Doa kami dinadimu

280320112001

Kepada engkau, lelaki yang lahir pada hari jumat 25 Maret 2011 pukul 8.43 WIB dengan panjang 50cm dan berat 3110gr.

Kami sungguh sangat bersyukur kepada Yang Maha Esa karena engkau telah lahir dengan selamat, tanpa kurang suatu apa bersama seluruh tangismu yang meluluhkan hati. Alhamdulillah..

Ketahuilah Nak, Engkau adalah anugrah terindah dalam kehidupan kami, titipan Ilahi yang akan selalu kami jaga dan bimbing selamanya, InsyaAllah kasih sayang kami tidak akan pernah habis untukmu.

Kami tak akan pernah berhenti untuk mengajarkan dan mengarahkanmu pada keindahan, kebaikan, dan kebijaksanaan dunia dan akhirat yang telah diajarkan pada kami dan orang-orang sebelum kami, sampai nanti engkau mengerti akan segala dinamika dunia.

Aldan Alif Bramantya

3 kata dari 3 bahasa itulah nama yang kami berikan kepadamu, yang kami harap akan menjadi doa yang tak akan berhenti menemani dan mengingatkanmu selama engkau mengarungi kehidupan di dunia ini, bersama kami hingga nanti kami tak lagi bersamamu.

Kami berdoa agar engkau dapat menjadi hamba-Nya yang berjiwa ksatria, adil dan bijaksana, dan dapat bersikap lemah lembut. dan semoga Allah SWT mendengar dan mengabulkan doa kami.

Nak, Kami tak akan pernah berhenti bersyukur dan terus berdoa agar engkau dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, kuat, sederhana, sejahtera, berbakti kepada agamamu, bangsamu, dan menjadi restu sekalian alam, bersama seluruh kebaikan yang ada.

Untuk sekarang, menangislah yang keras nak.. selamat menikmati masa kecilmu..

Tumbuhlah dan belajarlah tentang yang baik dan semoga kami bisa membimbingmu dengan sebaik-baiknya..

Amien..

Posted with WordPress for BlackBerry.

Published by

Alit Mahendra Bramantya

Complicatedly simple, not just another internet presence enthusiast. Currently managing Research (including Analytics) Division at Think.Web with Web App Development and Digital Analytics as main responsibility. Views are my own.

7 thoughts on “Doa kami dinadimu”

  1. moga sehat selalu sampek gede, trus lek gede gak ngerti masalah sebelah.Amin.
    oh iyo repotono bapakmu Le.. lek bengi nangiso sing banter, pokoke lek ibu-bapakmu ketok kate ‘ngunu’ nangiso sing buanter lho yah

Comments are closed.