Lego Laptop and Mug

Where Am I?

Sudah beberapa bulan dan ternyata masih kesulitan untuk kembali menulis, mulai dari ketemu ide tapi nggak disimpen terus lupa, ingin riding the moment tapi lupa, terus jadi telat dan sebagainya. Mungkin intinya memang masih malas.

 

Semoga saja setelah sedikit demi sedikit kembali menulis, kebiasaan rutin menulis itu bisa kembali. Nah, ketimbang bingung mau ngebahas apa, kali ini mau bikin review aja sedikit soal apa yang sudah dan sedang dialami.

I’ve been through a lot, and I can’t remember most of them :)

Saya sangat bersyukur memiliki keluarga yang sangat penuh pengertian, ketika saya memiliki cara pandang yang kadang berbeda, tapi mereka (Bapak, Ibu, dan Kakak + Ipar tercinta) memiliki cinta yang begitu dalam dan besar dengan segala pengertian plus kesabaran berlimpah dengan segala perilaku saya yang sering kali kurang berkenan. Alhamdulillah. (Just can’t thank them enough)

Dan saya masih merasa tidak ada sesuatu yang cukup yang bisa saya lakukan untuk menunjukkan rasa syukur atas semua kasih sayang mereka. Terima kasih untuk semuanya! Saya masih mencoba dan terus mencoba melakukan banyak hal yang semoga bisa menunjukkannya pada mereka dan semoga pada suatu saat nanti mereka bisa bangga dengan apa yang telah saya perbuat.

Saya beruntung dan sangat bersyukur dipercaya untuk membangun rumah tangga dengan Istri yang penuh pengertian dan kasih sayang. Yang dengan setia menemani saya yang kadang masih suka fokus pada diri sendiri. Dia yang dengan penuh cinta mengasuh ksatria-ksatria kecil yang sedang tumbuh dengan segala keasyikannya. Dan dia yang terus berada di samping saya mengarungi perjalanan ini. Alhamdulillah. Terima kasih Bun!

Saya beruntung mendapatkan dukungan dari keluarga yang hebat. Terima kasih!

2017 menjadi tahun ke-7 saya mengarungi perjalanan karir saya di Think.Web. Dari mulai jadi programmer outsource, hingga di-hire sebagai programmer + wordpress specialist merangkap analyst support di tahun 2010.

Saya beruntung berada di lingkungan orang-orang hebat.

Think.Web, one of the leading Digital Agencies in Indonesia.

Agency, jenis kantor yang selalu sulit dijelaskan kepada orang lain yang berada di luar lingkaran marketing.

Bekerja sebagai Programmer yang jadi Analyst Support membawa saya belajar banyak tidak hanya soal programming tapi juga soal Web Analytics, dengan Google Analytics sebagai fokus utama.

Saya masih ingat menghabiskan banyak waktu untuk mengikuti kursus online Google Analytics yang kemudian saat tes wajib yang bayar $ 50, saya gagal total di tes pertama dan harus mengulang untuk mengambil sertifikat sebagai Google Analytics Individual Qualification. $ 100 untuk sertifikat yang punya masa berlaku 1 tahun dan tesnya harus diulang setiap tahunnya.

Saat itu menjadi salah satu syarat agar Think.Web bisa mengajukan diri sebagai Google Analytics Partner, dan Alhamdulillah badge itu berhasil didapatkan.

Wooz.in, Cloud-based platform for customer activities and engagements, across and combining offline and online.

Dari situ, saya turut mengembangkan Wooz.in yang dimulai di sekitar tahun 2010, yang membawa saya menjelajah beberapa kota di jawa, sumatra, dan bali. Termasuk membawa saya menyeberang ke Singapura, untuk kerja tentunya.

Dari tap RFID yang menghasilkan status di media sosial (facebook & twitter) hingga bikin prototype photobooth yang fotonya langsung diunggah ke facebook atau twitter. such a cool experience!

Dan saat ini Wooz.in sudah bergerak, berkembang, dan diasuh orang-orang hebat.

Saya beruntung bekerja di antara orang-orang hebat!

Di Think.Web saya jarang sekali berurusan dengan Klien, karena fokus saya untuk mengembangkan aplikasi dan mendukung Tim Analis dengan tugas utama meringankan beberapa bagian pekerjaan mereka, terutama (pada saat itu) adalah di bagian pengambilan data.

Era ketika pengambilan data statistik media sosial atau website via google analytics bisa sangat menghabiskan waktu, tidak seperti saat ini yang masing-masing platform sudah memiliki dashboard yang ciamik berfitur unduh data. Dan proses pengambilan data itu yang coba saya solusikan dengan bantuan aplikasi berbasis web.

Aplikasi Web yang menjadi bagian dari materi saya saat dipercaya untuk berbicara di Google DevFest Jakarta tahun 2012, ide awalnya lebih cerita soal penggunaan Google API, spesifik soal Google Analytics API. Cerita selengkapnya bisa coba dibaca di sini.

Saya beruntung mendapatkan berbagai kesempatan yang membuat saya membangun beberapa web applications yang dapat digunakan untuk membantu pekerjaan rekan kerja saya di Think.Web.

Dengan salah satu aplikasi yang masih aktif digunakan sampai sekarang adalah social media content approval tools yang sistemnya memang didesain untuk tidak memungkinkan posting ke media sosial secara otomatis, karena gunanya untuk memudahkan proses tektok revisi konten dengan Klien.

Lupa di tahun berapa, saya kemudian dipercaya untuk menjadi Head of Research and Development. Bekerja sama dengan dua kakak tingkat saya di kampus yang punya spesialisasi masing-masing, satu design, satu electronics.

Bareng-bareng riset soal saat ini lebih sering disebut sebagai Internet of Things dan salah satunya adalah interactive vending machine yang beberapa kali dibawa untuk acara Klien, dengan Kudus sebagai destinasi paling jauh.

Ya, ini seperti vending machine minuman pada umumnya, tapi untuk mengeluarkan minuman (atau biasanya diganti dengan hadiah) tidak menggunakan koin, tapi dengan kartu RFID atau dengan menyelesaikan tantangan (games) terlebih dahulu.

Ohya, Interface games vending machine ini biasanya dikolaborasikan dengan inmotion dan dengan hasil foto (bila ada) yang bisa ditransfer ke media sosial menggunakan API wooz.in.

Saat tulisan ini dibuat, si vending machine sedang aktif sebagai mesin absensi, yang aplikasi untuk pencatatan dan pengelolaan datanya saya yang supervisi.

Menjadi Head of RnD tidak menghilangkan fungsi saya sebagai Analyst Support, karena di Think.Web masih ada sedikit jarak pengetahuan antara Analis dengan Programmer karena fokus keahlian masing-masing, di kondisi tersebut saya berperan untuk menyempitkan jarak itu.

Digital Measurement Implementation Plan
Digital Measurement Implementation Plan

Dari gambar proses di atas, terutama di fase 1, 2, dan 3.

Lupa lagi tahun berapa, saya dipercaya untuk me-manage divisi Analytics Think.Web yang lebih dikenal sebagai Think.Numb3rs hingga saat cerita ini ditulis.

Karena Analytics adalah bagian dari Research, jadi harusnya Numb3rs masuk sebagai bagian dari RnD. Salah satu konklusi kasar mengapa ini terjadi kayaknya itu, lupa detilnya gimana. Haha.

Singkat cerita, saya mendapatkan kepercayaan baru untuk menjadi Digital Analyst, dari yang dulunya nggak mau bikin report jadi mulai bikin karena salah satu Analyst-nya resign, mulai ke Klien lagi untuk meeting dan presentasi, jadi lebih sering meeting bareng Tim Produksi, dan sampai sekarang masih harus handle beberapa Klien yang sifat reporting-nya agak spesial.

Tapi tugasuntuk maintain beberapa aplikasi internal dan mendesain beberapa aplikasi baru ya tetap berjalan. Ini sebabnya kalau di kartu nama ditulisnya “Web Developer and Digital Analyst“.

Belajar Digital Analytics juga mengantarkan saya menjadi pembicara di beberapa training analytics yang dikerjakan oleh Think.Web untuk beberapa Klien, mulai dari Brand hingga Start Up, yang kemudian juga mengantarkan saya mengunjungi Maluku dalam rangka kegiatan Shareveling.

Dan dengan salah satu pencapaian terbesarnya adalah berbicara di depan Komunitas Google Business Group di Estubizi Coworking Space pada 5 Agustus 2017 yang lalu. Bicara tentang bagaimana Google Analytics bisa membantu perkembangan bisnis di dunia digital. (sayang nggak ada fotonya :p)

Di antara rumah dan kantor, saya masih rajin bermedia sosial, dengan Instagram yang paling sering di-update (dengan foto mainan), diikuti facebook yg kadang-kadang diisi, dan Twitter + Path yang sering kali cuma dibaca.

Beberapa minggu terakhir, saya juga aktif siaran di Googoo.fm seminggu sekali, ngomongin macam-macam di internet bareng Jufri. Kalo ada ide bahasan boleh lho! :)

Dan di sinilah saya saat ini.

Anak dari Orang Tua yang sangat sangat istimewa. (Terima kasih Ma, Pa)

Adik dari Kakak yang penuh pengertian. (Terima kasih Mbak, Mas)

Suami dari Istri yang penuh cinta. (Terima kasih Bun)

Ayah dari anak-anak yang Sholeh. (InsyaAllah, semangat Nak!)

Head dari 7 anggota divisi yang punya karakter menarik. (Terima kasih Think.Web atas kepercayaanya!)

Dan semoga saya menjadi kawan yang baik bagi anda semua.

Terima kasih telah meluangkan waktu membaca tulisan yang sangat panjang ini, dan apabila ada yg bertanya “Selanjutnya apa?”

There are far, far better things ahead than any we leave behind.
– C.S. Lewis

I foresee a lot of great things ahead of Us, Let’s do Our best!

:)

Published by

Alit Mahendra Bramantya

Complicatedly simple, not just another internet presence enthusiast. Currently managing Research (including Analytics) Division at Think.Web with Web App Development and Digital Analytics as main responsibility. Views are my own.

Leave a Reply