Archive for January, 2010

Jan

20

Bekerja dalam kerangka

Web Development, catatan hari ini | alit | 2 Comments |

disclaimer : saya bicara tentang php, bukan bahasa yang lain, segala perspektif yang ada disini bersifat subyektif dan tidak bermaksud untuk menyinggung pihak lain, berbeda pendapat? tentu sangat diperbolehkan.

sebuah kerangka, akan saya artikan seperti sebuah batasan-batasan, yang bisa jadi akan membatasi langkah, gerak, imajinasi, dan mungkin pula solusi, membuat kita terkurung dengan bahan-bahan yang telah ditentukan.

beberapa pekerjaan terakhir saya mengharuskan saya ‘bermain’ atau berurusan dengan framework php, framework sendiri bisa diartikan sebagai kerangka kerja pemrograman, dimana seorang programmer cukup menggunakan library-library yang telah tersedia, untuk mempermudah proses pembuatan program.

sebenarnya dari awal saya mendengar kata framework dan apa gunanya, saya sudah berfikir untuk tidak menggunakan framework, alasan saya saat itu adalah karena ’setiap orang punya cara dan metode pendekatan yang berbeda’ dan yang lebih sederhana adalah alasan ’saya ingin membuat sesuatu dengan cara saya, ngapain ikut cara orang lain?’

tapi pekerjaan yang akhirnya membuat saya bersentuhan dengan framework, dan saat menggunakannya hingga pekerjaan itu hampir selesai, saya masih saja berfikir ‘apa sih gunanya nih framework?’, karena bagi saya penggunaan framework ini buang-buang tenaga, kenapa?

begini, framework selalu menyertakan banyak library, class, function, method dan lain sebagainya, dan sering kali dari sekian banyak fitur yang ada, tidak semua digunakan, dan mungkin fitur yang ada tidak bisa memnuhi kebutuhan sehingga programmer harus menambahkan plugin atau fungsi baru.

proses ini lah yang akhirnya membuat saya berfikir bahwa ini buang-buang tenaga, dan sebenarnya bukan hanya tenaga saja yang dibuang, tapi juga space hosting yang ada, sesederhana kalo saya hanya butuh space 5MB untuk program saya, kenapa harus menghabiskan 20MB karena pake framework. dan ini bukan hanya soal space, mengingat bagaimana cara menggunakan php dengan Object Oriented Programming, tentu proses loading banyak library akan mempengaruhi loading program utamanya.

belum lagi, perkembangan framework yang digunakan diseluruh dunia dan tidak pernah adanya buatan manusia yang sempurna, maka apabila ada yang bisa menembus pertahanan pusat framework di satu tempat, maka pengguna framework dengan tipe dan versi yang sama, akan memiliki kerentanan terhadap serangan yang sama pula.

ya memang, bisa saja ini hanya terjadi di php, dan bisa jadi framework untuk bahasa pemrograman yang lain bisa lebih efisien. hmm.. teman-teman saya sesama programmer selalu mendengungkan bahwa dengan framework, apa yang kita bikin nantinya bisa di re-use alias dipake lagi dikemudian hari, dan jawaban saya pun sederhana ’selama ini saya selalu pake source saya yang dulu-dulu koq :p’

ada yang bilang juga kalo framework akan sangat berguna untuk era kolaborasi sekarang ini, dimana sebuah project bisa dikerjakan oleh banyak programmer yang ada dibanyak tempat pada saat yang bersamaan, dan dengan framework, para programmer tersebut tidak perlu susah-susah untuk berargumentasi mengenai apa dan bagaimana rangka awal sebuah fitur dibuat.

tapi itu juga masih bisa dibantah, karena kembali lagi setiap orang memiliki cara pemikiran dan pendekatan yang berbeda tentang apa dan bagaimana sesuatu itu dibuat, dan bisa jadi pada akhirnya titik temu dari pendekatan yang berbeda itu memutuskan untuk tidak lagi menggunakan framework.

saya tidak menyarankan penggunaan framework bagi mereka yang baru atau sedang belajar pemrograman, daripada belajar framework, lebih baik meluangkan waktu lebih banyak untuk mempelajari algoritma, logika, struktur pemrograman,  dan banyak latihan membuat program sendiri. membuat program sendiri? ya.. karena dengan merasakan sulit hingga mudahnya membuat program sendiri, sedikit banyak akan memberikan modal yang lebih sebelum menginjak kepada kolaborasi pemrograman hingga nantinya menggunakan framework.

kalo saya? saya lebih senang menggunakan model tailor made software dari pada framework based software, bukan karena tidak suka atau tidak mau, tetapi lebih karena sebuah aplikasi itu selalu unik, dan akan selalu membutuhkan perlakuan yang unik pula..

hmm.. dan karena suatu saat saya akan membuat framework saya sendiri, dan saya sudah melakukannya dari beberapa waktu yang lalu.

so.. happy coding :)

Jan

11

Mungkin saya memang bodoh..

catatan hari ini | alit | 12 Comments |

Sorry mom, i know itz not a best present for your birthday

Mungkin saya memang bodoh, kurang jeli, semaunya sendiri, terlalu keras kepala, atau yang lainnya. tapi bagaimanapun ini adalah tempat yang saya pilih ketika saya memutuskan untuk mengejar cita-cita saya dan menantang kota jakarta, bekerja di sebuah tim kecil, berhenti, dan sekarang menjadi pekerja lepas.

dari awal dulu saat kuliah, saya memang tidak pernah berpikiran untuk bekerja disebuah perusahaan manufaktur konvensional atau mungkin perusahaan negara. dan hingga saat ini, saya masih mencoba teguh dengan pendirian saya.

sesampainya di jakarta, menikmati beberapa hari pertama bekerja di sebuah tim IT kecil di sebuah lingkaran yang baru, bertemu dengan orang2 dan dunia yang benar2 baru, membuat saya sedikit terpana, dunia itu tidak pernah saya masuki atau baca, hm.. memang benar pepatah ‘don’t just a book by its cover’. dan saya mendapatkan banyak bahan pelajaran disana.

tapi lambat laun saya mulai menyadari satu hal, ada yang salah disini, beberapa eksplorasi yang dilakukan dari hari kehari mulai menampakkan hasilnya. ’sesuatu tidak akan berdiri tegak tanpa pondasi yang kuat’, itu kesimpulan saya pada saat itu.

dengan terlalu banyaknya bagian yang masih di-’cacat’-i, selalu ada batas waktu untuk menahan keluh kesah ataupun sekedar komplain, dan saya terlalu pede ketika sang atasan meng-iya-kan masalah tersebut dan berpikir ulang tentang desain kapal yang sedang saya naiki. so? is it my way outta here? jump off the boat? but.. wait a minute…

saya kembali berpikir ulang ketika dia mengeluarkan beberapa opsi mulai dari sekedar pelampung, ataupun kapal yang lebih kokoh, dan menurut saya saat itu, ketika kapal ini tidak punya rangka yang kuat dan kita tidak punya perbekalan yang cukup untuk melanjutkan perjalanan, haruskah kita tambatkan dulu kapal ini dan mulai berlayar dengan kapal yang lainnya?

dan akhirnya, setelah 3 bulan berjalan, kami memutuskan untuk menonaktifkan kapal itu untuk sementara, dan mencoba mencari kapal baru untuk sekedar berteduh.

liburan akhir tahun yang mencengangkan buat orang tua dan saudara2 saya ketika saya bilang ‘bulan depan aku ga kerja lagi’. saya menyadarai kekecewaan mereka karena saya tidak mau menuruti mereka ketika mereka meminta saya bekerja disebuah instansi. karena saya masih berteguh pada konsistensi saya untuk menjaga komitmen saya pada saat itu.

sebuah titik berat juga ketika saya harus menyampaikan sisi pemikiran saya tentang cita-cita membangun bangsa dari sekedar usaha kecil, dan tidak hanya menjadi sekedar zombie di perusahaan penjajah, dan inilah saya sekarang, mencoba menetapkan satu kaki di lingkaran pekerja lepas, dan mencoba mencari pijakan untuk satu kaki yang mungkin dapat menyenangkan hati mereka yang saya cintai.

dengan segala detil yang ada disekeliling, kadang keadaan ini menjadi cukup berat dan menyulitkan, namun bagaimanapun juga ini adalah langkah yang telah saya ambil dengan penuh kesadaran, dan saya masih ingin menunjukkan konsistensi disini, dan bila saatnya nanti saya berubah haluan, saya berharap saya benar-benar menyadarinya dan sama sekali tidak terpaksa.

so.. you may hire me at : alit [at] alitmahendra [dot] com :)