Alternate Sketches

Alit Mahendra Bramantya

Start Walking, Son…

April 2, 2012 by Alit Mahendra Bramantya | 0 comments

26-03-2012 at his 1st Birthday

Pertumbuhannya semakin cepat, sudah mulai merangkak, berdiri tanpa bantuan, dan berjalan sendiri. ah, ya.. tingginya pun mulai sedikit diatas bayi seusianya (just like me? it might be, hahaha..) Jangan terlalu cepat besar nak, tumbuhlah dengan normal, nikmati masa-masa membanting-banting mainan itu, tapi iya.. kami tetap berharap dapat segera memahami ucapan-ucapanmu itu :D

Gmail Tampil Baru (lagi) Itu…

February 18, 2012 by Alit Mahendra Bramantya | 0 comments

New GMail Interface

Saya sudah pernah dapat preview new look GMail yang ini beberapa waktu yang lalu, tapi gak lama kemudian sudah hilang. dan baru hari ini tadi saya dapati lagi tampilan yang baru ini.

Memang lebih fresh sih, tapi entah mengapa UX-nya agak menyulitkan saya. sederhana sih, karena biasanya saya pakai logo GMail yang di kiri atas untuk balik ke home, dan sekarang si logo itu sudah ndak ada (ganti jadi lebih kecil di bawahnya) dan digantikan dengan logo Google yang ndak bisa di-klik.

Ya sekarang sih memang masih bisa balik ke tampilan yang lama, tapi kalau tampilan yang nantinya sudah dirilis resmi di-bikin jadi default. apa boleh bikin, sepertinya saya butuh waktu agak lama untuk menyesuaikan diri lagi.

somethings always comes with a bunch of reasons, but sometimes.. just can’t ignore it..

Stay Strong.. Buddy..

January 13, 2012 by Alit Mahendra Bramantya | 0 comments

It’s okay to be angry and never let go
It only gets harder the more that you know
When you get lonely if no one’s around,
You know that I’ll catch you when you’re falling down

We came together but you left alone
And I know how it feels to walk out on your own
Maybe someday I will see you again
And you’ll look me in my eyes and call me your friend

yellowcard - empty apartment

Selalu ada masa ketika hati dan pikiran hanyut pada bujukan emosi. Dan ketika ketidakadilan tak lagi dapat dikompromikan lebih dalam, ada masa ketika amarah boleh diungkapkan layaknya letusan gunung berapi atas nama kompromi pada diri sendiri. Continue Reading →