Doin’ It The Hard Way …

Akhirnya punya kemauan kesempatan untuk ngisi blog ini lagi…

Sebetulnya ada banyak yang ingin coba ditulis dan ingin dibagi, tapi sebagian besar hanya muter di kepala dan nggak sampai ke tangan untuk bergerak nulis di keyboard dan di-publish. Intinya sih tetep aja males, hahahaha… And here’s the real story…

————————-

Dua bulan terakhir ini ada ‘kesibukan’ baru yang jadi bagian dari hari-hari yang dilalui, yaitu jadi gunpla builder.

Sudah lama (beberapa tahun, mungkin..) ada keinginan untuk menambah si merakit gundam jadi hobi baru, tapi memang baru kesampaian beberapa bulan terakhir ini. Seperti biasa, beberapa orang di sekitar hanya menganggap si plastic model kits ini cuma sebatas mainan. Etapi jangan salah, ini gunpla bukan mainan sembarang mainan yang boleh dimainin anak kecil lho. Batasan umur minimal-nya aja di atas 5-6 Tahun kok.

Satu, dua, dan beberapa gunpla berhasil dirakit, waktu pengerjaannya pun makin lama makin pendek. Yang artinya saia makin lama makin ‘lihai’ untuk merakit ini mainan, tapi ternyata.. ada yang kurang… dan banyak.. Dem!

Merakit Gunpla bukan hanya tentang potong dan pasang, ada banyak hal yang harus dilakukan untuk membuat si gunpla layak untuk mejeng di sebuah galeri (bahkan ada kompetisinya juga lho..). Yang menurut otakurevolution, ada 5 level dengan tingkat kesulitan masing-masing. Dan yang saia lakukan selama ini cuma sampai level 1. (dan saia sudah bangga.. hahaha..)

Setelah baca sana-sini saia baru tahu kalau menjadi gunpla builder itu nggak cuma butuh waktu 2-3 jam untuk menyelesaikan satu model HG 1:144. Waktu segitu memang sudah cukup untuk metode snap, fit, and pose, namun akan selalu ada detail cacat yang tertinggal. Dan saya punya cacat bekas potong hampir di semua gunpla yang sudah saia rakit. Oh nooo

RG 1:144 Freedom Gunpla
RG 1:144 Freedom Gunpla

Keterangan Gambar : Gara-gara posting foto gunpla yang baru dirakit, besoknya disuruh ngerakitin gunpla punya Om Caplang, yang tingkat kesulitannya lebih tinggi dari yang pernah saia rakit sebelumnya.

Membersihkan sisa-sisa runner, menyamakan warna, memasang decals, dan memberikan top coat adalah beberapa hal yang sama sekali belum pernah saia jamah. Butuh teliti, telaten, dan waktu yang lebih dari cukup untuk menyelesaikan semua proses itu. Yang sepertinya beberapa diantaranya tidak saya punya. Hahahaha..

Dengan mengetahui detil proses yang cukup banyak ini malah membuat saia menjadi semakin tertarik dengan gunpla, karena kerumitan ini yang menunjukkan bahwa gunpla bukan sekedar mainan untuk anak-anak, dan ada seni di sana. Dan ini bukan hanya soal jumlah koleksi, tapi lebih kepada kepuasan diri.

Do we really need to challenge our self at any matters? Including this kind of matters? Sometimes.. I think I do :)

Dan saia akan sampai pada level tertinggi itu suatu saat nanti…

Success !!!
Success !!!

Bagaimana dengan Anda? apa kesibukan baru anda akhir-akhir ini? yang berada di luar lingkungan pekerjaan tentunya. :)

Published by

Alit Mahendra Bramantya

A half time blogger, a ‘part’ time coder, and (not) a full time father (yet). Complicatedly simple and not another internet presence enthusiast. Currently working as web application developer and analytics analyst.

One thought on “Doin’ It The Hard Way …”

Comments are closed.