Will you grow up my friend?

ini adalah masa ketika aku sudah kehabisan stamina untuk tidak menulis atau berkomentar apapun tentang apa yang terjadi. ini bukan tentang kamu saja, tapi juga tentang mereka, tentang apa yang mata dan telinga ini perhatikan.

jalan itu tidak hanya lurus
jalan itu tidak hanya lurus

kapan kau akan beranjak dewasa wahai kawan? ketika engkau masih terus menganggap dunia berputar dengan engkau sebagai porosnya? –yepp, i copy this from you ter..–

hampir saja hari ini aku kembali terjebak dengan topik pembicaraan basi yang entah mengapa masih terus saja beririsan dengan subyek yang berbeda, topik yang sama, pertanyaan yang sama, argumentasi yang sama, dan tentu saja.. kesimpulan yang sama. sekali lagi, ini bukan hanya tentang kamu saja, tapi juga tentang mereka.

kapan kau akan beranjak dewasa wahai kawan? ketika engkau masih terus berharap pada segala dongeng dan fantasi itu?

dulu aku sangat percaya dengan pernyataan “tua itu pasti, dewasa itu pilihan”, namun sepertinya aku punya pendapat lain saat ini. memang iya dewasa itu tidak dapat diukur hanya dengan umur saja, namun.. dewasa itu tidaklah dipilih, dewasa itu konsekuensi dari apa yang dicerna dari lingkungan sekitar semenjak bayi, muda, hingga berumur.

entah masih sekolah, entah baru kerja, atau bahkan yang udah punya anak.. selalu ada masa ketika tingkat kedewasaan dan kejernihan pikiran seseorang itu diuji, sudahkah dia naik ketingkat berikutnya? dan tidak semua orang lulus ujian itu pada tahapan yang sama. tidak hanya aku, belum tentu juga kamu, atau bahkan mereka juga belum tentu sudah lulus ujian itu.

kapan kau akan beranjak dewasa wahai kawan? ketika engkau masih terus berpegang pada ego dan pola pikirmu yang seperti itu?

aku menghormati segala keputusan dan pilihan yang kamu dan mereka ambil, namun kamu dan mereka harus pula menyadari segala konsekuensi yang ada, akankah senjata yang kalian letakkan itu akan menyelamatkan banyak orang, atau malah akan membuat banyak orang lagi terluka?

hidup selalu dihadapkan pada pilihan, dan kamu selalu bisa memilih salah satunya. termasuk memilih untuk menyerah

ada banyak hal tentang ego, hati, dan rasa yang harus kamu dan mereka gali lebih dalam. mencari sebuah sisi lain dari kehidupan ini yang tidak hanya ada ‘aku’, ‘aku’, dan ‘aku’ didalamnya. ini tentang kita, tentang dunia yang jauh lebih besar dari sekedar layar monitor, televisi, bioskop, atau lembaran-lembaran buku atau novel yang sering kau hadapi itu.

lalu.. kapan kau akan beranjak dewasa wahai kawan?

mungkin aku akan terus berharap.. karena ini bukan hanya tentang kamu, tapi juga tentang mereka.. mungkin.. mungkin.. atau mungkin…. aku memang menulis ini untuk diriku sendiri..

Published by

Alit Mahendra Bramantya

Complicatedly simple, not just another internet presence enthusiast. Currently managing Research (including Analytics) Division at Think.Web with Web App Development and Digital Analytics as main responsibility. Views are my own.

One thought on “Will you grow up my friend?”

Comments are closed.