Alternate Sketches

Alit Mahendra Bramantya

October 28, 2008
by Alit Mahendra Bramantya
Comments Off

Satu Waktu

sebenernya saya juga nggak tau harus nulis apa hari ini, saya cuma punya tema tapi nggak punya ide kata-kata tulisan. i just want to :p

terlepas saya blogger atau bukan, monggo anda yang menilai :D dari blogwalking saya dapat banyak teman baru, idola baru, bertemu teman lama, dan menjadi lebih akrab dengan beberapa orang, ya walaupun sebagian besar dari mereka belum pernah saya temui, hah… hubungan yang cukup menyenangkan..

blog juga membuat saya bertemu banyak hal baru, mengajarkan saya untuk menulis, menelaah tulisan orang lain dan memaknai kehidupan dengan cara yang berbeda-beda..

Selamat Hari Blogger Nasional

saya memang bukan yang pertama mengucapkannya, tapi semoga juga bukan yang terakhir

dan semoga dari blog kita bisa memulai kehidupan yang lebih baik, lebih ceria, dan lebih bermakna. untuk Endonesa Raja Jaja (hm… ikutan bang epat, hihihi)

Continue reading

October 25, 2008
by Alit Mahendra Bramantya
Comments Off

Maaf

Oh simple thing where have you gone?
I"m getting old and I need something to rely on
So tell me when you"re gonna let me in
I"m getting tired and I need somewhere to begin
(Keane – Somewhere Only We Know)

langkah kaki coba menyusuri hari, mengeraskan telapak tuk terus menjejak, mengejar ia yang berada diujung setapak.

dan ketika peluh bercucuran melemahkan diri, aku hanya dapat mengucap “maaf..” agar ia mau tuk terus mengunggu disana..

We"ll do it all.. Everything.. On our own
We don"t need.. Anything.. Or anyone

If I lay here.. If I just lay here..
Would you lie with me and just forget the world?

I don"t quite know.. How to say.. How I feel
(snow patrol – chasing cars)

saat begitu banyak kata dan hanya kata-kata yang berulang, hati dan imagi beriring sepi, tanda tanya, dan segala bujukan atas semua ketakpastian.

wajar.. dan sangat wajar… dan sekali lagi aku hanya dapat berkata “maaf…”

Continue reading

October 20, 2008
by Alit Mahendra Bramantya
Comments Off

Rumah Tanpa Tawa

rumah itu berdiri dengan kokohnya setiap hari, tapi selalu tampak lusuh dengan pekarangannya yang semakin mengering karena teriknya matahari, surat masuk lewat sela-sela pintu dan paket dititipkan pak pos pada tetangga.

pergi bekerja, pergi belajar, atau pergi belanja adalah kegiatan yang rutin untuk dilakukan setiap harinya, dan rumah itupun tertinggal sepi dan sunyi, diiringi dering telepn yang sering tak terjawab.

tidak ada makan bersama entah itu sarapan, makan malam, apalagi makan siang, karena masing-masing memiliki jadwal bangun dan pola makan yang berbeda. makanan selalu tersedia di meja makan, dan mungkin tidak pernah kursi-kursi itu penuh dengan mereka yang menikmati santap bersama.

tidak ada interaksi di ruang keluarga, hanya menjadi perkumpulan para pecinta sinetron+infotainment, televisi yang hanya satu, tidak dapat menjadi pemersatu, karena yang lain memilih membaca atau menatap layar komputer.

tidak pernah ada pembicaraan yang tidak kurang dari tidak serius, tidak ada bahandan kata-kata yang ditanggapi dengan plesetan layaknya komedi, karena yang ada adalah kalimat serius yang kadang bernada tinggi.

tawa, canda, dan senyuman adalah bagian dari kehidupan manusia, entah bahagia atau getir, tetapi tidak dirumah itu, rumah itu memang berisi orang-orang yang terikat keluarga, hanya mungkin kurang bersahabat satu sama lain.

dan ketika rumah itu hanya menjadi tempat istirahat bagi ayah yang sibuk bekerja, ibu yang sibuk nonton sinetron+infotainment, dan anak yang sibuk mengejar gelar. rumah itu akan tetap tanpa tawa…

Continue reading

October 13, 2008
by Alit Mahendra Bramantya
Comments Off

Bikinin Duluan Aja

dari percakapan di sebuah acara kawinan setelah selesai menikmati hidangan yang tersedia, kurang lebihnya begini :

A: Kapan nyusul?
B: 3 tahun lagi kayaknya? lha kamu? kan kamu lebih tua dari aku
A: hehehe, tenang, ntar aja kalo uda waktunya

B: kalo kawinan gini yang ngebiayain keluarga yang cewek ya?
A: ada sih yang gitu gitu, tapi banyak juga yang semacam urunan, ga paham aku soal gituan.

B: wah kira-kira habis berapa ya?
A: ya tergantung mo nikahnya model gimana dulu, kalo cuman akad sih bisa murah kayaknya.

B: hm.. harus nabung dari sekarang kalo gitu.
A: kemaren ada yang bilang kalo cuma mo nikah aja sih punya duit 500ribu aja cukup, tau bener apa ga.. emang kenapa koq nunggu 3 tahun?

B: nunggu lulus lah, kuliah ama praktikum blom kelar.
A: ah kalo nikah kan ga butuh lulus, tuh temenmu yang nikah itu juga blom lulus kan?

B: ya secara calon seumuran, biasa dah perempuan, bukanya calonmu juga gitu?
A: iya juga sih

B: lagian kalo kelamaan entar keburu dikejar-kejar calon mertua
A: lah emang kenapa?

B: biasalah, pingin buru-buru nimang cucu..
A: ya uda bikinin cucu duluan aja.. gampang kan?

weh???

Continue reading

October 5, 2008
by Alit Mahendra Bramantya
Comments Off

Yang Muda Yang Belum Boleh Bicara

masih inget ga ama iklan A-mild yang jadi judul diatas? yang ceritanya soal pegawai kontraktor yang ngomong ngalor ngidul ga diperhatiin ama atasannya..

ternyata kejadian itu ga cuma bisa kejadian di lingkungan kerjaan or lingkungan kampus, di lingkungan keluarga dan saudara ternyata bisa juga kayak gitu, (yang kemaren ya? Ssst!!)

ya uda lah.. at least udah mencoba, yang ngakunya lebih dewasa harusnya lebih tau harus berbuat apa…

Continue reading