<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alternate Sketches &#187; Web Development</title>
	<atom:link href="http://alitmahendra.com/category/web-development/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alitmahendra.com</link>
	<description>Alit Mahendra Bramantya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 05:21:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Open Graph Protocol dan Perjalanan Menuju Semantic Web</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2010/05/06/open-graph-protocol-dan-perjalanan-menuju-semantic-web/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2010/05/06/open-graph-protocol-dan-perjalanan-menuju-semantic-web/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 07:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alit Mahendra Bramantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitmahendra.com/?p=534</guid>
		<description><![CDATA[sejak diperdengarkan pada tahun 2001, semantic web yang dicanangkan sebagai web 3.0, mencoba mengedepankan konsep yang bertumpu pada dua hal, tentang sebuah format atau pola umum untuk integrasi dan kombinasi data yang diambil dari berbagai sumber, sehingga sebuah website tidak &#8230; <a href="http://alitmahendra.com/2010/05/06/open-graph-protocol-dan-perjalanan-menuju-semantic-web/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.w3.org/2001/sw/"><img class="  alignleft" title="Semantic Web" src="http://www.w3.org/Icons/SW/sw-horz.png" alt="Semantic Web" width="156" height="48" /></a></p>
<p>sejak diperdengarkan pada tahun 2001, <a title="http://www.w3.org/2001/sw/" href="http://www.w3.org/2001/sw/">semantic web</a> yang dicanangkan sebagai web 3.0, mencoba mengedepankan konsep yang bertumpu pada dua hal, tentang sebuah format atau pola umum untuk integrasi dan kombinasi data yang diambil dari berbagai sumber, sehingga sebuah website tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat tukar menukar informasi secara langsung, tapi juga berfungsi untuk merekam bagaimana data tersebut memiliki relasi dengan objek didunia nyata.</p>
<p><span id="more-534"></span></p>
<p>yang pada akhirnya memungkinkan seseorang atau mesin sekalipun, untuk mencari sesuatu pada sebuah database, dan kemudian menemukan kemungkinan untuk memperluas pencariannya ke sejumlah database yang bisa jadi tidak terbatas yang tidak terkoneksikan secara langsung, tapi terkoneksikan karena hal yang sama.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 354px"><a href="http://www.w3.org/Talks/2002/10/16-sw/slide7-0.html"><img class=" " title="all about data relation" src="http://www.w3.org/Talks/2002/10/16-sw/semanticweb.png" alt="all about data relation, source : w3c" width="344" height="323" /></a><p class="wp-caption-text">all about data relation, source : w3c</p></div>
<p>contoh sederhananya seperti ini, <a title="http://www.w3.org/2001/sw/" href="http://www.w3.org/2001/sw/">semantic  web</a> memungkinkan hasil pencarian dari kata kunci &#8220;dokter gigi&#8221;, adalah sejumlah dokter gigi yang praktek di sekitar rumah kita, dokter gigi yang merupakan teman kita, dan dokter gigi yang sedang membuka praktek disaat kita melakukan pencarian.</p>
<p>sudah hampir 4 tahun lalu saya mulai membaca tentang apa itu <a title="http://www.w3.org/2001/sw/" href="http://www.w3.org/2001/sw/">semantic  web</a>, dan hampir 4 tahun itu juga saya tidak menemukan sebuah titik terang akan bergeraknya konsep ini menjadi kenyataan sampai akhirnya <a title="facebook.com" href="http://facebook.com">facebook</a> memperkenalkan <a title="http://www.opengraphprotocol.org/" href="http://www.opengraphprotocol.org/">Open Graph Protocol</a>.</p>
<blockquote><p><a href="http://twitter.com/alitmahendra/status/13423258921">tweet[]</a> : will facebook&#8217;s open graph bring the idea of  semantic web become real?</p></blockquote>
<p><a title="http://developers.facebook.com/docs/opengraph" href="http://developers.facebook.com/docs/opengraph">Open graph protocol</a> memungkinkan user untuk mengintegrasikan halaman web ke social graph. Yang akhirnya memungkinkan sebuah halaman facebook pages menjadi tempat berkumpulnya data maupun informasi yang berhubungan dengan user, mulai dari lokasi, hobi, dan mungkin juga interest.</p>
<p>menurut saya hal ini mirip dengan konsep <a title="http://www.w3.org/2001/sw/" href="http://www.w3.org/2001/sw/">semantic  web</a> atau si web 3.0 tentang bagaimana world wide web menjadi sebuah database yang sangat besar dan bagaimana data dan dokumen dapat diolah, dilihat, dicari, dan dimodifikasi menjadi informasi yang merepresentasikan hubungan antar objek-objek didalam jaringan internet.</p>
<blockquote><p><a href="http://twitter.com/alitmahendra/status/13423607037">tweet[]</a> : about 4 years ago me start reading about semantic  web, and itz gettin&#8217; closer nowadays, do FB&#8217;s open graph using RDF?</p></blockquote>
<p>pada awalnya saya percaya bahwa platform utama yang akan bermain pada level semantic adalah search engine, dan pastinya akan mengarah kepada google (which is according to me, we don&#8217;t have any other choice by then), namun seiring berjalannya waktu, saya mulai ragu dengan bergerak lambannya google menuju era <a title="http://www.w3.org/2001/sw/" href="http://www.w3.org/2001/sw/">semantic  web</a>, dan titik terang itu muncul ketika si empunya facebook memperkenalkan facebook open graph, yang mana didukung dengan ilustrasi yang mirip dengan apa yang diinginkan oleh semantic web.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 597px"><a href="http://developers.facebook.com/docs/opengraph"><img class=" " title="Open Graph protocol" src="http://developers.facebook.com/images/devsite/open-graph.png" alt="Open Graph protocol" width="587" height="157" /></a><p class="wp-caption-text">Open Graph protocol, source: Facebook Developers</p></div>
<p>inisialisasi yang dilakukan oleh facebook sebenarnya akan bertumpu pada berkembangnya tombol &#8220;like&#8221;, sebuah tombol baru yang menggantikan tombol &#8220;become a fan&#8221; dan tombol &#8220;share to FB&#8221;, penggunaan tombol &#8220;like&#8221; yang diikuti dengan penambahan beberapa metadata tertentu yang berbasis pada RDFa, akan memungkinkan data dari sebuah halaman web untuk diterjemahkan kedalam banyak format, karena metadata yang ditambahkam pun dapat mencantumkan banyak sekali atribut, mulai dari informasi kontak, lokasi, hingga jenis dari objek yang diterjemahkan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.w3.org/2001/sw/"><img title="“layercake” diagram" src="http://www.w3.org/2007/03/layerCake-small.png" alt="“layercake” diagram, source: w3c" width="300" height="315" /></a><p class="wp-caption-text">&quot;layercake&quot; diagram, source: w3c</p></div>
<p>dan bagaimana kemudian hal ini bisa mewujudkan &#8220;we semantically connected?&#8221;, saya rasa masih banyak yang harus digali, karena RDFa sendiri masih salah satu item dari dasar terwujudnya semantic web, karena disana masih ada OWL, SPARQL, LOD, dan bagaimana perkembangan AI search engine yang kemudian dapat menggabungkan informasi yang terkait dan memberikan suggestion yang paling tepat pada user.</p>
<blockquote><p><a href="http://twitter.com/alitmahendra/status/13430081538">tweet[]</a> : imho, to implement semantic web, we need a search  engined style platform to connect and learn all the information, will it  be FB or google?</p></blockquote>
<p>itz a nice start, but itz still a long way to go.. can&#8217;t wait to see it coming anyway..</p>
<p>referensi:</p>
<ul>
<li>http://opengraphprotocol.org/</li>
<li>http://developers.facebook.com/docs/opengraph</li>
<li>http://www.w3.org/2001/sw/</li>
<li>http://www.w3.org/Talks/2002/10/16-sw/slide1-0.html</li>
<li>http://www.w3.org/2001/sw/wiki/Main_Page</li>
<li>http://www.w3.org/2009/Talks/0829-Nanjing-IH/Tutorial.pdf</li>
<li>http://www.w3.org/2009/Talks/0830-Nanjing-IH/Talk.pdf</li>
<li>http://en.wikipedia.org/wiki/Semantic_Web</li>
<li>http://en.wikipedia.org/wiki/Web_Ontology_Language</li>
<li>http://en.wikipedia.org/wiki/Resource_Description_Framework</li>
<li>http://en.wikipedia.org/wiki/RDFa</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2010/05/06/open-graph-protocol-dan-perjalanan-menuju-semantic-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bekerja dalam kerangka</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2010/01/20/bekerja-dalam-kerangka/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2010/01/20/bekerja-dalam-kerangka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 13:20:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alit Mahendra Bramantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitmahendra.com/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[disclaimer : saya bicara tentang php, bukan bahasa yang lain, segala perspektif yang ada disini bersifat subyektif dan tidak bermaksud untuk menyinggung pihak lain, berbeda pendapat? tentu sangat diperbolehkan. sebuah kerangka, akan saya artikan seperti sebuah batasan-batasan, yang bisa jadi &#8230; <a href="http://alitmahendra.com/2010/01/20/bekerja-dalam-kerangka/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>disclaimer : saya bicara tentang php, bukan bahasa yang lain, segala perspektif yang ada disini bersifat subyektif dan tidak bermaksud untuk menyinggung pihak lain, berbeda pendapat? tentu sangat diperbolehkan.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-664" href="http://alitmahendra.com/2010/01/20/bekerja-dalam-kerangka/unreal-cube/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-664" title="Unreal cube." src="http://alitmahendra.com/wp-content/uploads/2010/01/1237492_48110282-255x300.jpg" alt="" width="255" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-518"></span>sebuah kerangka, akan saya artikan seperti sebuah batasan-batasan, yang bisa jadi akan membatasi langkah, gerak, imajinasi, dan mungkin pula solusi, membuat kita terkurung dengan bahan-bahan yang telah ditentukan.</p>
<p>beberapa pekerjaan terakhir saya mengharuskan saya &#8216;bermain&#8217; atau berurusan dengan framework php, framework sendiri bisa diartikan sebagai kerangka kerja pemrograman, dimana seorang programmer cukup menggunakan library-library yang telah tersedia, untuk mempermudah proses pembuatan program.</p>
<p>sebenarnya dari awal saya mendengar kata framework dan apa gunanya, saya sudah berfikir untuk tidak menggunakan framework, alasan saya saat itu adalah karena &#8216;setiap orang punya cara dan metode pendekatan yang berbeda&#8217; dan yang lebih sederhana adalah alasan &#8216;saya ingin membuat sesuatu dengan cara saya, ngapain ikut cara orang lain?&#8217;</p>
<p>tapi pekerjaan yang akhirnya membuat saya bersentuhan dengan framework, dan saat menggunakannya hingga pekerjaan itu hampir selesai, saya masih saja berfikir &#8216;apa sih gunanya nih framework?&#8217;, karena bagi saya penggunaan framework ini buang-buang tenaga, kenapa?</p>
<p>begini, framework selalu menyertakan banyak library, class, function, method dan lain sebagainya, dan sering kali dari sekian banyak fitur yang ada, tidak semua digunakan, dan mungkin fitur yang ada tidak bisa memnuhi kebutuhan sehingga programmer harus menambahkan plugin atau fungsi baru.</p>
<p>proses ini lah yang akhirnya membuat saya berfikir bahwa ini buang-buang tenaga, dan sebenarnya bukan hanya tenaga saja yang dibuang, tapi juga space hosting yang ada, sesederhana kalo saya hanya butuh space 5MB untuk program saya, kenapa harus menghabiskan 20MB karena pake framework. dan ini bukan hanya soal space, mengingat bagaimana cara menggunakan php dengan Object Oriented Programming, tentu proses loading banyak library akan mempengaruhi loading program utamanya.</p>
<p>belum lagi, perkembangan framework yang digunakan diseluruh dunia dan tidak pernah adanya buatan manusia yang sempurna, maka apabila ada yang bisa menembus pertahanan pusat framework di satu tempat, maka pengguna framework dengan tipe dan versi yang sama, akan memiliki kerentanan terhadap serangan yang sama pula.</p>
<p>ya memang, bisa saja ini hanya terjadi di php, dan bisa jadi framework untuk bahasa pemrograman yang lain bisa lebih efisien. hmm.. teman-teman saya sesama programmer selalu mendengungkan bahwa dengan framework, apa yang kita bikin nantinya bisa di re-use alias dipake lagi dikemudian hari, dan jawaban saya pun sederhana &#8216;selama ini saya selalu pake source saya yang dulu-dulu koq :p&#8217;</p>
<p>ada yang bilang juga kalo framework akan sangat berguna untuk era kolaborasi sekarang ini, dimana sebuah project bisa dikerjakan oleh banyak programmer yang ada dibanyak tempat pada saat yang bersamaan, dan dengan framework, para programmer tersebut tidak perlu susah-susah untuk berargumentasi mengenai apa dan bagaimana rangka awal sebuah fitur dibuat.</p>
<p>tapi itu juga masih bisa dibantah, karena kembali lagi setiap orang memiliki cara pemikiran dan pendekatan yang berbeda tentang apa dan bagaimana sesuatu itu dibuat, dan bisa jadi pada akhirnya titik temu dari pendekatan yang berbeda itu memutuskan untuk tidak lagi menggunakan framework.</p>
<p>saya tidak menyarankan penggunaan framework bagi mereka yang baru atau sedang belajar pemrograman, daripada belajar framework, lebih baik meluangkan waktu lebih banyak untuk mempelajari algoritma, logika, struktur pemrograman,  dan banyak latihan membuat program sendiri. membuat program sendiri? ya.. karena dengan merasakan sulit hingga mudahnya membuat program sendiri, sedikit banyak akan memberikan modal yang lebih sebelum menginjak kepada kolaborasi pemrograman hingga nantinya menggunakan framework.</p>
<p>kalo saya? saya lebih senang menggunakan model tailor made software dari pada framework based software, bukan karena tidak suka atau tidak mau, tetapi lebih karena sebuah aplikasi itu selalu unik, dan akan selalu membutuhkan perlakuan yang unik pula..</p>
<p>hmm.. dan karena suatu saat saya akan membuat framework saya sendiri, dan saya sudah melakukannya dari beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>so.. happy coding :)</p>
<p>&#8211; gambar diambil dari <a title="stock.xchg" href="http://www.sxc.hu/photo/1237492">sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2010/01/20/bekerja-dalam-kerangka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seberapa Penting XHTML/CSS valid itu?</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2009/10/08/seberapa-penting-xhtmlcss-valid-itu/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2009/10/08/seberapa-penting-xhtmlcss-valid-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 03:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alit Mahendra Bramantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitmahendra.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[saya inget pertanyaan ini pernah ditanyakan ke saya oleh salah seorang kawan yang kala itu sedang belajar HTML dengan table dan ingin mencoba XHTML/CSS tableless. saat itu saya cuman bisa menjawab &#8220;ini soal kredibilitas dan aksesibilitas&#8221;. &#8220;kredibilitas&#8221; dalam artian kemampuan &#8230; <a href="http://alitmahendra.com/2009/10/08/seberapa-penting-xhtmlcss-valid-itu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-696" href="http://alitmahendra.com/2009/10/08/seberapa-penting-xhtmlcss-valid-itu/1083340_70894012-copy/"><img class="aligncenter size-full wp-image-696" title="1083340_70894012 copy" src="http://alitmahendra.com/wp-content/uploads/2009/10/1083340_70894012-copy.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>saya inget pertanyaan ini pernah ditanyakan ke saya oleh salah seorang kawan yang kala itu sedang belajar HTML dengan table dan ingin mencoba XHTML/CSS tableless. saat itu saya cuman bisa menjawab &#8220;ini soal kredibilitas dan aksesibilitas&#8221;.</p>
<p>&#8220;kredibilitas&#8221; dalam artian kemampuan seorang pekerja web untuk membuat web sesuai dengan aturan yang berlaku dan &#8220;aksesibilitas&#8221; dalam maksud tampilan yang sama pada browser yang berbeda.</p>
<p><span id="more-500"></span>namun akhirnya saya mendapatkan jawaban yang lain untuk soal ini, menurut <a title="http://zam.web.id" href="http://zam.web.id">mas Zam</a> yang bikin even “<a title="http://zam.web.id/2009/10/07/lewat-twitter-zamdesign-membuka-tanya-jawab-xhtmlcss-web-design-usability/" href="http://zam.web.id/2009/10/07/lewat-twitter-zamdesign-membuka-tanya-jawab-xhtmlcss-web-design-usability/">Lewat Twitter @zamdesign Membuka Tanya Jawab (Sharing) XHTML/CSS Web Design &amp; Usability</a>” jawaban dari pertanyaan diatas adalah :</p>
<ol>
<li><a title="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4696894863" href="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4696894863">2a)</a> sangat membantu dalam cross-browser dan cross-platform. XHTML/CSS valid mengurangi jumlah error dan bug</li>
<li><a title="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4697007663" href="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4697007663">2b)</a> bagus untuk SEO. Struktur XHTML/CSS yang valid dan rapi lebih mudah ter-index oleh mesin pencari</li>
<li><a title="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4697108341" href="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4697108341">2c)</a> mempercepat loading halaman dan menghemat space hosting. XHTML/CSS valid meminimalisasi tag-tag yg tdk perlu</li>
<li><a title="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4697411154" href="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4697411154">2d)</a> memudahkan dalam maintain dan redesain. Struktur XHTML/CSS valid dan rapi mudah dipelajari perlu terutama dalam kerja tim</li>
<li><a title="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4697510605" href="http://twitter.com/zamdesign/statuses/4697510605">2e)</a> lebih profesional dan mampu bersaing. web developer dengan karya web yg valid XHTML/CSS akan memiliki nilai lebih</li>
</ol>
<p>yay *happy*.. inilah jawaban yang saya tunggu, at least sekarang saya punya kata-kata yang tepat dan data yang lebih apabila ada pertanyaan sama datang pada saya di waktu yang lain.</p>
<p>kemudian pada saat yang sama saya jadi ingat pertanyaan berikutnya dari kawan saya itu &#8220;emang XHTML/CSS valid itu harus ya?&#8221; hm.. kalo yang ini belum saya tanyakan sama mas Zam, mungkin lain waktu, hehe.. tapi saat itu saya cuman mengembalikan ke jawaban saya yang &#8220;kredibilitas&#8221;. XHTML/CSS valid adalah standar dokumen web yang digunakan diseluruh dunia, dan dengan segala kemudahan tingkatan validasinya, tentu kembali ke diri kita masing-masing mau mengikuti aturan umum tersebut atau bikin aturan sendiri. hehe..</p>
<p>mungkin validasi atau apapun itu terasa sepele dan remeh, tapi menurut saya sih ini modal awal harus dimiliki seorang pekerja web. CMIIW..</p>
<p>sekali lagi.. terima kasih <a title="http://twitter.com/zamdesign" href="http://twitter.com/zamdesign">mas Zamdesign</a> atas jawabannya :D</p>
<p>&#8211; gambar diambil dari <a title="stock.xchg" href="http://www.sxc.hu/photo/1083340">sini</a></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; width: 1px; height: 1px;">http://twitter.com/zamdesign/statuses/4696894863</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2009/10/08/seberapa-penting-xhtmlcss-valid-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Multi Blog dengan Plugin WP</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2009/10/07/manajemen-multi-blog-dengan-plugin-wp/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2009/10/07/manajemen-multi-blog-dengan-plugin-wp/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alit Mahendra Bramantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitmahendra.com/2009/10/07/manajemen-multi-blog-dengan-plugin-wp/</guid>
		<description><![CDATA[posting ini tidak dibuat dari web ini, tapi dari web lain. dengan plugin wordpress &#8220;Kish Multi WP&#8221; kita bisa melakukan manajemen beberapa alamat blog dengan menggunakan wordpress dari satu alamat saja, interface cukup sederhana dan mudah untuk dioperasikan, walaupun memang &#8230; <a href="http://alitmahendra.com/2009/10/07/manajemen-multi-blog-dengan-plugin-wp/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>posting ini tidak dibuat dari web ini, tapi dari web lain. dengan plugin wordpress &#8220;Kish Multi WP&#8221; kita bisa melakukan manajemen beberapa alamat blog dengan menggunakan wordpress dari satu alamat saja, interface cukup sederhana dan mudah untuk dioperasikan, walaupun memang belum terlalu cantik penataannya. lebih lengkapnya bisa dilihat di :</p>
<ul>
<li><a title="plugin kish multi" href="http://wordpress.org/extend/plugins/kish-multi/">Plugin Directory</a></li>
<li><a title="plugin home page" href="http://www.kisaso.com/technology/wordpress-plugin-to-manage-multiple-blogs-initial-version-released/">Plugin Homepage</a></li>
</ul>
<p>* ini sekalian test post (berhasil ga ya?)</p>
<p>** update : ternyata berhasil dan bisa cross posting juga :D</p>
<p>sek.. sek.. ini aku yang baru tau apa gimana ya? a.. entahlah.. hehe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2009/10/07/manajemen-multi-blog-dengan-plugin-wp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Design and Details . . .</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2009/02/06/design-and-details/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2009/02/06/design-and-details/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 22:18:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alit Mahendra Bramantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitmahendra.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[Hanya para pembangun web yang beruntunglah yang sesungguhnya membuat website sepanjang hari dan mungkin setiap hari. kebanyakan para pembuat website lain masih bekerja paruh waktu sebagai proofers, manajer proyek, ahli usability (kegunaan), kritikus desain, perancang navigasi, tutor untuk penulis, dan &#8230; <a href="http://alitmahendra.com/2009/02/06/design-and-details/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hanya para pembangun web yang beruntunglah yang sesungguhnya membuat website sepanjang hari dan mungkin setiap hari. kebanyakan para pembuat website lain masih bekerja paruh waktu sebagai proofers, manajer proyek, ahli usability (kegunaan), kritikus desain, perancang navigasi, tutor untuk penulis, dan ahli di bidang yang berhubungan dengan website secara umum.</p>
<p><strong>Hal kecil yang mengarah ke keberhasilan</strong></p>
<p>ketika para website desainer dan website developer memikirkan satu-demi satu detil dari sebuah project, mereka harus berpikir kritis dan analitis. demi mencapai sebuah solusi terbaik yang berasal dari kedua belah sisi otak, yang di bangun dari sisi bagaimana dan sisi mengapa.</p>
<p>agar menjadi benar-benar besar dan berhasil, kita harus memahami motivasi dari klien kita, menjaga secara konstan komunikasi dua arah dengan orang-orang yang teramat tidak kreatif, bekerja keras dengan file-file fotokopi dan bagaimana keahlian kita dapat memunculkannya dengan elemen tampilan visual, dan mencoba meramalkan bagaimana hasil keseluruhanya dapat jauh lebih baik daripada jumlah dari repihan dan kepingan yang berjam-jam coba kita kumpulkan. dan semua faktor ini saling berhubungan untuk mencapai produk yang sesungguhnya.</p>
<p>Para profesional yang kreatif yang dapat melihat semua sudut dari proyek adalah orang yang akhirnya berhasil dalam industri ini. Mereka memenangkan penghargaan, mendapatkan promosi, dan mendapatkan penghasilan, tetapi yang paling penting adalah mereka mengembangkan reputasi untuk memperhatikan hingga detil, untuk menempatkan pribadi dan berupaya memastikan semua hal-hal kecil itu berada di tempat mereka untuk membuat produk akhir menjadi semakin sempurna.</p>
<p>note : dicuplik dan diterjemahkan secara kurang seksama dari <a title="The Details That Matter" href="http://alistapart.com/articles/thedetailsthatmatter">A List Apart Magazine</a></p>
<p>setiap pekerjaan pasti membutuhkan pengetahuan dan ketelatenan tentang detil-detil yang ada, demikian juga ketika bekerja dengan website, detil yang harus diperhatikan tidak hanya yang berhubungan dengan tampilan visual saja, bukan hanya soal gambar, font, dan warna, tapi juga tentang tata letak, pemilihan, dan cara penulisan huruf dan kata.</p>
<p>karena website mungkin dapat membantu kita untuk saling mengerti satu sama lain :D</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2009/02/06/design-and-details/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perfect, Realis, atau Asal?</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2009/01/31/perfect-realis-atau-asal/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2009/01/31/perfect-realis-atau-asal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 21:01:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alit Mahendra Bramantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi dan Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Omong Kosong]]></category>
		<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitmahendra.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[sebuah percakapan setelah segala macam tambalan di pekerjaan terburu waktu itu selesai&#8230; &#8220;how? how? selesai sudah.. satisfied already??&#8221; &#8220;huh?? satisfied?.. huh.. of course not, not at all&#8221; &#8220;lha ya? koq gitu??&#8221; &#8220;hm&#8230; terkgandeng sih&#8230; mo liat dari sisi yang mana &#8230; <a href="http://alitmahendra.com/2009/01/31/perfect-realis-atau-asal/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sebuah percakapan setelah segala macam tambalan di pekerjaan terburu waktu itu selesai&#8230;</p>
<p>&#8220;how? how? selesai sudah.. satisfied already??&#8221;<br />
&#8220;huh?? satisfied?.. huh.. of course not, not at all&#8221;<br />
&#8220;lha ya? koq gitu??&#8221;<br />
&#8220;hm&#8230; terkgandeng sih&#8230; mo liat dari sisi yang mana dulu&#8221;</p>
<p>&#8220;maksudnya?&#8221;<br />
&#8220;jadi gini sob&#8230; jujur aku ga suka ama pekerjaan yang cuma punya timeline super sedikit, emang cukup apa 3 hari buat nge-Up totally redesign website??&#8221;<br />
&#8220;haha.. lah buktinya selesai, uda Up juga kan?&#8221;<br />
&#8220;ya secara fisik sih emang udah Up, kalo mo realistis, i&#8217;ve done my part of the job, deadline uda gw penuhin, kerjaan selesai, fitur beres, tinggal nunggu bayaran&#8221;</p>
<p>&#8220;lah? bukanya emang gitu??&#8221;<br />
&#8220;hm&#8230; dunno why, ada yang bikin ga sreg, coz, semua yang instan itu biasanya kurang baik&#8221;<br />
&#8220;ya emang sih, lah trus dirimu maunya gimana?&#8221;<br />
&#8220;jah&#8230; kalo nurutin mau ya minimal minta waktu 1 bulan lah&#8230; &#8221;</p>
<p>&#8220;kenapa koq minimal 1 bulan? wong 3 hari juga beres&#8230;&#8221;<br />
&#8220;memang.. tapi selalu butuh waktu buat perfecting things sob&#8230; expect the unexpected itu ga bakal selesai dalam 1-2 hari, wong kadang 1-2 bulan aja juga belom tentu selesai&#8221;<br />
&#8220;perfecting things?? expect the unexpected???&#8221;<br />
&#8220;hehe.. sistem yang baik itu kan harus melalui perancangan yang matang, urusan gambar, coding, dsb itu gampang kalo perancangannya yahud.. expect the unexpected itu intinya antisipasi, antisipasi soal apa? ya semua yang berhubungan dengan sistem yang mo kita bangun lah.. whatever it is semua harus diusahakan buat perfect..&#8221;</p>
<p>&#8220;ya walaupun tidak ada yang sempurna di dunia ini&#8230; so?? harusnya gimana dunk??&#8221;<br />
&#8220;ya itu sih terkgandeng lagi sob&#8230; apa yang kamu cari waktu kamu ngerjain itu&#8230; duit? skill? or just killing time?&#8221;<br />
&#8220;eh??&#8221;<br />
&#8220;hehe&#8230; kalo gw sih&#8230; saking egoisnya gw.. gw ga mo ada kerjaan gw yang cacat, klo ga bagus gw bakal bilang ga bagus and gw bakal bilang gw butuh waktu buat ngebenerin itu.. lah kalo gw aja ga sreg gimana klien gw bisa hidup tenang ama kerjaan gw?&#8221;</p>
<p>&#8220;lah kalo klienmu oke-oke aja?&#8221;<br />
&#8220;ya itu mah lain soal&#8230; sampe sekarang sih gw ga suka ama barang yang asal jadi, realistis ama waktu, fee, and skill sih emang, tapi ga ada alasan untuk tidak membuat sebuah karya yang tidak sebaik mungkin&#8221;<br />
&#8220;emang lo ga butuh duit? kalo kerjaan cepet selese, trus ada kerjaan lagi kan pendapatanmu nambah juga?&#8221;<br />
&#8220;youp&#8230; benul banget tuh&#8230; cuman seperti banyak orang bijak bilang (bukan gw loh).. ada yang lebih berharga dari pada sekedar rupiah (<span style="text-decoration: line-through">dolar mungkin</span>).. dan gw lebih nyari kepuasan hati dari semua yang uda gw kerjain&#8221;</p>
<p>&#8220;y y y&#8230;.. lah kalo kerjaan yang uda Up di-utek2 terus bukanya ntar bikin orang yang ngakses kerepotan?&#8221;<br />
&#8220;ya yang namanya improvisasi, pengembangan, perbaikan, itu kan ga harus selalu kelihatan mata, ya pinter2nya kita lah.. kan kita ga bakal tau bug kalo ga ada report, kritik, saran, or dsb..&#8221;<br />
&#8220;emang butuh error report ama kritikan ya?&#8221;<br />
&#8220;ya pasti.. dari situ kita dapet ilmu baru, jangan salah.. perang antara developer sama bug tracker itu menarik lho.. bisa dibilang ajang uji skill masing-masing, ya sekali lagi karena tujuannya utnuk sistem yang lebih baik kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;y y y&#8230;&#8221;<br />
&#8220;yang penting kan berusaha untuk menyenangkan semua pihak, tidak salah langkah, tidak membuang waktu, dan tidak merugikan orang lain&#8230;&#8221;<br />
&#8220;hm.. bisa&#8230; bisa&#8230;.&#8221;</p>
<p>**) hm&#8230; kate ngomong &#8220;ojo gampang lego&#8221;, &#8220;ojo sekarepe dewe&#8221;, &#8220;ojo gampang ngeculno&#8221;, &#8220;lek kerjo seng ati-ati&#8221;, &#8220;lek ga ikhlas yo ikhlasno&#8221;, &#8220;lek ga trimo yo benakno&#8221; &#8220;kudu gelem introspeksi&#8221; &#8220;seng digawe iku utek dhisik, ojo ati dhisik&#8221; ae cek angel temen se . . . (<span style="text-decoration: line-through">lho akeh tiba&#8217;e</span>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2009/01/31/perfect-realis-atau-asal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My First WordPress Themes</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/12/10/my-first-wordpress-themes/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/12/10/my-first-wordpress-themes/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 17:49:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alit Mahendra Bramantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alitmahendra.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[akhirnya&#8230;. setelah beberapa waktu memutar otak dan berpacu dengan waktu disela-sela segala &#8216;kesibukan&#8217;, akhirnya saya berhasil membuat sebuah Themes WordPress dari hasil bongkar pasang stock photo-nya stock.xchng. desain html dan css-nya sebetulnya sudah selesai lumayan lama, benernya sih mau dipakai &#8230; <a href="http://alitmahendra.com/2008/12/10/my-first-wordpress-themes/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>akhirnya&#8230;.</p>
<p>setelah beberapa waktu memutar otak dan berpacu dengan waktu disela-sela segala &#8216;kesibukan&#8217;, akhirnya saya berhasil membuat sebuah Themes <a title="http://wordpress.org" href="http://wordpress.org">WordPress</a> dari hasil bongkar pasang stock photo-nya <a title="http://sxc.hu" href="http://sxc.hu"><span class="l">stock.xchng</span></a><span class="l">.</span></p>
<p>desain html dan css-nya sebetulnya sudah selesai lumayan lama, benernya sih mau dipakai buat AMBER yang versi selanjutnya, tapi karena engine web ini diganti jadi <a title="http://mu.wordpress.org" href="http://mu.wordpress.org">wordpress</a>, ya sekalian aja desain itu dirubah jadi themes <a title="http://wordpress.org" href="http://wordpress.org">wordpress</a>.</p>
<p>sayangnya belum ada versi yang free download, hehehe. karena proses editing dan semacamnya masih belum selesai. however..</p>
<blockquote><p>welcome to the new <a title="alitmahendra.com" href="http://alitmahendra.com">alitmahendra.com</a></p></blockquote>
<p>and sekalian promo&#8230; hihihi&#8230;</p>
<blockquote><p><a title="http://works.alitmahendra.com" href="http://works.alitmahendra.com">http://works.alitmahendra.com</a></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/12/10/my-first-wordpress-themes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sakui Web Validator</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/09/15/sakui-web-validator/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/09/15/sakui-web-validator/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 21:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alit Mahendra Bramantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amber.alitmahendra.com/index.php/blog/detail/50</guid>
		<description><![CDATA[<p>kemaren dapat <a title="sakui web validator" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator">link</a> dari <a title="bang epat" href="http://epat.songolimo.net">bang epat</a>, setelah dibuka ternyata web itu bisa dipakai buat validasi web kita, dan penggunaannya juga lebih mudah daripada harus validasi satu-satu ke <a title="w3c" href="http://www.w3.org">w3c</a>.</p>

<p>"<a title="sakui" href="http://www.sakuiweb.com">Sakui</a> Web <a title="sakui web validator" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator/">Validator</a> is a free online website analysis tool. It tests the quality of your website and generates an online report, which details how to improve your website."</p>

<p>pertama nyoba kaget karena ratingnya rendah, padahal perasaan dulu dah di validasi ke <a title="w3c" href="http://www.w3.org">w3c</a>, dan setelah diperiksa lagi dan beberapa pembenahan kecil disana sini, hasil akhirnya untuk web ini adalah...</p>

<p><img src="http://upload.alitmahendra.com/08-09-14-21-44-41.jpg" alt="hasil tes sakui web validator" width="350" height="263" /></p>

<p>untuk hasil lengkapnya bisa dilihat <a title="validator result alitmahendra.com" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator/results/?url=alitmahendra.com">disini</a>, and what about your site?? <a title="sakui web validator" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator">wanna try</a>??? hehehe</p> <a href="http://alitmahendra.com/2008/09/15/sakui-web-validator/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kemaren dapat <a title="sakui web validator" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator">link</a> dari <a title="bang epat" href="http://epat.songolimo.net">bang epat</a>, setelah dibuka ternyata web itu bisa dipakai buat validasi web kita, dan penggunaannya juga lebih mudah daripada harus validasi satu-satu ke <a title="w3c" href="http://www.w3.org">w3c</a>.</p>
<p>&#8220;<a title="sakui" href="http://www.sakuiweb.com">Sakui</a> Web <a title="sakui web validator" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator/">Validator</a> is a free online website analysis tool. It tests the quality of your website and generates an online report, which details how to improve your website.&#8221;</p>
<p>pertama nyoba kaget karena ratingnya rendah, padahal perasaan dulu dah di validasi ke <a title="w3c" href="http://www.w3.org">w3c</a>, dan setelah diperiksa lagi dan beberapa pembenahan kecil disana sini, hasil akhirnya untuk web ini adalah&#8230;</p>
<p><a href="http://alitmahendra.com/wp-content/uploads/2009/08/08-09-14-21-44-4111.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-433" src="http://alitmahendra.com/wp-content/uploads/2009/08/08-09-14-21-44-4111.jpg" alt="08-09-14-21-44-41" width="350" height="263" /></a></p>
<p>untuk hasil lengkapnya bisa dilihat <a title="validator result alitmahendra.com" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator/results/?url=alitmahendra.com">disini</a>, and what about your site?? <a title="sakui web validator" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator">wanna try</a>??? hehehe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/09/15/sakui-web-validator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warna Sebagai Elemen Desain Web</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/08/09/warna-sebagai-elemen-desain-web/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/08/09/warna-sebagai-elemen-desain-web/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 16:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alit Mahendra Bramantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amber.alitmahendra.com/index.php/blog/detail/41</guid>
		<description><![CDATA[<p>ketika kita bicara tentang website, apa sih yang membuat sebuah website tampak menarik? apa yang membuat web itu banyak sekali dikunjungi orang? dari sekian banyak jawaban, maka dua jawaban teratas adalah desain dan konten dari website tersebut.</p>
<p>dan apakah komponen utama penilaian kita tentang visualisasi sebuah website? apakah jumlah gambar? sususan grafis dan art-nya kah? atau gabungan teks dan ilustrasinya? jika saya, maka yang pertama kali saya perhatikan adalah warna, walaupun saya juga bukan pengguna warna yang baik.</p>
<p>warna dari sebuah website dapat menarik pengunjung dan dapat pula mengusir pengunjung pergi. warna juga dapat membuat sebuah website tampak profesional atau tampak amatir.</p>
<p>sebuah website yang menawarkan web desain sebagai salah satu layananya yang diberikan, tidak akan dapat menarik banyak klien jika warna yang digunakan pada website mereka suram, membosankan atau tidak atraktif.</p>
<p>warna memegang persentase yang besar dalam urusan menarik perhatian pengunjung. why? karena warna adalah yang pertama kali menarik perhatian pengunjung sebelum mulai membaca tulisan, dan oleh karena itu, warna dapat langsung mempengaruhi keputusan pengunjung, akan tinggal atau pergi.</p>
<p>para pekerja web harus mengerti pentingnya pemilihan warna untuk memastikan bahwa mereka mnggunakan elemen desain ini secara efektif.</p>
<p>sebuah website tampak baik jika memiliki keselarasan warna. warna yang digunakan tidak boleh suram, gelap atau malah terlalu mencolok. warna yang telalu gelap atau terlalu terang akan membuat pengunjung membebani saat mengunjungi website tersebut.</p>
<p>ada beberapa aturan dasar yang harus digunakan dalam memilih atau menentukan warna dari website, antara lain :</p>
<ul>
<li>gunakan warna yang ringan dan menyejukkan. jangan menggunakan warna yang terlalu gelap atau terlalu terang yang dapat mempengaruhi penglihatan</li>
<li>teks warna hitam dengan background putih mungkin adalah kombinasi terbaik. jika anda tidak terlalu yakin dengan kombinasi warna yang anda gunakan, mungkin hitam dan putih adalah pilihan yang aman, dimana warna teks harus selalu lebih gelap dari background.</li>
<li>gunakan warna yang sesuai dengan warna logo perusahaan, jangan membuat logo terkesan berada diluar website. keselarasan warna dapat membuat pengunjung menghubungkan logo dengan perusahaan, atau mungkin menghubungkan website dengan perusahaan atau logo yang ada.</li>
<li>warna yang kontras adalah pilihan yang baik untuk teks dan background. hal ini akan membuat teks tampak jelas, dan gunakan warna-warna yang berkomplemen untuk mengkombinasikan warna untuk background.</li>
</ul>
<p>desain web menggabungkan beberapa elemen untuk saling bekerja sama dan membuat website tampil menarik dan profesional. dan dari sekian banyak elemen, satu yang seringkali kurang diperhatikan adalah pemilihan warna.</p>
<p>dan entah kita sedang berhubungan dengan klien atau sekedar mendesain untuk blog pribadi, tidak ada salahnya untuk selalu mempertimbangkan warna yang digunakan.</p>
<p>karena pemilihan warna yang berbeda akan selalu membawa perubahan yang berbeda.</p>
<p>diterjemahkan dan disimpulkan dengan kurang seksama dari <a title="www.npresence.net" href="http://www.npresence.net/Colour-As-A-Web-Design-Element.html">www.npresence.net</a></p> <a href="http://alitmahendra.com/2008/08/09/warna-sebagai-elemen-desain-web/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ketika kita bicara tentang website, apa sih yang membuat sebuah website tampak menarik? apa yang membuat web itu banyak sekali dikunjungi orang? dari sekian banyak jawaban, maka dua jawaban teratas adalah desain dan konten dari website tersebut.</p>
<p>dan apakah komponen utama penilaian kita tentang visualisasi sebuah website? apakah jumlah gambar? sususan grafis dan art-nya kah? atau gabungan teks dan ilustrasinya? jika saya, maka yang pertama kali saya perhatikan adalah warna, walaupun saya juga bukan pengguna warna yang baik.</p>
<p>warna dari sebuah website dapat menarik pengunjung dan dapat pula mengusir pengunjung pergi. warna juga dapat membuat sebuah website tampak profesional atau tampak amatir.</p>
<p>sebuah website yang menawarkan web desain sebagai salah satu layananya yang diberikan, tidak akan dapat menarik banyak klien jika warna yang digunakan pada website mereka suram, membosankan atau tidak atraktif.</p>
<p>warna memegang persentase yang besar dalam urusan menarik perhatian pengunjung. why? karena warna adalah yang pertama kali menarik perhatian pengunjung sebelum mulai membaca tulisan, dan oleh karena itu, warna dapat langsung mempengaruhi keputusan pengunjung, akan tinggal atau pergi.</p>
<p>para pekerja web harus mengerti pentingnya pemilihan warna untuk memastikan bahwa mereka mnggunakan elemen desain ini secara efektif.</p>
<p>sebuah website tampak baik jika memiliki keselarasan warna. warna yang digunakan tidak boleh suram, gelap atau malah terlalu mencolok. warna yang telalu gelap atau terlalu terang akan membuat pengunjung membebani saat mengunjungi website tersebut.</p>
<p>ada beberapa aturan dasar yang harus digunakan dalam memilih atau menentukan warna dari website, antara lain :</p>
<ul>
<li>gunakan warna yang ringan dan menyejukkan. jangan menggunakan warna yang terlalu gelap atau terlalu terang yang dapat mempengaruhi penglihatan</li>
<li>teks warna hitam dengan background putih mungkin adalah kombinasi terbaik. jika anda tidak terlalu yakin dengan kombinasi warna yang anda gunakan, mungkin hitam dan putih adalah pilihan yang aman, dimana warna teks harus selalu lebih gelap dari background.</li>
<li>gunakan warna yang sesuai dengan warna logo perusahaan, jangan membuat logo terkesan berada diluar website. keselarasan warna dapat membuat pengunjung menghubungkan logo dengan perusahaan, atau mungkin menghubungkan website dengan perusahaan atau logo yang ada.</li>
<li>warna yang kontras adalah pilihan yang baik untuk teks dan background. hal ini akan membuat teks tampak jelas, dan gunakan warna-warna yang berkomplemen untuk mengkombinasikan warna untuk background.</li>
</ul>
<p>desain web menggabungkan beberapa elemen untuk saling bekerja sama dan membuat website tampil menarik dan profesional. dan dari sekian banyak elemen, satu yang seringkali kurang diperhatikan adalah pemilihan warna.</p>
<p>dan entah kita sedang berhubungan dengan klien atau sekedar mendesain untuk blog pribadi, tidak ada salahnya untuk selalu mempertimbangkan warna yang digunakan.</p>
<p>karena pemilihan warna yang berbeda akan selalu membawa perubahan yang berbeda.</p>
<p>diterjemahkan dan disimpulkan dengan kurang seksama dari <a title="www.npresence.net" href="http://www.npresence.net/Colour-As-A-Web-Design-Element.html">www.npresence.net</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/08/09/warna-sebagai-elemen-desain-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reinkarnasi atau Evolusi?</title>
		<link>http://alitmahendra.com/2008/08/05/reinkarnasi-atau-evolusi/</link>
		<comments>http://alitmahendra.com/2008/08/05/reinkarnasi-atau-evolusi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 21:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alit Mahendra Bramantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amber.alitmahendra.com/index.php/blog/detail/40</guid>
		<description><![CDATA[<p>setiap har kita selalu berusaha untuk menjadi sosok yang lebih baik. mengingat status YM seorang <a title="Alan" href="http://alanstb.blogsome.com/">kawan</a> beberapa waktu yang lalu "kemaren adalah sejarah, esok adalah misteri, dan sekarang adalah hadiah, oleh karena itu disebut present".</p>

<p>esok selalu diupayakan menjadi lebih baik, namun tak selalu harapan yang menjadi kenyataan, masa lalu adalah sejarah, kadang selalu diingat, kadang sekedar diingat, dan kadang ada yang dengan mudahnya melupakan.</p>

<p>perubahan diri tak tentu menjadi lebih baik, kadang juga bisa menjadi lebih buruk, dan dari serangkaian catatan dan hasil kerja keras, kita bisa melihat hasil apa yang kita dapatkan dulu hingga apa yang kita miliki sekarang.</p>

<p>now we"re not talking about life, i wanna share about my achievement in web design and development :D, perjalanan membuat web sudah aku mulai sejak aku kelas 2 SMA, namun hampir tidak ada hasilku pada masa itu yang tersisa di harddisk.</p>

<p>belajar membuat web yang lebih baik aku mulai di RisTIE pada tahun 2003, bersama teman2 dan bimbingan kakak-kakakku aku mulai belajar, dari content, desain, photoshop, dreamweaver, hingga tentang programming.</p>

<p>belajar dan mengaplikasikannya langsung lah jalan yang aku ambil agar aku bisa dengan cepat mengejar ketertinggalanku. dan dimana riset web itu dimulai? tentunya aku mulai dari web pribadiku. coz i think jiak aku tidak bisa membuat yang untuk siriku sendiri, bagaimana aku bisa membuatnya untuk orang lain? hehehe</p>

<p>dan alhamdulillah, hasil belajar dalam bentuk web pribadi itu masih tersimpan rapi sampai sekarang, dan setelah melihatnya satu persatu, aku merasakan perubahan itu, dan semoga saja itu adalah perubahan yang lebih baik.</p>

<p>dan karena sudah ada hosting, aku ingin hasil itu dapat dilihat oleh mereka yang datang, dan semoga bisa menginspirasi untuk selalu mengembangkan kemampuan kita :D.</p>

<p>karena dari ketidak puasan atas hasil itu aku bisa sampai pada tahap ini. sebenarnya sebagian data masih tersimpan di <a title="itz on geocites" href="http://www.geocities.yahoo.com/all_itz/">Yahoo! Geocities</a>, namun sekarang aku menyimpan hampir semuanya dihosting ini.</p>

<p>and I proudly present :</p>

<h4 style="padding-left: 30px"><a title="Reinkarnasi" href="http://reinkarnasi.alitmahendra.com">http://reinkarnasi.alitmahendra.com</a></h4>

<p>di alamat diatas anda semua dapat melihat hasil belajar dan kerja keras saya dari awal saya belajar web sampai sekarang. dan semoga kita bisa selalu berreinkarnasi, dan berevolusi untuk menjadi yang jauh lebih baik daripada sekarang :D</p> <a href="http://alitmahendra.com/2008/08/05/reinkarnasi-atau-evolusi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>setiap har kita selalu berusaha untuk menjadi sosok yang lebih baik. mengingat status YM seorang <a title="Alan" href="http://alanstb.blogsome.com/">kawan</a> beberapa waktu yang lalu &#8220;kemaren adalah sejarah, esok adalah misteri, dan sekarang adalah hadiah, oleh karena itu disebut present&#8221;.</p>
<p>esok selalu diupayakan menjadi lebih baik, namun tak selalu harapan yang menjadi kenyataan, masa lalu adalah sejarah, kadang selalu diingat, kadang sekedar diingat, dan kadang ada yang dengan mudahnya melupakan.</p>
<p>perubahan diri tak tentu menjadi lebih baik, kadang juga bisa menjadi lebih buruk, dan dari serangkaian catatan dan hasil kerja keras, kita bisa melihat hasil apa yang kita dapatkan dulu hingga apa yang kita miliki sekarang.</p>
<p>now we&#8221;re not talking about life, i wanna share about my achievement in web design and development :D, perjalanan membuat web sudah aku mulai sejak aku kelas 2 SMA, namun hampir tidak ada hasilku pada masa itu yang tersisa di harddisk.</p>
<p>belajar membuat web yang lebih baik aku mulai di RisTIE pada tahun 2003, bersama teman2 dan bimbingan kakak-kakakku aku mulai belajar, dari content, desain, photoshop, dreamweaver, hingga tentang programming.</p>
<p>belajar dan mengaplikasikannya langsung lah jalan yang aku ambil agar aku bisa dengan cepat mengejar ketertinggalanku. dan dimana riset web itu dimulai? tentunya aku mulai dari web pribadiku. coz i think jiak aku tidak bisa membuat yang untuk siriku sendiri, bagaimana aku bisa membuatnya untuk orang lain? hehehe</p>
<p>dan alhamdulillah, hasil belajar dalam bentuk web pribadi itu masih tersimpan rapi sampai sekarang, dan setelah melihatnya satu persatu, aku merasakan perubahan itu, dan semoga saja itu adalah perubahan yang lebih baik.</p>
<p>dan karena sudah ada hosting, aku ingin hasil itu dapat dilihat oleh mereka yang datang, dan semoga bisa menginspirasi untuk selalu mengembangkan kemampuan kita :D.</p>
<p>karena dari ketidak puasan atas hasil itu aku bisa sampai pada tahap ini. sebenarnya sebagian data masih tersimpan di <a title="itz on geocites" href="http://www.geocities.yahoo.com/all_itz/">Yahoo! Geocities</a>, namun sekarang aku menyimpan hampir semuanya dihosting ini.</p>
<p>and I proudly present :</p>
<h4 style="padding-left: 30px"><a title="Reinkarnasi" href="http://reinkarnasi.alitmahendra.com">http://reinkarnasi.alitmahendra.com</a></h4>
<p>di alamat diatas anda semua dapat melihat hasil belajar dan kerja keras saya dari awal saya belajar web sampai sekarang. dan semoga kita bisa selalu berreinkarnasi, dan berevolusi untuk menjadi yang jauh lebih baik daripada sekarang :D</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alitmahendra.com/2008/08/05/reinkarnasi-atau-evolusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

