Mungkin saya memang bodoh..

Sorry mom, i know itz not a best present for your birthday

Mungkin saya memang bodoh, kurang jeli, semaunya sendiri, terlalu keras kepala, atau yang lainnya. tapi bagaimanapun ini adalah tempat yang saya pilih ketika saya memutuskan untuk mengejar cita-cita saya dan menantang kota jakarta, bekerja di sebuah tim kecil, berhenti, dan sekarang menjadi pekerja lepas.dari awal dulu saat kuliah, saya memang tidak pernah berpikiran untuk bekerja disebuah perusahaan manufaktur konvensional atau mungkin perusahaan negara. dan hingga saat ini, saya masih mencoba teguh dengan pendirian saya.

sesampainya di jakarta, menikmati beberapa hari pertama bekerja di sebuah tim IT kecil di sebuah lingkaran yang baru, bertemu dengan orang2 dan dunia yang benar2 baru, membuat saya sedikit terpana, dunia itu tidak pernah saya masuki atau baca, hm.. memang benar pepatah ‘don’t just a book by its cover’. dan saya mendapatkan banyak bahan pelajaran disana.

tapi lambat laun saya mulai menyadari satu hal, ada yang salah disini, beberapa eksplorasi yang dilakukan dari hari kehari mulai menampakkan hasilnya. ‘sesuatu tidak akan berdiri tegak tanpa pondasi yang kuat’, itu kesimpulan saya pada saat itu.

dengan terlalu banyaknya bagian yang masih di-‘cacat’-i, selalu ada batas waktu untuk menahan keluh kesah ataupun sekedar komplain, dan saya terlalu pede ketika sang atasan meng-iya-kan masalah tersebut dan berpikir ulang tentang desain kapal yang sedang saya naiki. so? is it my way outta here? jump off the boat? but.. wait a minute…

saya kembali berpikir ulang ketika dia mengeluarkan beberapa opsi mulai dari sekedar pelampung, ataupun kapal yang lebih kokoh, dan menurut saya saat itu, ketika kapal ini tidak punya rangka yang kuat dan kita tidak punya perbekalan yang cukup untuk melanjutkan perjalanan, haruskah kita tambatkan dulu kapal ini dan mulai berlayar dengan kapal yang lainnya?

dan akhirnya, setelah 3 bulan berjalan, kami memutuskan untuk menonaktifkan kapal itu untuk sementara, dan mencoba mencari kapal baru untuk sekedar berteduh.

liburan akhir tahun yang mencengangkan buat orang tua dan saudara2 saya ketika saya bilang ‘bulan depan aku ga kerja lagi’. saya menyadarai kekecewaan mereka karena saya tidak mau menuruti mereka ketika mereka meminta saya bekerja disebuah instansi. karena saya masih berteguh pada konsistensi saya untuk menjaga komitmen saya pada saat itu.

sebuah titik berat juga ketika saya harus menyampaikan sisi pemikiran saya tentang cita-cita membangun bangsa dari sekedar usaha kecil, dan tidak hanya menjadi sekedar zombie di perusahaan penjajah, dan inilah saya sekarang, mencoba menetapkan satu kaki di lingkaran pekerja lepas, dan mencoba mencari pijakan untuk satu kaki yang mungkin dapat menyenangkan hati mereka yang saya cintai.

dengan segala detil yang ada disekeliling, kadang keadaan ini menjadi cukup berat dan menyulitkan, namun bagaimanapun juga ini adalah langkah yang telah saya ambil dengan penuh kesadaran, dan saya masih ingin menunjukkan konsistensi disini, dan bila saatnya nanti saya berubah haluan, saya berharap saya benar-benar menyadarinya dan sama sekali tidak terpaksa.

so.. you may hire me at : me [at] alitmahendra [dot] com :)

Published by

Alit Mahendra Bramantya

Complicatedly simple, not just another internet presence enthusiast. Currently managing Research (including Analytics) Division at Think.Web with Web App Development and Digital Analytics as main responsibility. Views are my own.

12 thoughts on “Mungkin saya memang bodoh..”

  1. go! go! go!
    emang kadang susah berjuang tanpa dukungan maksimal, dulu ortuku juga pengen aku jadi PNS tapi aku berkeras dan milih jalan jadi pegawai swasta. Alhamdullilah sampai sekarang masih bisa makan dengan enak :)

    1. ehehe.. banyak faktor yang mempengaruhi mas.. dan memang yang paling penting adalah benar2 menyadari saat mengambil keputusan, meminimalisasi datangnya sebuah penyesalan .. hehe..

      wah omah sampean akeh saiki.. wkwkwk..

  2. segala pekerjaan ada kerja keras dan resikonya, segala pilihan ada konsekuensinya, termasuk ketika memutuskan untuk ga jadi freelancer lagi. katanya begitu sih lit. :D

    1. oh tentu saia sepakat sekali kalo soal kerja keras dan resiko.. semakin tinggi kita mencoba naik, semakin kencang angin mendera dan semakin berat gravitasi menarik.. hehe.. dan mencoba untuk tetap sadar atas setiap tikungan dan percabangan :)

Comments are closed.