Mari bertanggung jawab

penegakan aturan yang tidak tepat sasaran dan bertanggung jawab, sering kali membuat kita menjadi lalai, acuh, dan akhirnya merasa terbiasa. saya tidak akan berbohong bahwa saya tidak pernah melakukannya, tapi selalu ada titik balik untuk berubah menjadi yang lebih baik.

jangan pake hape sambil nyetir - sebuah kampanye
jangan pake hape sambil nyetir – sebuah kampanye

sebagai seorang pengendara kendaraan bermotor tentu kita ingin berkendara dengan aman dan nyaman di jalan raya, tidak hanya cepat sampai di tujuan, akan tetapi juga harus selamat sampai di tujuan. itulah sebabnya kita harus selalu memperhatikan faktor-faktor keselamatan di jalan raya.

mari berkendara dengan pernuh tanggung jawab.

bertanggung jawab di jalan raya tidak hanya tentang bagaimana cara kita berkendara, tapi juga bagaimana kita mengikuti aturan lalu lintas yang berlaku, dan bagaimana kita menghargai hak sesama pengguna jalan. nah kadang yg terakhir ini jarang saya temukan di jalanan ibukota, banyak pengendara yang suka buru-buru yang berujung pada ingin menang sendiri dan tidak mengindahkan hak orang lain.

mengerem pada saat lampu lalu lintas berwarna kuning, tidak jalan ketika merah, dan baru jalan ketika lampu hijau.

ini adalah aturan sederhana yang sering kali kita acuhkan pada saat-saat tertentu, saat tidak ada polisi, saat jalanan sepi, dan semacamnya. perilaku acuh inilah yang berbahaya, tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, tapi juga bisa membahayakan pengguna ajalan yang lain.

selain perilaku acuh tak acuh tadi, salah satu penyebab utama kecelakaan dijalan raya adalah karena kurang tau hilangnya konsentrasi, ohya tentu masih banyak sekali faktor lainnya, tapi menurut saya juga ini yang paling penting untuk kita pahami, karena pentingnya konsentrasi, pemerintah sampai mengeluarkan Undang-Undang khusus mengenai ini yang tertera pada UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. (baca lengkap disini)

pada undang-undang tersebut, dari sekian banyak pasal yang mengatur perilaku di jalan raya dan tentang keselamatannya, pada pasal 283 disebutkan sebagai berikut :

setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagai diatur dalam Pasal 106 ayat 1 dipidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda Rp 750.000

ini bukan tentang jumlah dendanya. tapi bagaimana kita menyikapi pentingnya menjaga konsentrasi kita saat berkendara, bukan hanya untuk menghindari tilang, tapi juga untuk menghindarkan diri kita dari kecelakaan. gangguan konsentasi ini bisa disebabkan karena mengantuk, menelepon, ber-SMS, dalam pengaruh minuman keras, dan masih banyak lainnya. salah satu situs luar negeri yang membahas masalah ini pun sampai menyebutkan perilaku membaca koran, menggunakan make up, dan mencukur sambil mengemudi.

wartawan CNBC mengatakan bahwa perilaku menggunakan ponsel sambil mengemudi ini lebih berbahaya dari minum dan mengemudi. bagi kita yang belum mengetahui atau memahami hasil risetnya pun saya yakin akan tidak mempercayai hal ini, karena sebagian dari kita akan berpikiran bahwa kita lebih bisa menjaga konsentrasi ketika memengang handphone daripada ketika dalam pengaruh alkohol. tapi mungkin kita bisa mempelajari berbagai riset yang sudah dijalankan tentang ini.

bahkan oprah winfrey pun mengkampanyekan hal ini.

mari lihat tabel dibawah ini, dan mari belajar, bahwa berkurangnya konsentrasi saat mengemudi dapat mengurangi respon si pengemudi terhadap kejadian yang terjadi didepannya <– dan terlambatnya respon inilah yang bisa mengakibatkan kecelakaan di jalan raya.

Texting While Driving: How Dangerous is it? - The Results
Texting While Driving: How Dangerous is it? – The Results

permasalahan ini tidak hanya terjadi di sekitar kita, tidak hanya di Indonesia, tapi juga diseluruh dunia, dan menurut saya, tidak perlu kita berfikir tentang bagaimana perilaku orang lain, tapi alangkah baiknya jika kita bercermin tentang perilaku diri kita masing-masing, dan ketika kita sudah bisa berkendara dengan bertanggung jawab, mari tularkan pada mereka yang ada disekitar kita betapa pentingnya berkendara dengan bertanggung jawab, dan jangan sampai karena kelalaian, diri kita bahkan orang lain menjadi korbannya.

kawan-kawan saya di bloggerngalam pun sedang berencana ikut mengkampanyekan hal ini sejak beberapa waktu yang lalu. stiker dari gambar warna kuning diatas sudah dicetak dan mulai disebarkan. jadi mari kita mulai berbenah dan bertanggung jawab, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang. ;)

— gambar diambil dari sini

Published by

Alit Mahendra Bramantya

A half time blogger, a ‘part’ time coder, and (not) a full time father (yet). Complicatedly simple and not another internet presence enthusiast. Currently working as web application developer and analytics analyst.

3 thoughts on “Mari bertanggung jawab”

Comments are closed.