Melawan Penyamarataan

Tidak semua orang suka disamaratakan. /* iya, kalimat ini pun penyamarataan */

Buat saya, makanan itu dihidangkan untuk dinikmati.

Sampai habis tak bersisa.

Atas nama penghormatan terhadap sang penyedia makanan.

Namun kadang, lakuan tidak lalu berjalan mulus.

Mungkin karena yang datang mengingkarai ekspektasi.

Many people love spicy food, but what if I don’t?

Bukanya saya tidak bisa makan masakan pedas, saya hanya tidak suka.

And when I have one of those meals…

Tujuan saya berubah menjadi menghabiskannya. Semampu saya.

Menikmati pun menjadi bagian yang mudah hilang begitu saja.

Dan ketika kau tak lagi menikmati? Apalagi yang kau cari?

Jika sebagian masyarakat itu mafhum saat makanannya bertabur merica atau irisan cabai.

Apakah itu sudah mutlak menjadi sebuah rataan tolok ukur?

 

Ah, yang benar saja …

I Want You To Want Me?

Aku mau kau menginginkanku…
Aku mau kau membutuhkanku…
Aku mau kau selalu ada di sisiku…
Aku mau kau…
Aku mau…
Aku..
Aku..

Dst… Dst…

Kalimat-kalimat di atas itu bertebaran, terpampang dari mereka-mereka yang disibukkan dengan ajang pencarian yg apapun asal couple dan bukan single. Sekian banyak kalimat itu sering kali berbicara tentang ke-aku-an.

Pilih saya ya! Kaaan saayaaaa bla endebla bla bla…

Then, why should I? Continue reading I Want You To Want Me?

Will you grow up my friend?

ini adalah masa ketika aku sudah kehabisan stamina untuk tidak menulis atau berkomentar apapun tentang apa yang terjadi. ini bukan tentang kamu saja, tapi juga tentang mereka, tentang apa yang mata dan telinga ini perhatikan.

jalan itu tidak hanya lurus
jalan itu tidak hanya lurus

kapan kau akan beranjak dewasa wahai kawan? ketika engkau masih terus menganggap dunia berputar dengan engkau sebagai porosnya? –yepp, i copy this from you ter..–

Continue reading Will you grow up my friend?

Sedikit Tentang Apa, Mengapa, dan Caranya

Bagi saia mereka yang disekitar saia –entah kawan atau keluarga– adalah mereka yang berarti bagi perkembangan saia hari demi hari. komunikasi, kerjasama, dan interaksi sehari-hari itulah yg membentuk diri saia menjadi seperti sekarang ini.

Saat kuliah, saia lebih banyak menghabiskan waktu sehari-hari dengan teman-teman seperkuliahan, bahkan dengan pacar saia waktu itu (yg sekarang sudah. jadi istri) saja tidak sesering itu.

Continue reading Sedikit Tentang Apa, Mengapa, dan Caranya