Satu lagi hari introspesi sumpah pemuda

Tidakkah kita menyadari setelah sekian lama negara ini lahir, berdiri, dan semakin besar dan besar..

6249_113414503126_642953126_2287679_4699635_n

Namun bangsa ini sedang terluka.. Ketika individu-individu, lembaga-lembaga, dan seluruh aspek kehidupannya tidak pernah lepas dari masalah, aral, dan pertengkaran..

Banyak orang berkata, sesuatu itu lebih mudah dikatakan daripada dilakukan.. Tapi bukanlah hal yang sulit untuk berfikir dan mencoba memaknai setiap kata tentang nasib Indonesia tercinta ke depan..

Lagipula.. Apa sih Indonesia itu? ketika kita bicara ‘Indonesia adalah tumpah darahku’.. Kemudian apa yang sudah kita lakukan untuk bangsa ini? Dan mungkin apa yang sudah saya lakukan untuk bangsa ini?

Saya pribadi tidak pernah berfikir tentang perang, heroisme romatis masa kemedekaan dan semacamnya.. Saya lebih berfikir.. Apa yang bisa saya lakukan, apa yang bisa saya kerjakan, dan apa yang bisa saya buat untuk memerdekakan dan membesarkan bangsa ini sekarang..

Dan mengapa kita tidak bersama-sama mencoba memaknai peringatan Sumpah Pemuda hari ini dengan mencoba ber-introspeksi diri kembali untuk kesekian kalinya tentang diri kita sendiri terhadap diri kita sendiri, terhadap lingkungan sekitar, dan tentunya kepada nusa dan bangsa Indonesia ini?

I’m an onliners.. Dan saya akan membuat Indonesia bangga dengan apa yang saya buat di dunia Online..

*panjang juga.. Sekalian nyoba WordPress for Blackberry…

Published by

Alit Mahendra Bramantya

Complicatedly simple, not just another internet presence enthusiast. Currently managing Research (including Analytics) Division at Think.Web with Web App Development and Digital Analytics as main responsibility. Views are my own.

5 thoughts on “Satu lagi hari introspesi sumpah pemuda”

  1. Ada lagi yang musti dibangun dari awal, sebelum kita ‘rela’ melakukan sesuatu bagi Indonesia, mulailah untuk mencintai negara kita ini. Karena masih banyak sekali warga Indonesia yang malah mencaci maki negaranya sendiri. Hiks ….

  2. Nasionalisme hanyalah kata-kata kosong tanpa makna,
    sampai kita mampu mengisinya dengan gagasan, sikap kritis, inisiatif, pengalaman, dan harapan akan masa depan. (menjadi-indonesia.org)

Comments are closed.