Sistem Infomasi Manajemen Aset Daerah – Abstraksi

simada

Pelaksanaan otonomi daerah sejak tahun 2001 memberikan kewenangan yang lebih besar kepada Pemerintah Daerah dalam mengelola daerahnya masing-masing. Pemerintah Daerah juga dituntut untuk memiliki kemandirian dalam membiayai sebagian besar anggaran pembangunannya [SIR-04:513].

Pemerintah daerah memerlukan sebuah program pengelolaan aset yang dapat dipertanggung jawabkan. Manajemen aset adalah metode yang dapat digunakan oleh Pemerintah Daerah untuk memaksimalkan potensi yang ada di daerahnya. Untuk mencapai tujuan pengelolaan aset secara terencana, terintegrasi, dan sanggup menyediakan data dan informasi yang dikehendaki dalam tempo yang singkat, dibutuhkan suatu sarana yang efektif untuk mendukung pengambilan keputusan atas aset.

Dan salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMA) [SIR-04:564]. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah berbasis website yang dapat diakses oleh masyarakat luas dapat mempermudah berkembangnya keterbukaan dan akuntabilitas Pemerintah Daerah terhadap pengelolaan aset yang menjadi tanggung jawabnya.

Perancangan dan pengimplementasian Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL. Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah terdiri dari beberapa aplikasi sistem antara lain Sistem Administrasi Data Utama, Sistem Adminitrasi Data Barang, Sistem Administrasi Data Pengelolaan Barang, dan Sistem Administrasi Data Input User.

Pengujian Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah dilakukan pada setiap aplikasi sistem untuk mengetahui proses yang dilakukan oleh tiap-tiap aplikasi sistem tersebut. Hasil dari pengujian aplikasi sistem dapat diketahui bahwa aplikasi sistem pada Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah dapat melakukan proses sesuai dengan kegunaannya masing-masing antara lain Sistem Administrasi Data Utama, Sistem Adminitrasi Data Barang, Sistem Administrasi Data Pengelolaan Barang, dan Sistem Administrasi Data Input User.

Pengujian juga dilakukan terhadap koneksi basis data dan waktu akses query yang digunakan oleh Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah. Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah yang dihubungkan dengan koneksi basis data MySQL pada port 3306 dapat melakukan proses manipulasi terhadap data-data di dalam basis data. Pengujian waktu akses query dilakukan pada masing-masing tabel dengan 5000, 10000, 15000, dan 20000 data entri dan 10 kali percobaan. Dari hasil pengujian yang dilakukan terhadap koneksi basis data dan waktu akses query menunjukkan bahwa Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah dapat berfungsi dengan baik.

Kata Kunci :   Sistem Informasi, Manajemen Aset, Pemerintah Daerah, HTML, PHP, MySQL.

Published by

Alit Mahendra Bramantya

Complicatedly simple, not just another internet presence enthusiast. Currently managing Research (including Analytics) Division at Think.Web with Web App Development and Digital Analytics as main responsibility. Views are my own.

9 thoughts on “Sistem Infomasi Manajemen Aset Daerah – Abstraksi”

  1. @ muazz
    secara kasat mata memang masyarakat belum akan mendapatkan manfaat yang nyata, namun dengan penggunaan sistem ini, diharapkan pemerintah daerah dapat mengembangkan proses pelayanan masyarakat yang menjunjung tinggi good governance. :D

    dan penggunaan sistem yang berbasis web, masyarakat dapat berperan aktif dalam fungsi pengawasan kinerja pemerintahan, dan mendapatkan informasi yang lengkap mengenai pengelolaan aset daerah.

  2. sengkripsine di review rek..
    mantap gan..

    iki omah anyarku,omah lawase wes digusur dan dikubur
    sak email2 e pisan

    jakarta endi cak?melok myindo a?:))

    1. @rendra, yo mesti mas.. moso ga direpiu.. nggawene angel e :p

      oio iko kapanane tek golek i ga onok.. pindah ga kabar2i yo ngene iki..

      ayas nang slipi.. idrek nang cipete.. sayangnya ga melok myindo koq.. ga koyok berita seng beredar nang ngalam.. lagian koq yao.. ngarahe jakarta kie mesti myindo.. heran ayas..

  3. Manajemen asset itu adalah suatu system pencatatan semua harta2 kekayaan milik daerah, yg menjelaskan secara detail, ttg tgl pembelian, tgl perolehan, lokasi asset tsb, harga beli serta metode penyusutan bila ada (terutama bagi asset yg bergerak), cara ini kurang lebih sama dgn cara menyusun seluruh asset2 milik suatu perusahaan, tetapi system pencatatan di perusahaan lbh detail lagi, karena asset yg dipakai akan habis masaya jika terpakai.

Comments are closed.