Versus The First Year

dulu saya beberapa kali menulis tentang “another sad happy day“, meski akhirnya bisa diakhiri dengan “the end of another sad happy day“. saya ingat menulisnya pada tanggal dan bulan yang sama, dan ketika cerita itu beranjak ke fase yang baru. saya memutuskan untuk mengganti kisah, tanggal, dan bulan tulisnya.

teman dan sahabat yang seakan saudara dekat
teman dan sahabat yang seakan saudara dekat

tanggal dan bulan yang mana? tepatnya hari ini, tanggal dan bulan yang sama satu tahun yang lalu. dimana pada tanggal ini di bulan inilah saya memulai perjalanan hidup saya menjadi seorang suami dan kepala keluarga. —salah satu momen terbaik dalam hidup saya

dimulai dari kepercayaan diri.

perjalan ini dimulai dengan penuh kesadaran dan percaya diri yang tinggi, dan melihat apa yang sudah berlalu. saya masih terus memompa kepercayaan diri itu untuk terus tinggi, karena menikah itu mudah, namun tidak semudah itu bagi saya, karena saya tidak hanya menikahi satu orang wanita, tapi saya juga menikahi seluruh keluarga besarnya :D

perjalanan ini masih terlalu singkat untuk dikabarkan keberhasilannya, tapi sudah cukup lama untuk diingat dan dikoreksi kekurangannya, masih banyak celah disana-sini yang harus diperbaiki disetiap hari dan tahun berikutnya, dengan memahami bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa.

masih banyak keinginan dan cita-cita yang belum terpernuhi, meski banyak pula kejutan yang datang tidak terduga.

kelahiran Aldan tepat 3 bulan lalu —momen terbaik berikutnya dalam hidup saya— juga menjadi cermin bagi kami berdua untuk terus berbenah, karena kini tugas kami tidak hanya menjadi suami istri yang lebih baik, tapi juga menjadi orang tua yang jauh lebih baik untuk anak-anak kami. termasuk berperan lebih banyak untuk tidak lagi merepotkan orang tua kami. —meski saya yakin mereka tidak pernah keberatan

sangat banyak pelajaran yang bisa diambil dari perjalan yang masih sesingkat ini, ide-ide baru, pengetahuan-pengetahuan baru, bahkan pola pikir yang baru pula. dan saya mengulang apa yang pernah ditulis sebelumnya … dari sekian banyak alasan lainnya, biarkan tanggung jawab untuk membina keluarga ini saya laksanakan dengan penuh kesadaran diri …

Published by

Alit Mahendra Bramantya

Complicatedly simple, not just another internet presence enthusiast. Currently managing Research (including Analytics) Division at Think.Web with Web App Development and Digital Analytics as main responsibility. Views are my own.

4 thoughts on “Versus The First Year”

  1. Insyaallah, menikah itu selalu mendatangkan kebahagiaan bila bisa mengambil hikmah dan pelajaran di baliknya.. *sok bijak padahal belum nikah*

Comments are closed.