (kegunaan), kritikus desain, perancang navigasi, tutor untuk penulis, dan ahli di bidang yang berhubungan dengan website secara umum. Hal kecil yang mengarah ke keberhasilan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hanya para pembangun web yang beruntunglah yang sesungguhnya membuat website sepanjang hari dan mungkin setiap hari. kebanyakan para pembuat website lain masih bekerja paruh waktu sebagai proofers, manajer proyek, ahli usability (kegunaan), kritikus desain, perancang navigasi, tutor untuk penulis, dan ahli di bidang yang berhubungan dengan website secara umum.</p>
<p><strong>Hal kecil yang mengarah ke keberhasilan</strong></p>
<p>ketika para website desainer dan website developer memikirkan satu-demi satu detil dari sebuah project, mereka harus berpikir kritis dan analitis. demi mencapai sebuah solusi terbaik yang berasal dari kedua belah sisi otak, yang di bangun dari sisi bagaimana dan sisi mengapa.</p>
<p>agar menjadi benar-benar besar dan berhasil, kita harus memahami motivasi dari klien kita, menjaga secara konstan komunikasi dua arah dengan orang-orang yang teramat tidak kreatif, bekerja keras dengan file-file fotokopi dan bagaimana keahlian kita dapat memunculkannya dengan elemen tampilan visual, dan mencoba meramalkan bagaimana hasil keseluruhanya dapat jauh lebih baik daripada jumlah dari repihan dan kepingan yang berjam-jam coba kita kumpulkan. dan semua faktor ini saling berhubungan untuk mencapai produk yang sesungguhnya.</p>
<p>Para profesional yang kreatif yang dapat melihat semua sudut dari proyek adalah orang yang akhirnya berhasil dalam industri ini. Mereka memenangkan penghargaan, mendapatkan promosi, dan mendapatkan penghasilan, tetapi yang paling penting adalah mereka mengembangkan reputasi untuk memperhatikan hingga detil, untuk menempatkan pribadi dan berupaya memastikan semua hal-hal kecil itu berada di tempat mereka untuk membuat produk akhir menjadi semakin sempurna.</p>
<p>note : dicuplik dan diterjemahkan secara kurang seksama dari <a title="The Details That Matter" href="http://alistapart.com/articles/thedetailsthatmatter">A List Apart Magazine</a></p>
<p>setiap pekerjaan pasti membutuhkan pengetahuan dan ketelatenan tentang detil-detil yang ada, demikian juga ketika bekerja dengan website, detil yang harus diperhatikan tidak hanya yang berhubungan dengan tampilan visual saja, bukan hanya soal gambar, font, dan warna, tapi juga tentang tata letak, pemilihan, dan cara penulisan huruf dan kata.</p>
<p>karena website mungkin dapat membantu kita untuk saling mengerti satu sama lain <img src='http://alitmahendra.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2009/02/06/design-and-details/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perfect, Realis, atau Asal?</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2009/01/31/perfect-realis-atau-asal/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2009/01/31/perfect-realis-atau-asal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 21:01:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi dan Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Omong Kosong]]></category>
		<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitmahendra.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[sebuah percakapan setelah segala macam tambalan di pekerjaan terburu waktu itu selesai&#8230; &#8220;how? how? selesai sudah.. satisfied already??&#8221; &#8220;huh?? satisfied?.. huh.. of course not, not at all&#8221; &#8220;lha ya? koq gitu??&#8221; &#8220;hm&#8230; terkgandeng sih&#8230; mo liat dari sisi yang mana dulu&#8221; &#8220;maksudnya?&#8221; &#8220;jadi gini sob&#8230; jujur aku ga suka ama pekerjaan yang cuma punya timeline [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sebuah percakapan setelah segala macam tambalan di pekerjaan terburu waktu itu selesai&#8230;</p>
<p>&#8220;how? how? selesai sudah.. satisfied already??&#8221;<br />
&#8220;huh?? satisfied?.. huh.. of course not, not at all&#8221;<br />
&#8220;lha ya? koq gitu??&#8221;<br />
&#8220;hm&#8230; terkgandeng sih&#8230; mo liat dari sisi yang mana dulu&#8221;</p>
<p>&#8220;maksudnya?&#8221;<br />
&#8220;jadi gini sob&#8230; jujur aku ga suka ama pekerjaan yang cuma punya timeline super sedikit, emang cukup apa 3 hari buat nge-Up totally redesign website??&#8221;<br />
&#8220;haha.. lah buktinya selesai, uda Up juga kan?&#8221;<br />
&#8220;ya secara fisik sih emang udah Up, kalo mo realistis, i&#8217;ve done my part of the job, deadline uda gw penuhin, kerjaan selesai, fitur beres, tinggal nunggu bayaran&#8221;</p>
<p>&#8220;lah? bukanya emang gitu??&#8221;<br />
&#8220;hm&#8230; dunno why, ada yang bikin ga sreg, coz, semua yang instan itu biasanya kurang baik&#8221;<br />
&#8220;ya emang sih, lah trus dirimu maunya gimana?&#8221;<br />
&#8220;jah&#8230; kalo nurutin mau ya minimal minta waktu 1 bulan lah&#8230; &#8221;</p>
<p>&#8220;kenapa koq minimal 1 bulan? wong 3 hari juga beres&#8230;&#8221;<br />
&#8220;memang.. tapi selalu butuh waktu buat perfecting things sob&#8230; expect the unexpected itu ga bakal selesai dalam 1-2 hari, wong kadang 1-2 bulan aja juga belom tentu selesai&#8221;<br />
&#8220;perfecting things?? expect the unexpected???&#8221;<br />
&#8220;hehe.. sistem yang baik itu kan harus melalui perancangan yang matang, urusan gambar, coding, dsb itu gampang kalo perancangannya yahud.. expect the unexpected itu intinya antisipasi, antisipasi soal apa? ya semua yang berhubungan dengan sistem yang mo kita bangun lah.. whatever it is semua harus diusahakan buat perfect..&#8221;</p>
<p>&#8220;ya walaupun tidak ada yang sempurna di dunia ini&#8230; so?? harusnya gimana dunk??&#8221;<br />
&#8220;ya itu sih terkgandeng lagi sob&#8230; apa yang kamu cari waktu kamu ngerjain itu&#8230; duit? skill? or just killing time?&#8221;<br />
&#8220;eh??&#8221;<br />
&#8220;hehe&#8230; kalo gw sih&#8230; saking egoisnya gw.. gw ga mo ada kerjaan gw yang cacat, klo ga bagus gw bakal bilang ga bagus and gw bakal bilang gw butuh waktu buat ngebenerin itu.. lah kalo gw aja ga sreg gimana klien gw bisa hidup tenang ama kerjaan gw?&#8221;</p>
<p>&#8220;lah kalo klienmu oke-oke aja?&#8221;<br />
&#8220;ya itu mah lain soal&#8230; sampe sekarang sih gw ga suka ama barang yang asal jadi, realistis ama waktu, fee, and skill sih emang, tapi ga ada alasan untuk tidak membuat sebuah karya yang tidak sebaik mungkin&#8221;<br />
&#8220;emang lo ga butuh duit? kalo kerjaan cepet selese, trus ada kerjaan lagi kan pendapatanmu nambah juga?&#8221;<br />
&#8220;youp&#8230; benul banget tuh&#8230; cuman seperti banyak orang bijak bilang (bukan gw loh).. ada yang lebih berharga dari pada sekedar rupiah (<span style="text-decoration: line-through">dolar mungkin</span>).. dan gw lebih nyari kepuasan hati dari semua yang uda gw kerjain&#8221;</p>
<p>&#8220;y y y&#8230;.. lah kalo kerjaan yang uda Up di-utek2 terus bukanya ntar bikin orang yang ngakses kerepotan?&#8221;<br />
&#8220;ya yang namanya improvisasi, pengembangan, perbaikan, itu kan ga harus selalu kelihatan mata, ya pinter2nya kita lah.. kan kita ga bakal tau bug kalo ga ada report, kritik, saran, or dsb..&#8221;<br />
&#8220;emang butuh error report ama kritikan ya?&#8221;<br />
&#8220;ya pasti.. dari situ kita dapet ilmu baru, jangan salah.. perang antara developer sama bug tracker itu menarik lho.. bisa dibilang ajang uji skill masing-masing, ya sekali lagi karena tujuannya utnuk sistem yang lebih baik kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;y y y&#8230;&#8221;<br />
&#8220;yang penting kan berusaha untuk menyenangkan semua pihak, tidak salah langkah, tidak membuang waktu, dan tidak merugikan orang lain&#8230;&#8221;<br />
&#8220;hm.. bisa&#8230; bisa&#8230;.&#8221;</p>
<p>**) hm&#8230; kate ngomong &#8220;ojo gampang lego&#8221;, &#8220;ojo sekarepe dewe&#8221;, &#8220;ojo gampang ngeculno&#8221;, &#8220;lek kerjo seng ati-ati&#8221;, &#8220;lek ga ikhlas yo ikhlasno&#8221;, &#8220;lek ga trimo yo benakno&#8221; &#8220;kudu gelem introspeksi&#8221; &#8220;seng digawe iku utek dhisik, ojo ati dhisik&#8221; ae cek angel temen se . . . (<span style="text-decoration: line-through">lho akeh tiba&#8217;e</span>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2009/01/31/perfect-realis-atau-asal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My First WordPress Themes</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/12/10/my-first-wordpress-themes/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/12/10/my-first-wordpress-themes/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 17:49:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Web Development]]></category>
		<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitmahendra.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[akhirnya&#8230;. setelah beberapa waktu memutar otak dan berpacu dengan waktu disela-sela segala &#8216;kesibukan&#8217;, akhirnya saya berhasil membuat sebuah Themes WordPress dari hasil bongkar pasang stock photo-nya stock.xchng. desain html dan css-nya sebetulnya sudah selesai lumayan lama, benernya sih mau dipakai buat AMBER yang versi selanjutnya, tapi karena engine web ini diganti jadi wordpress, ya sekalian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>akhirnya&#8230;.</p>
<p>setelah beberapa waktu memutar otak dan berpacu dengan waktu disela-sela segala &#8216;kesibukan&#8217;, akhirnya saya berhasil membuat sebuah Themes <a title="http://wordpress.org" href="http://wordpress.org">WordPress</a> dari hasil bongkar pasang stock photo-nya <a title="http://sxc.hu" href="http://sxc.hu"><span class="l">stock.xchng</span></a><span class="l">.</span></p>
<p>desain html dan css-nya sebetulnya sudah selesai lumayan lama, benernya sih mau dipakai buat AMBER yang versi selanjutnya, tapi karena engine web ini diganti jadi <a title="http://mu.wordpress.org" href="http://mu.wordpress.org">wordpress</a>, ya sekalian aja desain itu dirubah jadi themes <a title="http://wordpress.org" href="http://wordpress.org">wordpress</a>.</p>
<p>sayangnya belum ada versi yang free download, hehehe. karena proses editing dan semacamnya masih belum selesai. however..</p>
<blockquote><p>welcome to the new <a title="alitmahendra.com" href="http://alitmahendra.com">alitmahendra.com</a></p></blockquote>
<p>and sekalian promo&#8230; hihihi&#8230;</p>
<blockquote><p><a title="http://works.alitmahendra.com" href="http://works.alitmahendra.com">http://works.alitmahendra.com</a></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/12/10/my-first-wordpress-themes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sakui Web Validator</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/09/15/sakui-web-validator/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/09/15/sakui-web-validator/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 21:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amber.alitmahendra.com/index.php/blog/detail/50</guid>
		<description><![CDATA[<p>kemaren dapat <a title="sakui web validator" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator">link</a> dari <a title="bang epat" href="http://epat.songolimo.net">bang epat</a>, setelah dibuka ternyata web itu bisa dipakai buat validasi web kita, dan penggunaannya juga lebih mudah daripada harus validasi satu-satu ke <a title="w3c" href="http://www.w3.org">w3c</a>.</p>

<p>"<a title="sakui" href="http://www.sakuiweb.com">Sakui</a> Web <a title="sakui web validator" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator/">Validator</a> is a free online website analysis tool. It tests the quality of your website and generates an online report, which details how to improve your website."</p>

<p>pertama nyoba kaget karena ratingnya rendah, padahal perasaan dulu dah di validasi ke <a title="w3c" href="http://www.w3.org">w3c</a>, dan setelah diperiksa lagi dan beberapa pembenahan kecil disana sini, hasil akhirnya untuk web ini adalah...</p>

<p><img src="http://upload.alitmahendra.com/08-09-14-21-44-41.jpg" alt="hasil tes sakui web validator" width="350" height="263" /></p>

<p>untuk hasil lengkapnya bisa dilihat <a title="validator result alitmahendra.com" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator/results/?url=alitmahendra.com">disini</a>, and what about your site?? <a title="sakui web validator" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator">wanna try</a>??? hehehe</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kemaren dapat <a title="sakui web validator" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator">link</a> dari <a title="bang epat" href="http://epat.songolimo.net">bang epat</a>, setelah dibuka ternyata web itu bisa dipakai buat validasi web kita, dan penggunaannya juga lebih mudah daripada harus validasi satu-satu ke <a title="w3c" href="http://www.w3.org">w3c</a>.</p>
<p>&#8220;<a title="sakui" href="http://www.sakuiweb.com">Sakui</a> Web <a title="sakui web validator" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator/">Validator</a> is a free online website analysis tool. It tests the quality of your website and generates an online report, which details how to improve your website.&#8221;</p>
<p>pertama nyoba kaget karena ratingnya rendah, padahal perasaan dulu dah di validasi ke <a title="w3c" href="http://www.w3.org">w3c</a>, dan setelah diperiksa lagi dan beberapa pembenahan kecil disana sini, hasil akhirnya untuk web ini adalah&#8230;</p>
<p><a href="http://alitmahendra.com/files/08-09-14-21-44-411.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-433" src="http://alitmahendra.com/files/08-09-14-21-44-411.jpg" alt="08-09-14-21-44-41" width="350" height="263" /></a></p>
<p>untuk hasil lengkapnya bisa dilihat <a title="validator result alitmahendra.com" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator/results/?url=alitmahendra.com">disini</a>, and what about your site?? <a title="sakui web validator" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator">wanna try</a>??? hehehe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/09/15/sakui-web-validator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warna Sebagai Elemen Desain Web</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/08/09/warna-sebagai-elemen-desain-web/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/08/09/warna-sebagai-elemen-desain-web/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 16:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amber.alitmahendra.com/index.php/blog/detail/41</guid>
		<description><![CDATA[<p>ketika kita bicara tentang website, apa sih yang membuat sebuah website tampak menarik? apa yang membuat web itu banyak sekali dikunjungi orang? dari sekian banyak jawaban, maka dua jawaban teratas adalah desain dan konten dari website tersebut.</p>
<p>dan apakah komponen utama penilaian kita tentang visualisasi sebuah website? apakah jumlah gambar? sususan grafis dan art-nya kah? atau gabungan teks dan ilustrasinya? jika saya, maka yang pertama kali saya perhatikan adalah warna, walaupun saya juga bukan pengguna warna yang baik.</p>
<p>warna dari sebuah website dapat menarik pengunjung dan dapat pula mengusir pengunjung pergi. warna juga dapat membuat sebuah website tampak profesional atau tampak amatir.</p>
<p>sebuah website yang menawarkan web desain sebagai salah satu layananya yang diberikan, tidak akan dapat menarik banyak klien jika warna yang digunakan pada website mereka suram, membosankan atau tidak atraktif.</p>
<p>warna memegang persentase yang besar dalam urusan menarik perhatian pengunjung. why? karena warna adalah yang pertama kali menarik perhatian pengunjung sebelum mulai membaca tulisan, dan oleh karena itu, warna dapat langsung mempengaruhi keputusan pengunjung, akan tinggal atau pergi.</p>
<p>para pekerja web harus mengerti pentingnya pemilihan warna untuk memastikan bahwa mereka mnggunakan elemen desain ini secara efektif.</p>
<p>sebuah website tampak baik jika memiliki keselarasan warna. warna yang digunakan tidak boleh suram, gelap atau malah terlalu mencolok. warna yang telalu gelap atau terlalu terang akan membuat pengunjung membebani saat mengunjungi website tersebut.</p>
<p>ada beberapa aturan dasar yang harus digunakan dalam memilih atau menentukan warna dari website, antara lain :</p>
<ul>
<li>gunakan warna yang ringan dan menyejukkan. jangan menggunakan warna yang terlalu gelap atau terlalu terang yang dapat mempengaruhi penglihatan</li>
<li>teks warna hitam dengan background putih mungkin adalah kombinasi terbaik. jika anda tidak terlalu yakin dengan kombinasi warna yang anda gunakan, mungkin hitam dan putih adalah pilihan yang aman, dimana warna teks harus selalu lebih gelap dari background.</li>
<li>gunakan warna yang sesuai dengan warna logo perusahaan, jangan membuat logo terkesan berada diluar website. keselarasan warna dapat membuat pengunjung menghubungkan logo dengan perusahaan, atau mungkin menghubungkan website dengan perusahaan atau logo yang ada.</li>
<li>warna yang kontras adalah pilihan yang baik untuk teks dan background. hal ini akan membuat teks tampak jelas, dan gunakan warna-warna yang berkomplemen untuk mengkombinasikan warna untuk background.</li>
</ul>
<p>desain web menggabungkan beberapa elemen untuk saling bekerja sama dan membuat website tampil menarik dan profesional. dan dari sekian banyak elemen, satu yang seringkali kurang diperhatikan adalah pemilihan warna.</p>
<p>dan entah kita sedang berhubungan dengan klien atau sekedar mendesain untuk blog pribadi, tidak ada salahnya untuk selalu mempertimbangkan warna yang digunakan.</p>
<p>karena pemilihan warna yang berbeda akan selalu membawa perubahan yang berbeda.</p>
<p>diterjemahkan dan disimpulkan dengan kurang seksama dari <a title="www.npresence.net" href="http://www.npresence.net/Colour-As-A-Web-Design-Element.html">www.npresence.net</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ketika kita bicara tentang website, apa sih yang membuat sebuah website tampak menarik? apa yang membuat web itu banyak sekali dikunjungi orang? dari sekian banyak jawaban, maka dua jawaban teratas adalah desain dan konten dari website tersebut.</p>
<p>dan apakah komponen utama penilaian kita tentang visualisasi sebuah website? apakah jumlah gambar? sususan grafis dan art-nya kah? atau gabungan teks dan ilustrasinya? jika saya, maka yang pertama kali saya perhatikan adalah warna, walaupun saya juga bukan pengguna warna yang baik.</p>
<p>warna dari sebuah website dapat menarik pengunjung dan dapat pula mengusir pengunjung pergi. warna juga dapat membuat sebuah website tampak profesional atau tampak amatir.</p>
<p>sebuah website yang menawarkan web desain sebagai salah satu layananya yang diberikan, tidak akan dapat menarik banyak klien jika warna yang digunakan pada website mereka suram, membosankan atau tidak atraktif.</p>
<p>warna memegang persentase yang besar dalam urusan menarik perhatian pengunjung. why? karena warna adalah yang pertama kali menarik perhatian pengunjung sebelum mulai membaca tulisan, dan oleh karena itu, warna dapat langsung mempengaruhi keputusan pengunjung, akan tinggal atau pergi.</p>
<p>para pekerja web harus mengerti pentingnya pemilihan warna untuk memastikan bahwa mereka mnggunakan elemen desain ini secara efektif.</p>
<p>sebuah website tampak baik jika memiliki keselarasan warna. warna yang digunakan tidak boleh suram, gelap atau malah terlalu mencolok. warna yang telalu gelap atau terlalu terang akan membuat pengunjung membebani saat mengunjungi website tersebut.</p>
<p>ada beberapa aturan dasar yang harus digunakan dalam memilih atau menentukan warna dari website, antara lain :</p>
<ul>
<li>gunakan warna yang ringan dan menyejukkan. jangan menggunakan warna yang terlalu gelap atau terlalu terang yang dapat mempengaruhi penglihatan</li>
<li>teks warna hitam dengan background putih mungkin adalah kombinasi terbaik. jika anda tidak terlalu yakin dengan kombinasi warna yang anda gunakan, mungkin hitam dan putih adalah pilihan yang aman, dimana warna teks harus selalu lebih gelap dari background.</li>
<li>gunakan warna yang sesuai dengan warna logo perusahaan, jangan membuat logo terkesan berada diluar website. keselarasan warna dapat membuat pengunjung menghubungkan logo dengan perusahaan, atau mungkin menghubungkan website dengan perusahaan atau logo yang ada.</li>
<li>warna yang kontras adalah pilihan yang baik untuk teks dan background. hal ini akan membuat teks tampak jelas, dan gunakan warna-warna yang berkomplemen untuk mengkombinasikan warna untuk background.</li>
</ul>
<p>desain web menggabungkan beberapa elemen untuk saling bekerja sama dan membuat website tampil menarik dan profesional. dan dari sekian banyak elemen, satu yang seringkali kurang diperhatikan adalah pemilihan warna.</p>
<p>dan entah kita sedang berhubungan dengan klien atau sekedar mendesain untuk blog pribadi, tidak ada salahnya untuk selalu mempertimbangkan warna yang digunakan.</p>
<p>karena pemilihan warna yang berbeda akan selalu membawa perubahan yang berbeda.</p>
<p>diterjemahkan dan disimpulkan dengan kurang seksama dari <a title="www.npresence.net" href="http://www.npresence.net/Colour-As-A-Web-Design-Element.html">www.npresence.net</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/08/09/warna-sebagai-elemen-desain-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reinkarnasi atau Evolusi?</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/08/05/reinkarnasi-atau-evolusi/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/08/05/reinkarnasi-atau-evolusi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 21:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>
		<category><![CDATA[Woro-woro]]></category>
		<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amber.alitmahendra.com/index.php/blog/detail/40</guid>
		<description><![CDATA[<p>setiap har kita selalu berusaha untuk menjadi sosok yang lebih baik. mengingat status YM seorang <a title="Alan" href="http://alanstb.blogsome.com/">kawan</a> beberapa waktu yang lalu "kemaren adalah sejarah, esok adalah misteri, dan sekarang adalah hadiah, oleh karena itu disebut present".</p>

<p>esok selalu diupayakan menjadi lebih baik, namun tak selalu harapan yang menjadi kenyataan, masa lalu adalah sejarah, kadang selalu diingat, kadang sekedar diingat, dan kadang ada yang dengan mudahnya melupakan.</p>

<p>perubahan diri tak tentu menjadi lebih baik, kadang juga bisa menjadi lebih buruk, dan dari serangkaian catatan dan hasil kerja keras, kita bisa melihat hasil apa yang kita dapatkan dulu hingga apa yang kita miliki sekarang.</p>

<p>now we"re not talking about life, i wanna share about my achievement in web design and development :D, perjalanan membuat web sudah aku mulai sejak aku kelas 2 SMA, namun hampir tidak ada hasilku pada masa itu yang tersisa di harddisk.</p>

<p>belajar membuat web yang lebih baik aku mulai di RisTIE pada tahun 2003, bersama teman2 dan bimbingan kakak-kakakku aku mulai belajar, dari content, desain, photoshop, dreamweaver, hingga tentang programming.</p>

<p>belajar dan mengaplikasikannya langsung lah jalan yang aku ambil agar aku bisa dengan cepat mengejar ketertinggalanku. dan dimana riset web itu dimulai? tentunya aku mulai dari web pribadiku. coz i think jiak aku tidak bisa membuat yang untuk siriku sendiri, bagaimana aku bisa membuatnya untuk orang lain? hehehe</p>

<p>dan alhamdulillah, hasil belajar dalam bentuk web pribadi itu masih tersimpan rapi sampai sekarang, dan setelah melihatnya satu persatu, aku merasakan perubahan itu, dan semoga saja itu adalah perubahan yang lebih baik.</p>

<p>dan karena sudah ada hosting, aku ingin hasil itu dapat dilihat oleh mereka yang datang, dan semoga bisa menginspirasi untuk selalu mengembangkan kemampuan kita :D.</p>

<p>karena dari ketidak puasan atas hasil itu aku bisa sampai pada tahap ini. sebenarnya sebagian data masih tersimpan di <a title="itz on geocites" href="http://www.geocities.yahoo.com/all_itz/">Yahoo! Geocities</a>, namun sekarang aku menyimpan hampir semuanya dihosting ini.</p>

<p>and I proudly present :</p>

<h4 style="padding-left: 30px"><a title="Reinkarnasi" href="http://reinkarnasi.alitmahendra.com">http://reinkarnasi.alitmahendra.com</a></h4>

<p>di alamat diatas anda semua dapat melihat hasil belajar dan kerja keras saya dari awal saya belajar web sampai sekarang. dan semoga kita bisa selalu berreinkarnasi, dan berevolusi untuk menjadi yang jauh lebih baik daripada sekarang :D</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>setiap har kita selalu berusaha untuk menjadi sosok yang lebih baik. mengingat status YM seorang <a title="Alan" href="http://alanstb.blogsome.com/">kawan</a> beberapa waktu yang lalu &#8220;kemaren adalah sejarah, esok adalah misteri, dan sekarang adalah hadiah, oleh karena itu disebut present&#8221;.</p>
<p>esok selalu diupayakan menjadi lebih baik, namun tak selalu harapan yang menjadi kenyataan, masa lalu adalah sejarah, kadang selalu diingat, kadang sekedar diingat, dan kadang ada yang dengan mudahnya melupakan.</p>
<p>perubahan diri tak tentu menjadi lebih baik, kadang juga bisa menjadi lebih buruk, dan dari serangkaian catatan dan hasil kerja keras, kita bisa melihat hasil apa yang kita dapatkan dulu hingga apa yang kita miliki sekarang.</p>
<p>now we&#8221;re not talking about life, i wanna share about my achievement in web design and development <img src='http://alitmahendra.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , perjalanan membuat web sudah aku mulai sejak aku kelas 2 SMA, namun hampir tidak ada hasilku pada masa itu yang tersisa di harddisk.</p>
<p>belajar membuat web yang lebih baik aku mulai di RisTIE pada tahun 2003, bersama teman2 dan bimbingan kakak-kakakku aku mulai belajar, dari content, desain, photoshop, dreamweaver, hingga tentang programming.</p>
<p>belajar dan mengaplikasikannya langsung lah jalan yang aku ambil agar aku bisa dengan cepat mengejar ketertinggalanku. dan dimana riset web itu dimulai? tentunya aku mulai dari web pribadiku. coz i think jiak aku tidak bisa membuat yang untuk siriku sendiri, bagaimana aku bisa membuatnya untuk orang lain? hehehe</p>
<p>dan alhamdulillah, hasil belajar dalam bentuk web pribadi itu masih tersimpan rapi sampai sekarang, dan setelah melihatnya satu persatu, aku merasakan perubahan itu, dan semoga saja itu adalah perubahan yang lebih baik.</p>
<p>dan karena sudah ada hosting, aku ingin hasil itu dapat dilihat oleh mereka yang datang, dan semoga bisa menginspirasi untuk selalu mengembangkan kemampuan kita <img src='http://alitmahendra.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>karena dari ketidak puasan atas hasil itu aku bisa sampai pada tahap ini. sebenarnya sebagian data masih tersimpan di <a title="itz on geocites" href="http://www.geocities.yahoo.com/all_itz/">Yahoo! Geocities</a>, namun sekarang aku menyimpan hampir semuanya dihosting ini.</p>
<p>and I proudly present :</p>
<h4 style="padding-left: 30px"><a title="Reinkarnasi" href="http://reinkarnasi.alitmahendra.com">http://reinkarnasi.alitmahendra.com</a></h4>
<p>di alamat diatas anda semua dapat melihat hasil belajar dan kerja keras saya dari awal saya belajar web sampai sekarang. dan semoga kita bisa selalu berreinkarnasi, dan berevolusi untuk menjadi yang jauh lebih baik daripada sekarang <img src='http://alitmahendra.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/08/05/reinkarnasi-atau-evolusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A List Apart &#8211; The Survey 2008</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/08/04/a-list-apart-the-survey-2008/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/08/04/a-list-apart-the-survey-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 21:45:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amber.alitmahendra.com/index.php/blog/detail/39</guid>
		<description><![CDATA[<p>ini adalah kali kedua majalah online <a title="A List Apart" href="http://www.alistapart.com">A List Apart</a> mengadakan survey untuk para pembuat website diseluruh dunia, dengan harapan bisa mendapatkan gambaran yang cukup jelas bagaimana para pembuat website diseluruh dunia bekerja, berkarya, dan mendapatkan penghasilan.</p>

<p><a title="The Web Design Survey, 2008" href="http://www.alistapart.com/articles/survey2008"><img src="http://upload.alitmahendra.com/08-08-03-21-44-08.gif" alt="The Web Design Survey, 2008" width="180" height="46" /></a></p>

<p>dari survey kali ini, majalah <a title="A List Apart" href="http://www.alistapart.com">A List Apart</a> berharap dapat memberikan efek positif kepada para praktisi dan pekerja web, yang disebutkan sebagai berikut diakhir survey.</p>
 <blockquote>
<p>The information you&#8217;ve so generously shared with A List Apart will help us form a picture of the ways web design is practiced around
the globe. We hope that making this data available will have a positive
effect on best practices and employment, and will enhance public
understanding of, and respect for, our profession.</p>
 </blockquote>
<p>so, for those who makes websites, why don"t you free your time to take this survey? hehehe</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ini adalah kali kedua majalah online <a title="A List Apart" href="http://www.alistapart.com">A List Apart</a> mengadakan survey untuk para pembuat website diseluruh dunia, dengan harapan bisa mendapatkan gambaran yang cukup jelas bagaimana para pembuat website diseluruh dunia bekerja, berkarya, dan mendapatkan penghasilan.</p>
<p><a title="The Web Design Survey, 2008" href="http://www.alistapart.com/articles/survey2008"><a href="http://alitmahendra.com/files/08-08-03-21-44-081.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-439" src="http://alitmahendra.com/files/08-08-03-21-44-081.gif" alt="08-08-03-21-44-08" width="180" height="46" /></a></a></p>
<p>dari survey kali ini, majalah <a title="A List Apart" href="http://www.alistapart.com">A List Apart</a> berharap dapat memberikan efek positif kepada para praktisi dan pekerja web, yang disebutkan sebagai berikut diakhir survey.</p>
<blockquote><p>The information you’ve so generously shared with A List Apart will help us form a picture of the ways web design is practiced around<br />
the globe. We hope that making this data available will have a positive<br />
effect on best practices and employment, and will enhance public<br />
understanding of, and respect for, our profession.</p></blockquote>
<p>so, for those who makes websites, why don&#8221;t you free your time to take this survey? hehehe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/08/04/a-list-apart-the-survey-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesalahan Umum Desain Web</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/07/29/kesalahan-umum-desain-web/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/07/29/kesalahan-umum-desain-web/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 05:35:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amber.alitmahendra.com/index.php/blog/detail/37</guid>
		<description><![CDATA[<p>banyak sekali faktor yang mempengaruhi prestasi sebuah website di jagat internet ini, dan secara umum ada dua faktor utama yang berperan, yaitu konten dan desain grafis. namun ada beberapa faktor lain yang dapat memperburuk citra dari sebuah website, diantaranya adalah sebagai berikut.<br /><br /><strong>Navigasi yang buruk</strong><br />pemilik website tidak pernah menginginkan pengunjungnya kesulitan untuk mencari informasi yang dia berikan, hal ini dapat diantisipasi dengan menampilkan link-link utama pada bagian atas website dan bisa juga pada bagian bawah, karena akan lebih memudahkan pengunjung untuk meng-klik link yang berada dibawah daripada harus men-scroll lagi keatas.</p>
<p>drop-down menu juga bisa menjadi pilihan, karena pengunjung cukup meng-klik satu tempat saja untuk berpindah dari suatu halaman ke halaman yang lain. dan biasanya, user akan malas berkunjung jika mereka tidak cepat menemukan apa yang mereka cari.</p>
<p><strong>Loading halaman yang lambat<br /></strong>pengunjung biasanya tidak suka untuk menunggu, seperti halnya diri kita sendiri mungkin, karena seringkali menginginkan segalanya untuk tersedia secepat mungkin.</p>
<p>grafis dengan kualitas tinggi dan media interaktif yang cukup banyak adalah penyebab utama lambatnya loading halaman, grafis bermutu tinggi memang dibutuhkan agar webite menjadi lebih atraktif, but it is not worth it.</p>
<p>proses optimasi grafis dengan menurunkan kualitas gambar dapat menjadi solusi untuk mendapatkan loading halaman yang cepat.</p>
<p><strong>Skema warna yang tidak menarik<br /></strong>faktor ini sangat berperan walau kadang jarang diperhatikan, pemilik website selalu menginginkan pengunjungnya untuk merasa nyaman, sehingga jangan sampai desain website kita memberatkan mata pengunjung.</p>
<p>warna-warna yang menyejukkan dan yang saling berkomplemen dapat menjadi pilihan, jangan lah kita menggunakan warna-warna terang untuk background (seperti merah, kuning, hijau muda) karena warna-warna tersebut dapat mengalihkan perhatian pengunjung dari informasi penting yang disediakan.</p>
<p>penggunaan komplemen warna biasanya dengan menggunakan warna teks terang dengan background gelap dan sebaliknya, desainer website harus mempersiapkan teks yang mudah dibaca dan lebih menonjol daripada backgroundnya.</p>
<p><strong>layout halaman<br /></strong>pada bagian ini, yang utama adalah konsistensi, jangan sampai layout dari halaman satu berbeda dengan halaman yang lain, desainer harus memastikan setiap bagian yang ada terlihat sama dan sesuai pada masing-masing halaman.</p>
<p>penggunaan tema yang sama, kemudian peletakan navigasi dan peletakan informasi-informasi penting pada posisi yang mudah ditemukan dapat menjadi sebuah acuan.</p>
<p><strong>Scroll Horizontal (kiri-kanan)<br /></strong>sebagian besar desainer website telah memperhatikan bagian ini, itu sebabnya, sebagian besar website yang ada memiliki lebar halaman utama dibawah 800 pixel, penggunaan scrolling horizontal biasanya sangat dihindari, karena selain mempersulit, pengunjung dapat dengan mudah kehilangan informasi.</p>
<p><strong>Optimasi Cross-Browser<br /></strong>tampilan website tidak selalu sama pada setiap browser, hanya karena website kita tampak sempurna di Internet Explorer, bukan berarti akan tampak sempurna pula di browser yang lain.</p>
<p>setiap browser memiliki cara penanganan tag-tag HTML yang berbeda-beda, desain website haruslah hati-hati dan memperhatikan tampilan untuk berbagai browser. sebagai contoh, IE memiliki definisi yang berbeda tentang ukuran pixel dengan Mozilla.</p>
<p><strong>Tidak mengambil keuntungan dari SEO<br /></strong>satu-satunya alasan untuk tidak menggunakan teknologi SEO adalah <span style="text-decoration: underline">malas</span>, dan malas akan membuat website kita menjadi biasa-biasa saja atau mungkin makin terpuruk.</p>
<p>penambahan judul di website, META tags, ALT tags, konten yang berhubungan, title tags pada link dan berbagai praktek SEO akan sangat mempengaruhi peringkat website.</p>
<p>internet marketing memang membutuhkan cukup banyak waktu dan dedikasi, namun website yang SEO friendly adalah langkah awal yang baik untuk menarik banyak pengunjung baru. dan bukankah itu yang selalu kita inginkan?</p>
<blockquote>
<p>dengan teknologi informasi yang semakin maju sekarang ini, membuat website sudah tidak menjadi hal yang sulit, dan setiap orang bisa menjadi seorang web developer untuk dirinya sendiri.</p>
<p>dan jangan sampai kita menjadi pemilik website yang merugi :D</p>
</blockquote>
<p>-------------------------------------------------<br />tulisan ini diterjemahkan dengan kurang seksama dari <a title="http://www.rocketface.com" href="http://www.rocketface.com">http://www.rocketface.com</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>banyak sekali faktor yang mempengaruhi prestasi sebuah website di jagat internet ini, dan secara umum ada dua faktor utama yang berperan, yaitu konten dan desain grafis. namun ada beberapa faktor lain yang dapat memperburuk citra dari sebuah website, diantaranya adalah sebagai berikut.</p>
<p><strong>Navigasi yang buruk</strong><br />
pemilik website tidak pernah menginginkan pengunjungnya kesulitan untuk mencari informasi yang dia berikan, hal ini dapat diantisipasi dengan menampilkan link-link utama pada bagian atas website dan bisa juga pada bagian bawah, karena akan lebih memudahkan pengunjung untuk meng-klik link yang berada dibawah daripada harus men-scroll lagi keatas.</p>
<p>drop-down menu juga bisa menjadi pilihan, karena pengunjung cukup meng-klik satu tempat saja untuk berpindah dari suatu halaman ke halaman yang lain. dan biasanya, user akan malas berkunjung jika mereka tidak cepat menemukan apa yang mereka cari.</p>
<p><strong>Loading halaman yang lambat<br />
</strong>pengunjung biasanya tidak suka untuk menunggu, seperti halnya diri kita sendiri mungkin, karena seringkali menginginkan segalanya untuk tersedia secepat mungkin.</p>
<p>grafis dengan kualitas tinggi dan media interaktif yang cukup banyak adalah penyebab utama lambatnya loading halaman, grafis bermutu tinggi memang dibutuhkan agar webite menjadi lebih atraktif, but it is not worth it.</p>
<p>proses optimasi grafis dengan menurunkan kualitas gambar dapat menjadi solusi untuk mendapatkan loading halaman yang cepat.</p>
<p><strong>Skema warna yang tidak menarik<br />
</strong>faktor ini sangat berperan walau kadang jarang diperhatikan, pemilik website selalu menginginkan pengunjungnya untuk merasa nyaman, sehingga jangan sampai desain website kita memberatkan mata pengunjung.</p>
<p>warna-warna yang menyejukkan dan yang saling berkomplemen dapat menjadi pilihan, jangan lah kita menggunakan warna-warna terang untuk background (seperti merah, kuning, hijau muda) karena warna-warna tersebut dapat mengalihkan perhatian pengunjung dari informasi penting yang disediakan.</p>
<p>penggunaan komplemen warna biasanya dengan menggunakan warna teks terang dengan background gelap dan sebaliknya, desainer website harus mempersiapkan teks yang mudah dibaca dan lebih menonjol daripada backgroundnya.</p>
<p><strong>layout halaman<br />
</strong>pada bagian ini, yang utama adalah konsistensi, jangan sampai layout dari halaman satu berbeda dengan halaman yang lain, desainer harus memastikan setiap bagian yang ada terlihat sama dan sesuai pada masing-masing halaman.</p>
<p>penggunaan tema yang sama, kemudian peletakan navigasi dan peletakan informasi-informasi penting pada posisi yang mudah ditemukan dapat menjadi sebuah acuan.</p>
<p><strong>Scroll Horizontal (kiri-kanan)<br />
</strong>sebagian besar desainer website telah memperhatikan bagian ini, itu sebabnya, sebagian besar website yang ada memiliki lebar halaman utama dibawah 800 pixel, penggunaan scrolling horizontal biasanya sangat dihindari, karena selain mempersulit, pengunjung dapat dengan mudah kehilangan informasi.</p>
<p><strong>Optimasi Cross-Browser<br />
</strong>tampilan website tidak selalu sama pada setiap browser, hanya karena website kita tampak sempurna di Internet Explorer, bukan berarti akan tampak sempurna pula di browser yang lain.</p>
<p>setiap browser memiliki cara penanganan tag-tag HTML yang berbeda-beda, desain website haruslah hati-hati dan memperhatikan tampilan untuk berbagai browser. sebagai contoh, IE memiliki definisi yang berbeda tentang ukuran pixel dengan Mozilla.</p>
<p><strong>Tidak mengambil keuntungan dari SEO<br />
</strong>satu-satunya alasan untuk tidak menggunakan teknologi SEO adalah <span>malas</span>, dan malas akan membuat website kita menjadi biasa-biasa saja atau mungkin makin terpuruk.</p>
<p>penambahan judul di website, META tags, ALT tags, konten yang berhubungan, title tags pada link dan berbagai praktek SEO akan sangat mempengaruhi peringkat website.</p>
<p>internet marketing memang membutuhkan cukup banyak waktu dan dedikasi, namun website yang SEO friendly adalah langkah awal yang baik untuk menarik banyak pengunjung baru. dan bukankah itu yang selalu kita inginkan?</p>
<blockquote><p>dengan teknologi informasi yang semakin maju sekarang ini, membuat website sudah tidak menjadi hal yang sulit, dan setiap orang bisa menjadi seorang web developer untuk dirinya sendiri.</p>
<p>dan jangan sampai kita menjadi pemilik website yang merugi <img src='http://alitmahendra.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
tulisan ini diterjemahkan dengan kurang seksama dari <a title="http://www.rocketface.com" href="http://www.rocketface.com">http://www.rocketface.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/07/29/kesalahan-umum-desain-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menata Desain Visual Website</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/07/16/menata-desain-visual-website/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/07/16/menata-desain-visual-website/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 12:10:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amber.alitmahendra.com/index.php/blog/detail/34</guid>
		<description><![CDATA[<p>sebelum beranjak untuk menggunakan sotosop, gimp, dan semacamnya untuk menggambar desain tampilan website, desainer visual biasanya membutuhkan beberapa patokan, batasan, dan acuan mengenai template yang akan dibuat, seperti dimana logo diletakkan dan mana elemen yang menggunakan gambar atau cukup dengan teks.</p>
<p>desain visual yang baik memang mutlak dibutuhkan, karena desain visual berfungsi agar konten yang ingin ditampilkan menjadi lebih eye-catching dan atraktif, namun desain visual seharusnya tidak terlepas dari tujuan dan
tema yang ditentukan diperancangan konten, so? apa aja sih yang perlu ditata sebenarnya?</p>
<p><strong>1. halaman utama</strong><br />komponen website yang tampil pada halaman ini sangat menentukan. peletakan gambar, logo, slogan, penggunaan kata, paragraf, dan hyperlink harus dicermati, karena dari halaman ini pengunjung (orang maupun search engine) akan mengawali kunjungannya, dan halaman ini yang menentukan mereka akan menuju halaman-halaman berikutnya atau tidak.</p>
<p><strong>2. menentukan tema visual</strong><br />tema visual adalah representasi visual dari konten website, tema visual biasanya diwakili dengan pemilihan komposisi warna dan mungkin gambar-gambar pendukung, melalui tema ini desainer mencoba menampilkan apa yang ingin dilihat oleh pengunjung pada masing-masing halaman website.</p>
<p>penggunaan satu tema visual dapat mempermudah desainer untuk meletakkan beberapa elemen pada satu tempat tertentu, karena biasanya header, footer, menu navigasi, dll, sangat diharapkan untuk berada pada tempat yang sama, demi alasan kenyamanan pengunjung. dan bukankah memang itu yang kita cari?hehehe</p>
<p><strong>3. organisasi visual</strong><br />setelah pemilihan komposisi warna dan tema visual yang tepat, penataan visual konten dengan pengelompokan data dan informasi yang saling berhubungan akan sangat membantu pengunjung untuk menentukan informasi yang diinginkan.</p>
<p>desain visual harus selalu memiliki titik fokus yang akan mengarahkan pengunjung, dan setiap bagian pada halaman harus memiliki titik fokus yang dominan, sehingga ketika keseluruhan bagian memiliki tingkat kepentingan yang sama, maka tidak ada bagian yang tidak penting.</p>
<p><strong>4. perataan teks</strong><br />perataan paragraf dan elemen lainnya dari website -vertikal dan horizontal- juga cukup penting, minimal harus ditentukan salah satu perataan (rata kiri, kanan, tengah, atau kiri-kanan?), dan bukan berarti harus digunakan pada seluruh bagian website, yang harus dihindari adalah penggunaan perataan yang berbeda pada salah satu kolom dari halaman website.</p>
<p><strong>5. website templates</strong><br />kadang kala, daripada kita bersusah-susah untuk memikirkan hal ini dan melanjutakan detaling layout dari awal, kita bisa memilih jalan yang cukup mudah dengan menggunakan website templates yang sudah banyak beredar di jagat internet ini, mulai yang gratis sampai yang berbayar.</p>
<p>tapi kita juga harus pula pintar-pintar memilih, dan meng-custom desain tersebut untuk disesuaikan dengan tema dan tujuan yang telah ditentukan pada perancangan konten. karena website yang satu dan lainnya harusnya tidak sama kan?</p>
<p>dan setiap web desainer biasanya mempunyai caranya tersendiri untuk mengimplementasikan metode penataan ini. :D</p>
<p>bahan tulisan ini diambil dari <a title="rocket afce" href="http://www.rocketface.com">http://www.rocketface.com</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sebelum beranjak untuk menggunakan sotosop, gimp, dan semacamnya untuk menggambar desain tampilan website, desainer visual biasanya membutuhkan beberapa patokan, batasan, dan acuan mengenai template yang akan dibuat, seperti dimana logo diletakkan dan mana elemen yang menggunakan gambar atau cukup dengan teks.</p>
<p>desain visual yang baik memang mutlak dibutuhkan, karena desain visual berfungsi agar konten yang ingin ditampilkan menjadi lebih eye-catching dan atraktif, namun desain visual seharusnya tidak terlepas dari tujuan dan<br />
tema yang ditentukan diperancangan konten, so? apa aja sih yang perlu ditata sebenarnya?</p>
<p><strong>1. halaman utama</strong><br />
komponen website yang tampil pada halaman ini sangat menentukan. peletakan gambar, logo, slogan, penggunaan kata, paragraf, dan hyperlink harus dicermati, karena dari halaman ini pengunjung (orang maupun search engine) akan mengawali kunjungannya, dan halaman ini yang menentukan mereka akan menuju halaman-halaman berikutnya atau tidak.</p>
<p><strong>2. menentukan tema visual</strong><br />
tema visual adalah representasi visual dari konten website, tema visual biasanya diwakili dengan pemilihan komposisi warna dan mungkin gambar-gambar pendukung, melalui tema ini desainer mencoba menampilkan apa yang ingin dilihat oleh pengunjung pada masing-masing halaman website.</p>
<p>penggunaan satu tema visual dapat mempermudah desainer untuk meletakkan beberapa elemen pada satu tempat tertentu, karena biasanya header, footer, menu navigasi, dll, sangat diharapkan untuk berada pada tempat yang sama, demi alasan kenyamanan pengunjung. dan bukankah memang itu yang kita cari?hehehe</p>
<p><strong>3. organisasi visual</strong><br />
setelah pemilihan komposisi warna dan tema visual yang tepat, penataan visual konten dengan pengelompokan data dan informasi yang saling berhubungan akan sangat membantu pengunjung untuk menentukan informasi yang diinginkan.</p>
<p>desain visual harus selalu memiliki titik fokus yang akan mengarahkan pengunjung, dan setiap bagian pada halaman harus memiliki titik fokus yang dominan, sehingga ketika keseluruhan bagian memiliki tingkat kepentingan yang sama, maka tidak ada bagian yang tidak penting.</p>
<p><strong>4. perataan teks</strong><br />
perataan paragraf dan elemen lainnya dari website -vertikal dan horizontal- juga cukup penting, minimal harus ditentukan salah satu perataan (rata kiri, kanan, tengah, atau kiri-kanan?), dan bukan berarti harus digunakan pada seluruh bagian website, yang harus dihindari adalah penggunaan perataan yang berbeda pada salah satu kolom dari halaman website.</p>
<p><strong>5. website templates</strong><br />
kadang kala, daripada kita bersusah-susah untuk memikirkan hal ini dan melanjutakan detaling layout dari awal, kita bisa memilih jalan yang cukup mudah dengan menggunakan website templates yang sudah banyak beredar di jagat internet ini, mulai yang gratis sampai yang berbayar.</p>
<p>tapi kita juga harus pula pintar-pintar memilih, dan meng-custom desain tersebut untuk disesuaikan dengan tema dan tujuan yang telah ditentukan pada perancangan konten. karena website yang satu dan lainnya harusnya tidak sama kan?</p>
<p>dan setiap web desainer biasanya mempunyai caranya tersendiri untuk mengimplementasikan metode penataan ini. <img src='http://alitmahendra.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>bahan tulisan ini diambil dari <a title="rocket afce" href="http://www.rocketface.com">http://www.rocketface.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/07/16/menata-desain-visual-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Layout</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/07/05/layout/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/07/05/layout/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 12:31:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amber.alitmahendra.com/index.php/blog/detail/32</guid>
		<description><![CDATA[<p>desain konten dan pembentukan struktur konten merupakan dua elemen awal yang diperlukan untuk membentuk organisasi konten yang baik secara konseptual perancangan website, karena pada tahap perancangan kita belum perlu terlalu memperdebatkan mengenai pemrograman dan semacamnya :D.<br /><img src="http://www.alitmahendra.com/upload/08-07-05-12-30-51.jpg" alt="taruh dimana ya?" width="350" height="175" /></p>

<p>pengorganisasian konten diperlukan untuk mempermudah proses pembangunan website dan meminimalisir adanya kesalahan, goalnya adalah untuk menyatukan elemen-elemen website tersebut menjadi bagian yang saling bergantung satu sama lain. dan elemen terakhir dari pengorganisasian konten adalah pembentukan layout.</p>

<p>layout adalah rancangan awal dari tampilan visual website yang dibutuhkan oleh desainer tampilan website dalam proses menggambar nanti, proses ini adalah proses penentuan letak dan komposisi bagian2 penyusun website, seperti halnya header, footer, navigasi, logo, links, dll.</p>

<p>seperti potongan-potongan puzzle, setiap bagian yang disusun pada tampilan visual nantinya harus memiliki alasan yang jelas mengapa bagian tersebut diletakkan pada posisi tertentu, bagian-bagian tersebut harus pula saling melengkapi dan menampilkan keseragaman tampilan dan konten ketika satu halaman dilihat secara utuh.</p>

<p>setiap halaman dari website, selain selalu membawa informasinya masing-masing, juga harus selalu terhubung dengan halaman-halaman yang lain dalam hal layout dan skema warna. kesamaan ini yang akan memberikan pengunjung acuan mengenai navigasi dari satu topik ke topik yang lain dan dari halaman satu ke halaman yang lain.</p>

<p>dan website besar kebanyakan (yahoo, google, dsb) memiliki layout yang sangat sederhana, dimana navigasi diletakkan pada satu tempat yang sama pada setiap halaman, dan demikian pula dengan bagian utama website dan bagian pendukung lainnya. tujuannya adalah untuk membuat informasi yang ditampilkan dapat dengan mudah diketahui oleh pengunjung website tersebut.</p>

<p>sebagai contoh : desain layout untuk web <a title="Elektro Brawijaya" href="http://elektro.brawijaya.ac.id">elektro brawijaya</a></p>

<p><img src="http://www.alitmahendra.com/upload/08-07-05-12-31-11.jpg" alt="layout halaman utama" width="300" height="175" /> <img src="http://www.alitmahendra.com/upload/08-07-05-12-31-34.jpg" alt="layout selain halaman utama" width="300" height="175" /></p>
<p>bahan penulisan didapat dari <a title="http://www.rocketface.com" href="http://www.rocketface.com">http://www.rocketface.com</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>desain konten dan pembentukan struktur konten merupakan dua elemen awal yang diperlukan untuk membentuk organisasi konten yang baik secara konseptual perancangan website, karena pada tahap perancangan kita belum perlu terlalu memperdebatkan mengenai pemrograman dan semacamnya <img src='http://alitmahendra.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .<br />
<a href="http://alitmahendra.com/files/08-07-05-12-30-511.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-441" src="http://alitmahendra.com/files/08-07-05-12-30-511.jpg" alt="08-07-05-12-30-51" width="350" height="175" /></a></p>
<p>pengorganisasian konten diperlukan untuk mempermudah proses pembangunan website dan meminimalisir adanya kesalahan, goalnya adalah untuk menyatukan elemen-elemen website tersebut menjadi bagian yang saling bergantung satu sama lain. dan elemen terakhir dari pengorganisasian konten adalah pembentukan layout.</p>
<p>layout adalah rancangan awal dari tampilan visual website yang dibutuhkan oleh desainer tampilan website dalam proses menggambar nanti, proses ini adalah proses penentuan letak dan komposisi bagian2 penyusun website, seperti halnya header, footer, navigasi, logo, links, dll.</p>
<p>seperti potongan-potongan puzzle, setiap bagian yang disusun pada tampilan visual nantinya harus memiliki alasan yang jelas mengapa bagian tersebut diletakkan pada posisi tertentu, bagian-bagian tersebut harus pula saling melengkapi dan menampilkan keseragaman tampilan dan konten ketika satu halaman dilihat secara utuh.</p>
<p>setiap halaman dari website, selain selalu membawa informasinya masing-masing, juga harus selalu terhubung dengan halaman-halaman yang lain dalam hal layout dan skema warna. kesamaan ini yang akan memberikan pengunjung acuan mengenai navigasi dari satu topik ke topik yang lain dan dari halaman satu ke halaman yang lain.</p>
<p>dan website besar kebanyakan (yahoo, google, dsb) memiliki layout yang sangat sederhana, dimana navigasi diletakkan pada satu tempat yang sama pada setiap halaman, dan demikian pula dengan bagian utama website dan bagian pendukung lainnya. tujuannya adalah untuk membuat informasi yang ditampilkan dapat dengan mudah diketahui oleh pengunjung website tersebut.</p>
<p>sebagai contoh : desain layout untuk web <a title="Elektro Brawijaya" href="http://elektro.brawijaya.ac.id">elektro brawijaya</a></p>
<p><a href="http://alitmahendra.com/files/08-07-05-12-31-111.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-442" src="http://alitmahendra.com/files/08-07-05-12-31-111.jpg" alt="08-07-05-12-31-11" width="300" height="175" /></a> <a href="http://alitmahendra.com/files/08-07-05-12-31-341.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-443" src="http://alitmahendra.com/files/08-07-05-12-31-341.jpg" alt="08-07-05-12-31-34" width="300" height="175" /></a></p>
<p>bahan penulisan didapat dari <a title="http://www.rocketface.com" href="http://www.rocketface.com">http://www.rocketface.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/07/05/layout/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Struktur Konten</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/06/30/struktur-konten/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/06/30/struktur-konten/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 19:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amber.alitmahendra.com/index.php/blog/detail/30</guid>
		<description><![CDATA[<p>tulisan ini lanjutan dari tulisan sebelumnya (<a title="desain konten dan kerangka karangan" href="http://alitmahendra.com/index.php/blog/detail/25">Desain Konten dan Kerangka Karangan</a>). di tulisan pertama aku mencoba menjelaskan konsep desain dari konten web secara keseluruhan dan fungsinya sebagai pondasi keutuhan web.</p>
<p>struktur konten secara umum sama dengan kerangka karangan pada suatu prosa, namun struktur konten merupakan kerangka dari web. struktur konten biasanya dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu bagian <strong>statis</strong> dan bagian <strong>dinamis</strong>.</p>
<p>bagian <strong>statis</strong> adalah bagian yang data didalamnya tidak mengalami perubahan yang signifikan dalam jangka waktu yang cukup lama, contohnya adalah halaman profil, biodata, atau mungkin halaman layanan.</p>
<p>sedangkan bagian <strong>dinamis</strong> adalah kebalikan dari bagian statis. data pada bagian dinamis akan mengalami perubahan dalam kurun waktu singkat, bisa bertambah ataupun berkurang.</p>
<p>bagian dinamis dibagi menjadi 2 bagian yang lebih spesifik lagi, yaitu interaktif dan non-interaktif.</p>
<p>non-interaktif berarti halaman website hanya memberikan informasi
kepada pengunjung, dan pengunjung tidak dapat memberikan input kepada
pemilik website, misal saja halaman berita, galeri, artikel, dan
sebagainya.</p>
<p>interaktif berarti bahwa ada interaksi antara pengunjung dengan pemilik website melalui halaman website, misalkan saja blog, buku tamu, forum diskusi, dan sebagainya.</p>
<p>mungkin <a title="alit mahendra dot com" href="http://www.alitmahendra.com">web ini</a> bisa dijadikan studi kasus. <a title="alit mahendra dot com" href="http://www.alitmahendra.com">web ini</a> terdiri dari 4 menu utama, yaitu <strong>about</strong>, <strong>blog</strong>, <strong>portfolio</strong>, dan <strong>guestbook</strong>, dengan perincian :</p>
<ul>
<li>about : statis</li>
<li>blog : dinamis + interaktif</li>
<li>portfolio : dinamis + non-iteraktif</li>
<li>guestbook : dinamis + interaktif<br /></li>
</ul>
<p>yah, semoga tulisan tidak terstruktur ini bisa membuat kita sedikit memiliki gambaran soal struktur web :D. dan biasanya jumlah dan jenis halaman web yang akan menentukan harga dari pembuatan web tersebut. :p</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tulisan ini lanjutan dari tulisan sebelumnya (<a title="desain konten dan kerangka karangan" href="http://alitmahendra.com/index.php/blog/detail/25">Desain Konten dan Kerangka Karangan</a>). di tulisan pertama aku mencoba menjelaskan konsep desain dari konten web secara keseluruhan dan fungsinya sebagai pondasi keutuhan web.</p>
<p>struktur konten secara umum sama dengan kerangka karangan pada suatu prosa, namun struktur konten merupakan kerangka dari web. struktur konten biasanya dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu bagian <strong>statis</strong> dan bagian <strong>dinamis</strong>.</p>
<p>bagian <strong>statis</strong> adalah bagian yang data didalamnya tidak mengalami perubahan yang signifikan dalam jangka waktu yang cukup lama, contohnya adalah halaman profil, biodata, atau mungkin halaman layanan.</p>
<p>sedangkan bagian <strong>dinamis</strong> adalah kebalikan dari bagian statis. data pada bagian dinamis akan mengalami perubahan dalam kurun waktu singkat, bisa bertambah ataupun berkurang.</p>
<p>bagian dinamis dibagi menjadi 2 bagian yang lebih spesifik lagi, yaitu interaktif dan non-interaktif.</p>
<p>non-interaktif berarti halaman website hanya memberikan informasi<br />
kepada pengunjung, dan pengunjung tidak dapat memberikan input kepada<br />
pemilik website, misal saja halaman berita, galeri, artikel, dan<br />
sebagainya.</p>
<p>interaktif berarti bahwa ada interaksi antara pengunjung dengan pemilik website melalui halaman website, misalkan saja blog, buku tamu, forum diskusi, dan sebagainya.</p>
<p>mungkin <a title="alit mahendra dot com" href="http://www.alitmahendra.com">web ini</a> bisa dijadikan studi kasus. <a title="alit mahendra dot com" href="http://www.alitmahendra.com">web ini</a> terdiri dari 4 menu utama, yaitu <strong>about</strong>, <strong>blog</strong>, <strong>portfolio</strong>, dan <strong>guestbook</strong>, dengan perincian :</p>
<ul>
<li>about : statis</li>
<li>blog : dinamis + interaktif</li>
<li>portfolio : dinamis + non-iteraktif</li>
<li>guestbook : dinamis + interaktif</li>
</ul>
<p>yah, semoga tulisan tidak terstruktur ini bisa membuat kita sedikit memiliki gambaran soal struktur web <img src='http://alitmahendra.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . dan biasanya jumlah dan jenis halaman web yang akan menentukan harga dari pembuatan web tersebut. :p</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/06/30/struktur-konten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desain Konten Web dan Kerangka Karangan</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/06/17/desain-konten-web-dan-kerangka-karangan/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/06/17/desain-konten-web-dan-kerangka-karangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 13:58:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amber.alitmahendra.com/index.php/blog/detail/25</guid>
		<description><![CDATA[<p>salah satu komponen utama pada website adalah konten yang ditampilkan, karena konten lah yang memegang peranan paling penting dalam menarik pengunjung, oleh karena itu susunan konten yang baik dan tepat sasaran mutlak dibutuhkan mulai saat perancangan, pembuatan, dan pada saat proses maintenance berlangsung.</p>

<p>proses pengembangan konten sebuah website (content development) tak ubahnya seperti saat kita membuat karangan seperti cerpen atau artikel, konten website juga memerlukan adanya topik/tema dan tujuan, kemudian proses riset, pengumpulan, pengolahan informasi, dan proses penyusunan kerangka utama website.</p>

<p>dari proses riset, pengumpulan dan pengolahan informasi, data/informasi yang telah disesuaikan dengan tema yang telah ditentukan disusun sebuah kerangka yang mempertimbangkan tingkatan kepentingan dan kebutuhan dari informasi yang ingin disampaikan, termasuk pengelompokan informasi sehingga tidak muncul dualisme konten pada menu yang berbeda.</p>

<p>kerangka konten (seperti halnya kerangka karangan) dibutuhkan untuk mencapai :</p>

<ul>
<li>web yang sesuai dengan tema dan tujuan.</li>

<li>segmentasi pengunjung yang jelas sehingga menjelaskan fokus utama website tersebut.</li>

<li>batas dan acuan untuk developer web dalam mengembangkan konten, grafis, dan pemrograman web.</li>

</ul>
<p>sehingga diharapkan waktu pembuatan dapat digunakan dengan semaksimal mungkin dan dengan hasil yang semaksimal mungkin pula, dimana masing-masing komponen web terakomodasi dengan baik, dan kebutuhan dari pihak-pihak yang bersangkutan (pemilik website, tim developer, dan pengunjung) pun terpenuhi.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>salah satu komponen utama pada website adalah konten yang ditampilkan, karena konten lah yang memegang peranan paling penting dalam menarik pengunjung, oleh karena itu susunan konten yang baik dan tepat sasaran mutlak dibutuhkan mulai saat perancangan, pembuatan, dan pada saat proses maintenance berlangsung.</p>
<p>proses pengembangan konten sebuah website (content development) tak ubahnya seperti saat kita membuat karangan seperti cerpen atau artikel, konten website juga memerlukan adanya topik/tema dan tujuan, kemudian proses riset, pengumpulan, pengolahan informasi, dan proses penyusunan kerangka utama website.</p>
<p>dari proses riset, pengumpulan dan pengolahan informasi, data/informasi yang telah disesuaikan dengan tema yang telah ditentukan disusun sebuah kerangka yang mempertimbangkan tingkatan kepentingan dan kebutuhan dari informasi yang ingin disampaikan, termasuk pengelompokan informasi sehingga tidak muncul dualisme konten pada menu yang berbeda.</p>
<p>kerangka konten (seperti halnya kerangka karangan) dibutuhkan untuk mencapai :</p>
<ul>
<li>web yang sesuai dengan tema dan tujuan.</li>
<li>segmentasi pengunjung yang jelas sehingga menjelaskan fokus utama website tersebut.</li>
<li>batas dan acuan untuk developer web dalam mengembangkan konten, grafis, dan pemrograman web.</li>
</ul>
<p>sehingga diharapkan waktu pembuatan dapat digunakan dengan semaksimal mungkin dan dengan hasil yang semaksimal mungkin pula, dimana masing-masing komponen web terakomodasi dengan baik, dan kebutuhan dari pihak-pihak yang bersangkutan (pemilik website, tim developer, dan pengunjung) pun terpenuhi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/06/17/desain-konten-web-dan-kerangka-karangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngerencanain Website</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/06/05/ngerencanain-website/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/06/05/ngerencanain-website/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 14:30:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amber.alitmahendra.com/index.php/blog/detail/22</guid>
		<description><![CDATA[<p>Taukah anda mengapa anda membutuhkan sebuah website dan apa yang akan dilakukan oleh website tersebut untuk anda atau untuk bisnis anda?.</p>

<p>Langkah pertama dari membangun website anda adalah menentukan &#8216;anda ingin website itu melakukan apa?&#8217;.</p>

<p>Pertanyaan itu mungkin pertanyaan yang sangat jelas, namun sepertinya kebanyakan pemilik website tidak pernah mempertanyakan hal tersebut kepada diri mereka sendiri. Dan mungkin inilah salah satu alasan utama mengapa banyak pemilik website tidak puas dengan performa website yang dimilikinya.</p>

<p>Sehingga, alangkah baiknya sebelum anda memulai membangun website, pastikan anda telah menanyakan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini kepada diri anda.</p>

<ul>
<li>Kenapa aku ingin punya website?</li>

<li>Butuh di-update secara rutin gak ya?</li>

<li>Apa aku mau jualan lewat?</li>

<li>Apa aku mau nyari pelanggan baru lewat website?</li>

<li>Apa website ini mo dijadiin kayak brosur perusahaan?</li>

<li>Kira-kira pengunjung nanti ingin lihat apa ya?</li>

<li>Apa aku butuh bagian khusus?</li>

<li>Apa aku butuh menerbitkan berita?</li>

<li>Berapa banyak dana yang bisa aku keluarkan?</li>

<li>Akankah aku melakukannya seorang diri?</li>

</ul>
<p><strong>Riset soal Website</strong></p>

<p>Untuk website yang berkategori bisnis, penting sekali untuk mendapatkan keyword yang tepat, anda harus menyadari benar istilah-istilah apa saja yang dapat digunakan oleh user pada mesin pencari untuk mendapatkan barang yang mau anda jual.</p>

<p><strong>Buat sendiri atau dibuatin</strong></p>

<p>Setelah anda mendapatkan apa yang anda inginkan dari website anda secara umum, anda kemudian dapat melangkah ke step berikutnya, yaitu menentukan siapa yang akan membuatnya.</p>

<p>Dan seperti project-project lainnya, anda bisa saja melakukannya sendiri, outsourcing untuk melakukannya, atau kombinasi dari keduanya.</p>

<p>Secara umum oursourcing akan menjadi pertimbangan utama pemilik website berkategori bisnis, namun itu tetap menjadi pilihan apapun kategori website-nya, bisnis atau personal.</p>

<p>Outsourcing bukan berarti hanya mencari seseorang untuk melakukan pekerjaan
itu (pembuatan website) untuk anda, memang bisa dan biasanya begitu, namun bisa
juga membeli sebuah paket/jasa yang memenuhi pekerjaan itu.</p>

<p>Ini adalah hal yang sangat umum dan banyak webmaster berpengalaman
melakukannya juga.</p>

<p>Tingkat keahlian dan berapa jumlah waktu yang dapat anda curahkan akan
menentukan berapa besar pula yang dapat anda outsource-kan. Secara umum,
semakin tinggi kemampuan teknis anda dan semakin banyak waktu yang dapat anda
curahkan, maka semakin besar kemungkinan anda dapat menyelesaikan pekerjaan itu
sendiri</p>

<p><strong>Tipe-tipe Website</strong></p>

<p>Secara umum ada tiga tipe website :</p>

<ul>
<li>Business Websites (termasuk website non-profit/yayasan) - untuk para pebisnis yang membutuhkan website.</li>

<li>Website businesses - untuk para pemilik website yang ingin membangun website sebagai bisnis (untuk mencari pemasukan).</li>

<li>Personal Websites - untuk individu atau kelompok yang ingin memiliki website</li>

</ul>
<p>Diterjemahkan secara kurang seksama dari&#160; <a title="http://www.build-your-website.co.uk" href="http://www.build-your-website.co.uk/How-Plan-your-website.htm">Sini</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Taukah anda mengapa anda membutuhkan sebuah website dan apa yang akan dilakukan oleh website tersebut untuk anda atau untuk bisnis anda?.</p>
<p>Langkah pertama dari membangun website anda adalah menentukan ‘anda ingin website itu melakukan apa?’.</p>
<p>Pertanyaan itu mungkin pertanyaan yang sangat jelas, namun sepertinya kebanyakan pemilik website tidak pernah mempertanyakan hal tersebut kepada diri mereka sendiri. Dan mungkin inilah salah satu alasan utama mengapa banyak pemilik website tidak puas dengan performa website yang dimilikinya.</p>
<p>Sehingga, alangkah baiknya sebelum anda memulai membangun website, pastikan anda telah menanyakan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini kepada diri anda.</p>
<ul>
<li>Kenapa aku ingin punya website?</li>
<li>Butuh di-update secara rutin gak ya?</li>
<li>Apa aku mau jualan lewat?</li>
<li>Apa aku mau nyari pelanggan baru lewat website?</li>
<li>Apa website ini mo dijadiin kayak brosur perusahaan?</li>
<li>Kira-kira pengunjung nanti ingin lihat apa ya?</li>
<li>Apa aku butuh bagian khusus?</li>
<li>Apa aku butuh menerbitkan berita?</li>
<li>Berapa banyak dana yang bisa aku keluarkan?</li>
<li>Akankah aku melakukannya seorang diri?</li>
</ul>
<p><strong>Riset soal Website</strong></p>
<p>Untuk website yang berkategori bisnis, penting sekali untuk mendapatkan keyword yang tepat, anda harus menyadari benar istilah-istilah apa saja yang dapat digunakan oleh user pada mesin pencari untuk mendapatkan barang yang mau anda jual.</p>
<p><strong>Buat sendiri atau dibuatin</strong></p>
<p>Setelah anda mendapatkan apa yang anda inginkan dari website anda secara umum, anda kemudian dapat melangkah ke step berikutnya, yaitu menentukan siapa yang akan membuatnya.</p>
<p>Dan seperti project-project lainnya, anda bisa saja melakukannya sendiri, outsourcing untuk melakukannya, atau kombinasi dari keduanya.</p>
<p>Secara umum oursourcing akan menjadi pertimbangan utama pemilik website berkategori bisnis, namun itu tetap menjadi pilihan apapun kategori website-nya, bisnis atau personal.</p>
<p>Outsourcing bukan berarti hanya mencari seseorang untuk melakukan pekerjaan<br />
itu (pembuatan website) untuk anda, memang bisa dan biasanya begitu, namun bisa<br />
juga membeli sebuah paket/jasa yang memenuhi pekerjaan itu.</p>
<p>Ini adalah hal yang sangat umum dan banyak webmaster berpengalaman<br />
melakukannya juga.</p>
<p>Tingkat keahlian dan berapa jumlah waktu yang dapat anda curahkan akan<br />
menentukan berapa besar pula yang dapat anda outsource-kan. Secara umum,<br />
semakin tinggi kemampuan teknis anda dan semakin banyak waktu yang dapat anda<br />
curahkan, maka semakin besar kemungkinan anda dapat menyelesaikan pekerjaan itu<br />
sendiri</p>
<p><strong>Tipe-tipe Website</strong></p>
<p>Secara umum ada tiga tipe website :</p>
<ul>
<li>Business Websites (termasuk website non-profit/yayasan) &#8211; untuk para pebisnis yang membutuhkan website.</li>
<li>Website businesses &#8211; untuk para pemilik website yang ingin membangun website sebagai bisnis (untuk mencari pemasukan).</li>
<li>Personal Websites &#8211; untuk individu atau kelompok yang ingin memiliki website</li>
</ul>
<p>Diterjemahkan secara kurang seksama dari  <a title="http://www.build-your-website.co.uk" href="http://www.build-your-website.co.uk/How-Plan-your-website.htm">Sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/06/05/ngerencanain-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Butuh Ga Sih Punya Website?</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/06/01/butuh-ga-sih-punya-website/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/06/01/butuh-ga-sih-punya-website/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 12:18:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amber.alitmahendra.com/index.php/blog/detail/21</guid>
		<description><![CDATA[<p>Internet telah menjadi dunia yang lebih luas dan lebih
efektif dalam mencari informasi tentang sesuatu, dan oleh karena itu internet
sekarang menjadi tujuan banyak orang untuk membangun usaha dan mendapatkan
penghasilan.</p>

<p>Setiap usaha membutuhkan tempat, dan apakah tempat itu di
internet? Yup.. tempat itu adalah website, dan seperti halnya rumah di dunia
nyata, website juga bermacam-macam, mulai dari yang gratis, numpang, sewa dan
yang milik sendiri.</p>

<p>Menurut saya, Website adalah sebuah investasi, tapi seperlu itukah kita untuk memiliki sebuah website?
Menurut saya, kebutuhan akan berjalan beriringan dengan keinginan, dan dari
berbagai variasi keinginan itu, semakin besar keinginan seseorang untuk membuat
website, akan semakin meningkat pula kebutuhannya.</p>

<p>Misalkan saja mereka yang ingin mempromosikan usaha, maka mereka
membutuhkan website yang dapat menampilkan profil usahanya dan produk-produk
yang ditawarkan. Dan akan berbeda dengan pengusaha yang ingin mengembangkan
usaha melalui bisnis on-line, tentunya dia akan membutuhkan website yang
mendukung proses transaksi on-line.</p>

<p>Lalu, bagaimana dengan kami yang bukan pengusaha? Website
dapat juga digunakan untuk mempromosikan diri dan kemampuan kita, dan juga
sebagai media untuk menuangkan pikiran, mengembangkan komunitas, mencari teman lama dan menemukan
banyak teman baru diseluruh penjuru dunia.</p>

<p>Dan tentunya terdapat konsekuensi dari memiliki sebuah
website, seperti halnya rumah yang membutuhkan perawatan <img src="../../inc/tiny_mce/plugins/emotions/img/smiley-laughing.gif" border="0" alt="Laughing" />, terus perawatan
seperti apa? Salah satu yang terpenting yaitu update konten, konten merupakan
komponen utama dari sebuah website. Konten yang menarik dan up-to-date, selain
akan membawa crita positif untuk sang pemilik, juga akan membawa banyak
pengunjung baru dan meningkatkan ranking website di mesin pencari.</p>

<p>Alangkah baiknya kita memikirkan dengan seksama keinginan
utama kita sebelum memutuskan untuk memiliki sebuah website, dan jangan sampai
website tersebut hanya menjadi investasi yang sia-sia.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Internet telah menjadi dunia yang lebih luas dan lebih<br />
efektif dalam mencari informasi tentang sesuatu, dan oleh karena itu internet<br />
sekarang menjadi tujuan banyak orang untuk membangun usaha dan mendapatkan<br />
penghasilan.</p>
<p>Setiap usaha membutuhkan tempat, dan apakah tempat itu di<br />
internet? Yup.. tempat itu adalah website, dan seperti halnya rumah di dunia<br />
nyata, website juga bermacam-macam, mulai dari yang gratis, numpang, sewa dan<br />
yang milik sendiri.</p>
<p>Menurut saya, Website adalah sebuah investasi, tapi seperlu itukah kita untuk memiliki sebuah website?<br />
Menurut saya, kebutuhan akan berjalan beriringan dengan keinginan, dan dari<br />
berbagai variasi keinginan itu, semakin besar keinginan seseorang untuk membuat<br />
website, akan semakin meningkat pula kebutuhannya.</p>
<p>Misalkan saja mereka yang ingin mempromosikan usaha, maka mereka<br />
membutuhkan website yang dapat menampilkan profil usahanya dan produk-produk<br />
yang ditawarkan. Dan akan berbeda dengan pengusaha yang ingin mengembangkan<br />
usaha melalui bisnis on-line, tentunya dia akan membutuhkan website yang<br />
mendukung proses transaksi on-line.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan kami yang bukan pengusaha? Website<br />
dapat juga digunakan untuk mempromosikan diri dan kemampuan kita, dan juga<br />
sebagai media untuk menuangkan pikiran, mengembangkan komunitas, mencari teman lama dan menemukan<br />
banyak teman baru diseluruh penjuru dunia.</p>
<p>Dan tentunya terdapat konsekuensi dari memiliki sebuah<br />
website, seperti halnya rumah yang membutuhkan perawatan <img src="../../inc/tiny_mce/plugins/emotions/img/smiley-laughing.gif" border="0" alt="Laughing" />, terus perawatan<br />
seperti apa? Salah satu yang terpenting yaitu update konten, konten merupakan<br />
komponen utama dari sebuah website. Konten yang menarik dan up-to-date, selain<br />
akan membawa crita positif untuk sang pemilik, juga akan membawa banyak<br />
pengunjung baru dan meningkatkan ranking website di mesin pencari.</p>
<p>Alangkah baiknya kita memikirkan dengan seksama keinginan<br />
utama kita sebelum memutuskan untuk memiliki sebuah website, dan jangan sampai<br />
website tersebut hanya menjadi investasi yang sia-sia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/06/01/butuh-ga-sih-punya-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>E h ? ? N a n i ? ? ?</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/05/28/e-h-n-a-n-i/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/05/28/e-h-n-a-n-i/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 11:17:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>
		<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amber.alitmahendra.com/index.php/blog/detail/18</guid>
		<description><![CDATA[<p>kemaren 2 kali dalam sehari mendapat kabar yang sedikit mengejutkan (walaupun kejadian seperti ini uda biasa juga sih, hehehe) ...</p>

<p>kabar pertama</p>
 <blockquote>
<p>om_ogay : <a title="http://dindacatlover.com" href="http://dindacatlover.com">http://dindacatlover.com/</a><br />om_ogay : kok kosong ??<br />itz_me : maksudnya kosong?<br />om_ogay : ga ada webnya?</p>
 </blockquote>
<p>kabar kedua</p>
 <blockquote>
<p>my_dad : <a title="http://stasiunhp.com" href="http://stasiunhp.com">stasiunhp.com</a> kok nggak bisa dibuka....? apa belum diupload......?<br />itz_me : harusnya sudah bisa dilihat..</p>
 </blockquote>
<p>eh?? what?? koq bisa gitu?? dan setelah dicek... ternyata... dindacatlover sepertinya hostingnya disuspend, kemungkinan besar sih belon dibayar.</p>

<p>sedangkan yang stasiunhp, dunno why, ga bisa diakses dari lokal indonesia, tapi klo pake proxy luar bisa.. terasa aneh... apa host-nya ngeblok IIX yah???</p>

<p>fyuh... kayaknya semakin bertambah aja neh daftar web2 bikinanku yang tidak terurus dengan baik... tapi ya apa mau dikata, aku ga pernah bisa melihat apa yang telah aku kerjakan dengan sepenuh hati jadi terbengkalai dengan sebegitunya... ya rela ga rela deh..</p>

<p>but.. i"m just the developer after all...so.. ganbatte!!!</p>

<p>*apdet : stasiunhp.com uda bisa dibuka dari lokal indo..</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kemaren 2 kali dalam sehari mendapat kabar yang sedikit mengejutkan (walaupun kejadian seperti ini uda biasa juga sih, hehehe) &#8230;</p>
<p>kabar pertama</p>
<blockquote><p>om_ogay : <a title="http://dindacatlover.com" href="http://dindacatlover.com">http://dindacatlover.com/</a><br />
om_ogay : kok kosong ??<br />
itz_me : maksudnya kosong?<br />
om_ogay : ga ada webnya?</p></blockquote>
<p>kabar kedua</p>
<blockquote><p>my_dad : <a title="http://stasiunhp.com" href="http://stasiunhp.com">stasiunhp.com</a> kok nggak bisa dibuka&#8230;.? apa belum diupload&#8230;&#8230;?<br />
itz_me : harusnya sudah bisa dilihat..</p></blockquote>
<p>eh?? what?? koq bisa gitu?? dan setelah dicek&#8230; ternyata&#8230; dindacatlover sepertinya hostingnya disuspend, kemungkinan besar sih belon dibayar.</p>
<p>sedangkan yang stasiunhp, dunno why, ga bisa diakses dari lokal indonesia, tapi klo pake proxy luar bisa.. terasa aneh&#8230; apa host-nya ngeblok IIX yah???</p>
<p>fyuh&#8230; kayaknya semakin bertambah aja neh daftar web2 bikinanku yang tidak terurus dengan baik&#8230; tapi ya apa mau dikata, aku ga pernah bisa melihat apa yang telah aku kerjakan dengan sepenuh hati jadi terbengkalai dengan sebegitunya&#8230; ya rela ga rela deh..</p>
<p>but.. i&#8221;m just the developer after all&#8230;so.. ganbatte!!!</p>
<p>*apdet : stasiunhp.com uda bisa dibuka dari lokal indo..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/05/28/e-h-n-a-n-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
