Alternate Sketches

Alit Mahendra Bramantya

Satu lagi hari introspesi sumpah pemuda

| 5 Comments

Tidakkah kita menyadari setelah sekian lama negara ini lahir, berdiri, dan semakin besar dan besar..

Namun bangsa ini sedang terluka.. Ketika individu-individu, lembaga-lembaga, dan seluruh aspek kehidupannya tidak pernah lepas dari masalah, aral, dan pertengkaran..

Banyak orang berkata, sesuatu itu lebih mudah dikatakan daripada dilakukan.. Tapi bukanlah hal yang sulit untuk berfikir dan mencoba memaknai setiap kata tentang nasib Indonesia tercinta ke depan..

Lagipula.. Apa sih Indonesia itu? ketika kita bicara ‘Indonesia adalah tumpah darahku’.. Kemudian apa yang sudah kita lakukan untuk bangsa ini? Dan mungkin apa yang sudah saya lakukan untuk bangsa ini?

Saya pribadi tidak pernah berfikir tentang perang, heroisme romatis masa kemedekaan dan semacamnya.. Saya lebih berfikir.. Apa yang bisa saya lakukan, apa yang bisa saya kerjakan, dan apa yang bisa saya buat untuk memerdekakan dan membesarkan bangsa ini sekarang..

Dan mengapa kita tidak bersama-sama mencoba memaknai peringatan Sumpah Pemuda hari ini dengan mencoba ber-introspeksi diri kembali untuk kesekian kalinya tentang diri kita sendiri terhadap diri kita sendiri, terhadap lingkungan sekitar, dan tentunya kepada nusa dan bangsa Indonesia ini?

I’m an onliners.. Dan saya akan membuat Indonesia bangga dengan apa yang saya buat di dunia Online..

*panjang juga.. Sekalian nyoba WordPress for Blackberry…

Author: Alit Mahendra Bramantya

a half time blogger, a 'part' time coder, and a full time father. Simple and ordinary, selfish and an internet presence enthusiast. currently working as web application developer and analytics analyst.

5 Comments

  1. Ada lagi yang musti dibangun dari awal, sebelum kita ‘rela’ melakukan sesuatu bagi Indonesia, mulailah untuk mencintai negara kita ini. Karena masih banyak sekali warga Indonesia yang malah mencaci maki negaranya sendiri. Hiks ….

  2. mulai dari diri sendiri untuk merubah….

  3. Mulai dari diri sendiri.
    Mulai dari yang terkecil.
    Mulai dari sekarang.
    -AA Gym.

  4. Nasionalisme hanyalah kata-kata kosong tanpa makna,
    sampai kita mampu mengisinya dengan gagasan, sikap kritis, inisiatif, pengalaman, dan harapan akan masa depan. (menjadi-indonesia.org)

  5. Pingback: Nasionalisme itu kosong tanpa makna … | Alit Mahendra Bramantya

Leave a Reply

Required fields are marked *.

*