The Shining Youngster, The Rising Star?

Sekarang ia memukau semua mata yg memandang dan kebintangannya pun mulai bersinar. kenapa baru sekarang?

Bagi saia, inilah bukti bahwa pentingnya pendidikan yang tepat sejak dini, pola latihan yang tepat, dan tentu iklim kompetisi sejak dini dan manajemen yg pas. Sekarang masyarakat melihatnya sebagai sosok yang skillful –mungkin mengagumkan– padahal bukan hal yg tidak mungkin bila kemampuannya tidak begitu istimewa ditempat dia mengasah kemampuannya dulu.

Merendahkan? Tidak.. Iri? hmm.. Mungkin masih terbesit ragu..

Mengingat dulu begitu banyak yang meragukannya saat dia pertama kali datang dan kemudian mengarungi hari-hari kompetisinya dinegara asal ayahnya, sedikit terseok-seok dan menghabiskan cukup banyak waktu untuk melakukan penyesuaian memang sesuatu yg terbilang wajar, tapi sudahkah dia benar-benar bersinar? –ingat, kompetisi lokal pun baru berjalan–

Dia masih punya jalan dan waktu yg sangat panjang, potensi yg besar? Tentu.. Saia tidak meragukan itu, tapi entah kenapa saia mulai tidak suka ketika sekarang orang mulai berandai-andai, coba dulu di main disini, bukan disana, coba dulu begini, coba dulu begitu, sudah lupa apa dulu dia pernah ditolak di tim-tim besar? pujian yg terlalu dini? mungkin..

Seolah-olah dia salah begabung dengan tim sekota #arema, padahal saat itu mungkin hanya Timo dan tim-nya (plus riedl sekarang) yg percaya dengan potensinya.

Lalu setelah dua kali permainan impresif dengan tim nasional yang ditayang di televisi nasional, lalu opini langsung berubah 180′?

AFP PHOTO / BAY ISMOYO (Photo credit should read BAY ISMOYO/AFP/Getty Images)
AFP PHOTO / BAY ISMOYO (Photo credit should read BAY ISMOYO/AFP/Getty Images)

Sudah lupa dulu dia pernah bilang mau mencoba menembus timnas belanda dulu? — ‘ah, gpp.. masih labil-nya anak muda..’ jadi timnas bukan pengabdian gitu? Ha? —

Ah.. itz so typical.. banyak yg suka cepat puas.. Yah semoga yg dinilai bukan hanya ke-‘bening’-an nya –walau ini nilai utama dari banyaknya fans perempuan-nya :)) —

Well we’ll see.. let’s watch him for the next 5 years.. Hmm.. iya, saia memang nulis soal Irfan Bachdim koq.. hahaha

Published by

Alit Mahendra Bramantya

A half time blogger, a ‘part’ time coder, and (not) a full time father (yet). Complicatedly simple and not another internet presence enthusiast. Currently working as web application developer and analytics analyst.

2 thoughts on “The Shining Youngster, The Rising Star?”

  1. iya mas. terlalu dini untuk men-judge seorang Irfan, toh kompetisi juga baru berjalan, padahal ada juga seorang Okto di sana yg tak kalah bagusnya :D
    Timnas SAD di Uruguay juga bagus2.
    smoga sepakbola Indonesia ke depan semakin baik dan dapat menelurkan talenta2 muda berbakat masa depan.

    1. @dena, hehehe.. itulah den, kebanyakan yang disorot oleh media mainstream itu yang lagi banyak dibicarakan orang, dan sepak bola indonesia tentu akan sangat maju ketika talenta-talenta muda yang ada itu mendapatkan pendidikan bola yang baik dan benar sejak dini..

      ga cuman sepak bola sih, olah raga lain juga harusnya gitu :D

Comments are closed.