Menata Desain Visual Website

sebelum beranjak untuk menggunakan sotosop, gimp, dan semacamnya untuk menggambar desain tampilan website, desainer visual biasanya membutuhkan beberapa patokan, batasan, dan acuan mengenai template yang akan dibuat, seperti dimana logo diletakkan dan mana elemen yang menggunakan gambar atau cukup dengan teks.

desain visual yang baik memang mutlak dibutuhkan, karena desain visual berfungsi agar konten yang ingin ditampilkan menjadi lebih eye-catching dan atraktif, namun desain visual seharusnya tidak terlepas dari tujuan dan
tema yang ditentukan diperancangan konten, so? apa aja sih yang perlu ditata sebenarnya?

1. halaman utama
komponen website yang tampil pada halaman ini sangat menentukan. peletakan gambar, logo, slogan, penggunaan kata, paragraf, dan hyperlink harus dicermati, karena dari halaman ini pengunjung (orang maupun search engine) akan mengawali kunjungannya, dan halaman ini yang menentukan mereka akan menuju halaman-halaman berikutnya atau tidak.

2. menentukan tema visual
tema visual adalah representasi visual dari konten website, tema visual biasanya diwakili dengan pemilihan komposisi warna dan mungkin gambar-gambar pendukung, melalui tema ini desainer mencoba menampilkan apa yang ingin dilihat oleh pengunjung pada masing-masing halaman website.

penggunaan satu tema visual dapat mempermudah desainer untuk meletakkan beberapa elemen pada satu tempat tertentu, karena biasanya header, footer, menu navigasi, dll, sangat diharapkan untuk berada pada tempat yang sama, demi alasan kenyamanan pengunjung. dan bukankah memang itu yang kita cari?hehehe

3. organisasi visual
setelah pemilihan komposisi warna dan tema visual yang tepat, penataan visual konten dengan pengelompokan data dan informasi yang saling berhubungan akan sangat membantu pengunjung untuk menentukan informasi yang diinginkan.

desain visual harus selalu memiliki titik fokus yang akan mengarahkan pengunjung, dan setiap bagian pada halaman harus memiliki titik fokus yang dominan, sehingga ketika keseluruhan bagian memiliki tingkat kepentingan yang sama, maka tidak ada bagian yang tidak penting.

4. perataan teks
perataan paragraf dan elemen lainnya dari website -vertikal dan horizontal- juga cukup penting, minimal harus ditentukan salah satu perataan (rata kiri, kanan, tengah, atau kiri-kanan?), dan bukan berarti harus digunakan pada seluruh bagian website, yang harus dihindari adalah penggunaan perataan yang berbeda pada salah satu kolom dari halaman website.

5. website templates
kadang kala, daripada kita bersusah-susah untuk memikirkan hal ini dan melanjutakan detaling layout dari awal, kita bisa memilih jalan yang cukup mudah dengan menggunakan website templates yang sudah banyak beredar di jagat internet ini, mulai yang gratis sampai yang berbayar.

tapi kita juga harus pula pintar-pintar memilih, dan meng-custom desain tersebut untuk disesuaikan dengan tema dan tujuan yang telah ditentukan pada perancangan konten. karena website yang satu dan lainnya harusnya tidak sama kan?

dan setiap web desainer biasanya mempunyai caranya tersendiri untuk mengimplementasikan metode penataan ini. :D

bahan tulisan ini diambil dari http://www.rocketface.com

Published by

Alit Mahendra Bramantya

Complicatedly simple, not just another internet presence enthusiast. Currently managing Research (including Analytics) Division at Think.Web with Web App Development and Digital Analytics as main responsibility. Views are my own.