Berteman Dengan Apologia

beargguy_lonely

Menitikkan detik demi detik yang telah terpolarisasi.

Pada baris demi baris dan kolom demi kolom rezeki.

Di antara halaman demi halaman riuh darulfana.

Ego tak pernah padam kala raga masih digdaya.

Aku pun tak segan memupuk harapan.

Tapi apa lah daya bila tak cakap?

Dan di tepi senja kala, tak boleh aku terpaku.

Ini bukan enggan tapi masih tak mampu.

Menata hati untuk saat ini.

Mari tetap menari.

Menerima yang diperlukan.

Menuai yang ditanam.

Published by

Alit Mahendra Bramantya

A half time blogger, a ‘part’ time coder, and (not) a full time father (yet). Complicatedly simple and not another internet presence enthusiast. Currently working as web application developer and analytics analyst.