We’re Here For A Reason, Don’t We?

random things, on random people

Tidak ada sesuatu yang selalu berjalan dengan apa yang ada dipikirkan atau diinginkan, karena sesuatu itu selalu berjalan dengan apa yang terbaik menurut-Nya untuk umatnya. —paling tidak, itu yang saya pahami

demikian pula tentang laku dan cara pandang seseorang terhadap banyak hal —termasuk mungkin tentang laku hidupnya— ketika setiap orang sering kali memiliki pola pikir, ketahanan emosional, hingga tingkat respon yang berbeda ketika berada di tingkatan usia yang sama.

menurut saya, umur bisa menipu tapi perilaku tidak akan pernah berbohong.

beberapa kali menghabiskan sekian jam waktu untuk membicarakan tentang progres, proses, dan bahkan hasil dari sebuah treatment. dan ketika pembahasan terus berlanjut hingga tingkatan pola pikir yang terbentuk dan terpengaruh oleh lingkungan dan masa lalu. inti dari pertanyaan yang kemudian muncul hanyalah “emang cuman segitu ya?”

manusia tumbuh dan berkembang mengikuti apa yang terjadi di lingkungannya, meniru apa yang dilihatnya, dan berproses terhadap waktu yang dijalaninya. dan ketika seseorang belum mencapai tingkat yang diinginkan, apakah kemudian itu merupakan sebuah kesalahan? tentu tidak.

tidak ada kesalahan yang bisa disematkan, karena tidak semua orang beruntung untuk melalui proses pendewasaan diri lebih cepat dari yang lainnya, sekali lagi menurut saya ini akan bergantung pada bentukan dini cara pandang dan dukungan sosial yang ada disekitarnya.

dan mengharapkan beberapa orang untuk bisa dengan cepat tanggap berpola dan berperilaku secepat beberapa orang yang lain mungkin menjadi hal yang tidak tepat, karena banyak faktor yang mempengaruhi tingkat respon pribadi terhadap sesuatu, entah itu masalah atau keberuntungan.

ekspektasi tersebut kadang menjadi berlebihan karena tingkat subyektifitas yang tinggi ketika yang mempunyai ekspektasi menganggap diri sendiri telah berproses lebih dulu dan berhasil lebih baik. mengapa? menurut saya sih karena potensi seseorang itu tidak bisa diukur dengan pasti, dimana potensi sumber daya manusia itu merupakan sebuah persamaan yang dibangun dari banyak sekali variabel dan tanpa konstanta.

manusia bisa berharap, berusaha, dan berdoa, pepatah bilang “ketika ada kemauan, disitu ada jalan”, dan untuk masa depan yang lebih baik mari kita berusaha sebaik mungkin, we’re here for a reason, don’t we?

Published by

Alit Mahendra Bramantya

Complicatedly simple, not just another internet presence enthusiast. Currently managing Research (including Analytics) Division at Think.Web with Web App Development and Digital Analytics as main responsibility. Views are my own.