Mari bertanggung jawab

penegakan aturan yang tidak tepat sasaran dan bertanggung jawab, sering kali membuat kita menjadi lalai, acuh, dan akhirnya merasa terbiasa. saya tidak akan berbohong bahwa saya tidak pernah melakukannya, tapi selalu ada titik balik untuk berubah menjadi yang lebih baik.

jangan pake hape sambil nyetir - sebuah kampanye
jangan pake hape sambil nyetir – sebuah kampanye

sebagai seorang pengendara kendaraan bermotor tentu kita ingin berkendara dengan aman dan nyaman di jalan raya, tidak hanya cepat sampai di tujuan, akan tetapi juga harus selamat sampai di tujuan. itulah sebabnya kita harus selalu memperhatikan faktor-faktor keselamatan di jalan raya.

mari berkendara dengan pernuh tanggung jawab.

Continue reading Mari bertanggung jawab

Nasionalisme itu kosong tanpa makna …

… sampai kita mengisinya dengan gagasan, sikap kritis, inisiatif, pengalaman, dan harapan akan masa depan …

itulah yang tertulis di website Aliansi Menjadi Indonesia, sebuah Aliansi strategis dibangun sebagai hubungan kerjasama erat antar organisasi dengan tujuan besar yang satu, Indonesia Jaya.

29122010081 copy

Continue reading Nasionalisme itu kosong tanpa makna …

Perfect, Realis, atau Asal?

sebuah percakapan setelah segala macam tambalan di pekerjaan terburu waktu itu selesai…

“how? how? selesai sudah.. satisfied already??”
“huh?? satisfied?.. huh.. of course not, not at all”
“lha ya? koq gitu??”
“hm… terkgandeng sih… mo liat dari sisi yang mana dulu”

“maksudnya?”
“jadi gini sob… jujur aku ga suka ama pekerjaan yang cuma punya timeline super sedikit, emang cukup apa 3 hari buat nge-Up totally redesign website??”
“haha.. lah buktinya selesai, uda Up juga kan?”
“ya secara fisik sih emang udah Up, kalo mo realistis, i’ve done my part of the job, deadline uda gw penuhin, kerjaan selesai, fitur beres, tinggal nunggu bayaran”

“lah? bukanya emang gitu??”
“hm… dunno why, ada yang bikin ga sreg, coz, semua yang instan itu biasanya kurang baik”
“ya emang sih, lah trus dirimu maunya gimana?”
“jah… kalo nurutin mau ya minimal minta waktu 1 bulan lah… ”

“kenapa koq minimal 1 bulan? wong 3 hari juga beres…”
“memang.. tapi selalu butuh waktu buat perfecting things sob… expect the unexpected itu ga bakal selesai dalam 1-2 hari, wong kadang 1-2 bulan aja juga belom tentu selesai”
“perfecting things?? expect the unexpected???”
“hehe.. sistem yang baik itu kan harus melalui perancangan yang matang, urusan gambar, coding, dsb itu gampang kalo perancangannya yahud.. expect the unexpected itu intinya antisipasi, antisipasi soal apa? ya semua yang berhubungan dengan sistem yang mo kita bangun lah.. whatever it is semua harus diusahakan buat perfect..”

“ya walaupun tidak ada yang sempurna di dunia ini… so?? harusnya gimana dunk??”
“ya itu sih terkgandeng lagi sob… apa yang kamu cari waktu kamu ngerjain itu… duit? skill? or just killing time?”
“eh??”
“hehe… kalo gw sih… saking egoisnya gw.. gw ga mo ada kerjaan gw yang cacat, klo ga bagus gw bakal bilang ga bagus and gw bakal bilang gw butuh waktu buat ngebenerin itu.. lah kalo gw aja ga sreg gimana klien gw bisa hidup tenang ama kerjaan gw?”

“lah kalo klienmu oke-oke aja?”
“ya itu mah lain soal… sampe sekarang sih gw ga suka ama barang yang asal jadi, realistis ama waktu, fee, and skill sih emang, tapi ga ada alasan untuk tidak membuat sebuah karya yang tidak sebaik mungkin”
“emang lo ga butuh duit? kalo kerjaan cepet selese, trus ada kerjaan lagi kan pendapatanmu nambah juga?”
“youp… benul banget tuh… cuman seperti banyak orang bijak bilang (bukan gw loh).. ada yang lebih berharga dari pada sekedar rupiah (dolar mungkin).. dan gw lebih nyari kepuasan hati dari semua yang uda gw kerjain”

“y y y….. lah kalo kerjaan yang uda Up di-utek2 terus bukanya ntar bikin orang yang ngakses kerepotan?”
“ya yang namanya improvisasi, pengembangan, perbaikan, itu kan ga harus selalu kelihatan mata, ya pinter2nya kita lah.. kan kita ga bakal tau bug kalo ga ada report, kritik, saran, or dsb..”
“emang butuh error report ama kritikan ya?”
“ya pasti.. dari situ kita dapet ilmu baru, jangan salah.. perang antara developer sama bug tracker itu menarik lho.. bisa dibilang ajang uji skill masing-masing, ya sekali lagi karena tujuannya utnuk sistem yang lebih baik kan?”

“y y y…”
“yang penting kan berusaha untuk menyenangkan semua pihak, tidak salah langkah, tidak membuang waktu, dan tidak merugikan orang lain…”
“hm.. bisa… bisa….”

**) hm… kate ngomong “ojo gampang lego”, “ojo sekarepe dewe”, “ojo gampang ngeculno”, “lek kerjo seng ati-ati”, “lek ga ikhlas yo ikhlasno”, “lek ga trimo yo benakno” “kudu gelem introspeksi” “seng digawe iku utek dhisik, ojo ati dhisik” ae cek angel temen se . . . (lho akeh tiba’e)

Maaf… Saya Mengeluh Lagi…

(ditulis jumat, 09 Januari 2009 18.00 WIB, karena inet kantor drop, baru bisa di post sekarang, trus males ngerubah postdate-nya, hehe)

ingin hati melalui hari ini dengan tawa, canda, dan bahagia.. tapi entah mengapa di ujung petang hari ini saya ingin sekali berkeluh kesah, mengungkap segala jenuh, lelah, bosan, dan emosi.

entah mengapa saya semakin lama merasa semakin sendiri mengelola itu, mendapatkan tanggung jawab yang begitu besar dan seperti menjadi tumpuan dan harapan mereka-mereka yang tidak berada disini mengharapkan saya untuk mewujudkan cita-cita di situ.

entah mengapa saya merasa tidak lagi punya tempat berpijak atau sekedar bersandar untuk membicarakan tentang itu.

entah mengapa saya merasa dicurangi mereka-mereka yang dengan mudah melepaskan dan tidak mau mengakui statusnya di situ dan menyerahkan semuanya pada saya.

entah mengapa saya merasa dituntut untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin saya lakukan sendirian.

entah mengapa saya merasa dicemooh, dan ditertawakan dibelakang ketika saya melakukan sesuatu yang saya pikir wajar, dan menurut saya dari sisi manapun itu sebuah kebaikan.

entah mengapa saya merasa banyak orang yang bilang “buat apa?”, “penting ga sih?”, “ngefek ta?”, “emang ngaruh?”, dan kalo bahasa jawanya mungkin intinya “lha koen sopo??”

entah mengapa saya jadi berfikir, “jangan-jangan aku ae seng bodo?”

entah lah…. dilihat saja nanti…. mungkin cuma perasaan yang terbawa emosi…

saya akan terus melakukan semua itu karena saya tau, disamping sakit hati ini, masih banyak ilmu dan manfaat yang saya dapat… terserah mereka mau bilang or melakukan apa… bukan karena “lek gudu aku sing ngopeni, koen gelem a ngurusi??” tapi lebih ke “its okay, sini biar saya yang tanggung jawab, silahkan anda menyelesaikan yang jauh lebih penting bagi anda”

Blogger Peduli, kapan giliran saya dan anda?

Gerakan Blogger Peduli  merupakan sebuah gerakan bersama yang menaungi komunitas blogger-blogger. Berfokus pada persoalan information update and gathering perihal bencana melalui media blog dan social media lainnya. Blogger peduli murni dibangun atas dasar solidaritas bersama lewat  jaringan antar komunitas blogger dengan partner strategis LSM AirPutih.

Kepedulian terhadap bencana sengaja menjadi fokus perhatian mengingat Indonesia adalah wilayah yang rawan bencana, seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi dan vulkanik, juga tsunami. Upaya pemerintah dipandang kurang memadai ketika menolong para korban. Blogger sebagai bagian dari masyarakat madani perlu ikut membantu meringankan penderitaan para korban bencana.

source : http://bloggerpeduli.org dan http://groups.google.com/group/bloggerpeduli

dari wacana diatas, saya pribadi tergerak untuk turut membantu walau mungkin tidak secara langsung, so? pertanyaan saya… apakah saudara-saudara saya warga kafet.net berkenan untuk turut serta dalam kegiatan kemanusiaan ini?? dan apakah yang bisa Kafet.Net berikan untuk membantu mereka yang membutuhkan???

untuk info, keterangan, berita, dan tata cara berpartisipasi dapat di lihat di http://bloggerpeduli.org

Kafet, Teknik, dan senang-senang memang menyenangkan untuk kita, tapi mungkin sudah saatnya kita tidak memikirkan diri kita sendiri dan bergerak untuk mereka yang membutuhkan.

merasa bukan blogger? bukan warga kafet? apa masalahnya? kalo pengen bantu, ya tinggal bantu semampunya kan?? masih manusia kan?

Link terkait Blogger Peduli
1. Official Blog : http://bloggerpeduli.org
2. Facebook Group : http://www.facebook.com/group.php?gid=53718976453
3. Plurk : http://www.plurk.com/bloggerpeduli
4. Twitter : http://www.twitter.com/bloggerpeduli

note : copas + edit dikit dari potingan di kafet.net

Agar Kita . . .

sering kali lirik lagu menjadi potret tentang pola dan kehidupan kita. lagu ini cukup lama, band-nya pun sudah mulai tak kedengaran album barunya.. hm.. tapi setelah sedikit ribut dengan penggemarnya yang satu ini, playlist diputar kembali ke jaman sekitar tahun 2004, dan beberapa lagu pun mengalun, dan salah satunya membuat saya berfikir tentang pembicaraan pada satu waktu yang lain…

hei teman ini saatnya
kita bicara saling bercerita
tentang hidup yg diberikan pada kita

hei teman ini sudah waktunya
kita bicara berbagi rasa
benahi kesalahan pada masa yg silam
agar kita jadi orang yg benar

hei teman ini saatnya
kita bicara saling mengingatkan
tentang sikap beda pada diri kita

benahi kesalahan
yg takkan pernah terulang
tentang perasaan ini
agar kita jadi orang yg benar

dengan dirimu aku merasa teduh
saat ku tak bisa menahan egoku
melalui cobaan dng berbagai macam dunia
agar kita tak terjerumus ke jurang lebih jauh

(Flanella – agar kita tak terjerumus ke jurang lebih jauh )

manusia takkan pernah lepas dari salah, dosa, dan khilaf… tapi ada kalanya manusia secara terang-terangan mengakui, meng-iya-kan, dan terus mengulangi dosa dan khilaf itu… menikmati dosa? bisa jadi…

berusaha untuk menyadari segala sesuatu adalah salah satu ilmu yang saya peroleh dari paman itu. tapi apakah semua orang memiliki kesadaran itu??? not all of them i think, dan mungkin hanya tinggal menunggu waktu, momen, atau kesempatan agar saya, anda, atau kita semua untuk menyadari apa saja yang telah kita lakukan

agar kita tak terjerumus ke jurang lebih jauh . . .

Kami Ingin Perubahan

Kami tak akan meminta bebas dari hukuman. Hukum saja kami jika memang
salah. Kami siap menjalaninya. Namun yang adil, yang bijaksana, jangan
karena Anda membawa palu main ketuk seenaknya.

Apa yang sudah kami
lakukan memang bukanlah pembenaran untuk melakukan perubahan. Apa yang
anda harapkan dari Indonesia Super League? Hanyakah kompetisi berebut juara atau ada visi yang jauh lebih mulia lagi. (Ongisnade.net).

kalimat diatas saya cuplik dari Surat Terbuka Untuk Penguasa Sepakbola Indonesia yang diposting di portal Ongisnade.Net. dan seperti yang sudah beredar di berita nasional, untuk sekian kalinya sepakbola kita tercoreng karena kerusuhan suporter, namun kenapa hal ini terus aja terjadi?

surat terbuka tersebut ingin disampaikan kepada penguasa sepakbola indonesia yang merupakan satu-satunya lembaga yang bisa mengambil keputusan tentang kelanjutan sepakbola nasional. aremania mengungkapkan permohonan maafnya dan bersedia untuk dihukum, aremania bersedia untuk menjadi korban perubahan, tapi… perubahan ke arah lebih baik itu harus, dan harus terjadi.

saya Aremania dan walaupun saya tidak berada ditempat kejadian dan hanya mendengarkan pertandingan dari radio, saya bisa merasakan kegundahan hati yang dirasakan oleh saudara-saudara saya aremania lainnya.

kerusuhan di kanjuruhan kemaren memang tidak patut untuk dibenarkan, namun ketika kami mulai berbenah, kenapa pihak yang lain tidak juga mulai berbenah? karena wasit sebagai pengadil haruslah bersikap adil bukan? oke, sekarang stop untuk saling menyalahkan, so? what next?

apakah kejadian2 seperti ini (jadwal pertandingan yang tidak fair, wasit yang kurang adil, dsb) akan terus dilanjutkan? apa akan diubah? kami sebagai suporter tentunya hanya mampu berharap, dan hanya pihak yang paling berwenang tentang liga ini lah yang dapat melakukan perubahan ke lebih baik itu.

saya menunggu vonis apa yang akan dijatuhkan untuk arema dan aremania selanjutnya, dan semoga saja hukuman itu adil, bijaksana, dan tidak merugikan banyak pihak.

salam satu jiwa AREMA

Bulan Itu Datang Lagi

C:>putty alit.localdomain
C:>

……………

login as: ramadhan
ramadhan@alit’s password:

last login: [undefined] from [undefined]
ramadhan@alit:~$

ramadhan@alit:~$ rm -rf DOSA
ramadhan@alit:~$ apt-get update NIAT
ramadhan@alit:~$ apt-get upgrade IMAN
ramadhan@alit:~$ ifconfig SABAR up

ramadhan@alit:~$ ifconfig RAMADHAN 1.4.2.9H
ramadhan@alit:~$ hostname “Selamat Datang Ramadhan”
ramadhan@alit:~$ hostid 1429

ramadhan@alit:~$ ifconfig RAMADHAN up
ramadhan@alit:~$ wget -b AMAL.IBADAH
ramadhan@alit:~$ ping PAHALA
PING PAHALA (IBADAH.PUASA.DAN.LAINNYA) [undefined] bytes of data.
……
……

!!——————————–!!

Selamat Datang Bulan Ramadhan
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

Mohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan selama ini dan semoga kita dapat menjalankan puasa dengan sepenuh hati

I’m Still Learning

i”ve learned that when there”s a start, sooner or later there”s always a stop waiting.

I’ve learned that even though life is beautiful, life is always changing as people come and go, goes on even though it seems it’s going to end.

I’ve learned that doing is better than grieving, and some other things happen with their own reasons.

I’ve learned that no matter how much I care, some people are just going by and never change at all.

I’ve learned that trusting someone is about accepting who they really are, and about letting them go. Because everyone has their own life.

I’ve learned that trusting someone is not about expecting that someone to never hurt you, to always be by your side, to act the way you think they would, because nobody is perfect.

I’ve learned to life, to love, to forget, to face the truth, to live my life, and everything..

And Yes, I’m still learning, what about you?

—————————————–

*diambil dan dimodif dari postingan dirumah yang lama

Keinginan

setiap orang punya keinginan, tujuan, dan cara berfikir yang berbeda-beda, dan tentunya masing-masing orang juga punya caranya tersendiri untuk mengungkapkan dan mengusahakan agar hasil pemikirannya digunakan oleh orang lain. tapi apakah cara yang kita gunakan selalu berhasil? dan untuk cara berbeda, sepertinya hasilnya juga bakal berbeda-beda.

semudah seperti ketika kita menyadari sebuah ketidak benaran yang terjadi disekitar kita, apa sih yang akan kita lakukan? langsung menindak dengan tegas? bertindak perlahan? atau malah diam saja?

saya mencoba mengacu kepada proses yang sedang terjadi dikampus akhir-akhir ini. sebelum probinmaba (semacam ospek gitu lah) dimulai, seperti tahun-tahun belakangan, ada yang namanya sharing lembaga, sharing senior, dan T.O.T, dan setelah sekian kali mengikuti proses-proses pendahulu itu, saya jadi berfikir, sebenarnya kenapa ada senior disana?

bukankah saya dan teman-teman yang belum lulus-lulus juga ini sudah terlalu berbeda dengan teman-teman panitia dan lembaga sekarang, semudah mengikuti perkataan salah satu senior saya sekitar 4 tahun yang lalu, “lek koen ndisik iku sek iso melu jaman metallica jeh, arek saiki bedo, iki wes jamane peterpan, wes gak cocok le”.

apakah memang perubahan jaman sudah sebegitunya? mahasiswa sekarang bukan lagi punya kesan yang keras dan kuat, tapi lebih ke kesan kalem dan cengeng? mungkin masing-masing orang akan punya pendapat dan opini yang berbeda-beda.

dan saya mencoba mencari sebuah jawaban, karena dalam struktur kelembagaan yang ada, tidak ada komponen senior disana, so? jika memang dibutuhkan adanya peran dari senior, senior itu mau disuruh ngapain? dan sayangnya memang pertanyaan ini tidak sempat mendapat jawaban dari teman-teman lembaga.

mungkin akan ada pendapat yang muncul bahwa senior sudah tidak peduli lagi terhadap juniornya, tapi bagi saya itu terlalu dangkal, saya dan teman saya memang memutuskan untuk mulai menarik diri, kenapa? bukan lagi karena perbedaan jaman dan perbedaan gaya pemikiran, kami mencoba untuk menghormati struktural kelembagaan yang ada, karena memang ada yang lebih berhak untuk mengatur dan mengelola lembaga itu.

semakin lama berkeliaran dikampus membuat saya semakin sadar jika memang banyak yang harus mulai dibenahi disini, contoh kecil mungkin struktur hubungan kelembagaan itu, tapi disisi lain ada yang jauh lebih penting dari itu, bagaimana kita bisa mengusahakan generasi yang lebih baik dan bagaimana kita mencoba memperbaiki hubungan persaudaraan yang mungkin sudah mulai tidak harmonis.

ya dari proses inilah kita mulai untuk memperbaiki itu, dan jalan yang ditempuh adalah dengan memperbaiki hubungan struktural kelembagaan. memang bisa dengan jalan lama, dengan senior tetap campur tangan dalam rangkaian kegiatan seperti probinmaba dan urusan lembaga lainnya, tapi jika dipikirkan lebih lanjut, intervensi bisa jadi bukan alternatif terbaik, jika perbaikan dijalankan melalui jalan yg kurang baik, akankah hasilnya menjadi baik?

disisi yang lain lagi, banyak sekali kekurangan, kesalahan, dan keburukan masa lalu dari angkatan sebelumnya ke angkatan dibawahnya yang diulang-ulang hingga sekarang, dan bukankah ini sudah waktunya kita untuk menghentikan itu? toh jika dilanjutkan, kapan lagi kita bisa menghentikan dosa-dosa struktural itu?

banyak keinginan dari teman-teman senior sendiri yang berkaitan dengan apa yang mereka inginkan terhadap generasi yang baru masuk, apa yang ingin mereka berikan, dan apa yang ingin mereka arahkan dan apa yang ingin mereka pahamkan kepada maba. dan bisa jadi sekarang kami sedang mencoba untuk menahan hasrat untuk mempercepat proses perbaikan generasi tersebut. toh kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan.

ah tapi bagaimanapun juga, sekali lagi setiap orang akan selalu memiliki persepsi yang berbeda-beda, dan juga solusi yang berbeda untuk setiap masalah yang ada. saya pribadi tentunya tidak aka semudah itu lepas tangan terhadap apa yang akan terjadi terhadap junior-junior di jurusan “tercinta” itu, tapi mari kita mulai diskusi dengan cara yang lebih baik lagi. dan mencari solusi yang jauh lebih baik.