Nasionalisme itu kosong tanpa makna …

… sampai kita mengisinya dengan gagasan, sikap kritis, inisiatif, pengalaman, dan harapan akan masa depan …

itulah yang tertulis di website Aliansi Menjadi Indonesia, sebuah Aliansi strategis dibangun sebagai hubungan kerjasama erat antar organisasi dengan tujuan besar yang satu, Indonesia Jaya.

29122010081 copy

Film pendek “Menjadi Indonesia dengan Hati” ini adalah pesan bahwa ada banyak hal bisa kita lakukan untuk Indonesia. Mulai dari diri sendiri, mulai dari komunitas terdekat, maka kebaikan itu akan membesar dan membesar, menciptakan gelombang perubahan. (diambil dari deskripsi film di youtube)

saya sendiri cukup paham dengan apa yang coba diangkat oleh mereka, ketika Bangsa ini sudah tidak lagi berkecimpung dengan perang dan kemerdekaan, nasionalisme harusnya menjadi wacana yang basi.. tapi masih banyak manusia-manusia yang berfikir bahwa bangsa ini masih butuh suatu pemersatu dengan nama “Nasionalisme”, apakah mungkin pemersatu bangsa itu tidak pernah benar-benar kita miliki?

saya mencintai bangsa ini, sangat ingin melakukan banyak hal untuknya, dan seperti yang saya tulis di tulisan saya sebelumnya.. I’m an onliners.. “Dan saya akan membuat Indonesia bangga dengan apa yang saya buat di dunia Online..”

Dan apa yang akan anda lakukan untuk indonesia?

ada yang memar, kagum banggaku, malu membelenggu
ada yang mekar, serupa benalu, tak mau temanimu

lekas, bangun tidur berkepanjangan
menyatakan mimpimu
cuci muka biar terlihat segar
merapikan wajahmu
masih ada cara menjadi besar

ada yang runtuh, tamah ramahmu.. beda teraniaya
ada yang tumbuh, iri dengkimu.. cinta pergi kemana?

memudakan tuamu.. menjelma dan menjadi indonesia
(efek rumah kaca – menjadi indonesia)

Published by

Alit Mahendra Bramantya

Complicatedly simple, not just another internet presence enthusiast. Currently managing Research (including Analytics) Division at Think.Web with Web App Development and Digital Analytics as main responsibility. Views are my own.

4 thoughts on “Nasionalisme itu kosong tanpa makna …”

  1. Biar walau disatu sisi burukmu,
    Kau tetap cahaya hidupku,
    Kau Indonesiaku berkibarlah,
    Kan kuukir dirimu,
    Oh Indonesiaku,
    Tanah air tercinta,
    (Indonesia – Versi dua band)

Comments are closed.